Strategi Penting: Menteri Wihaji: Keluarga fondasi kesejahteraan jawab bonus demografi
Menteri Wihaji: Keluarga fondasi kesejahteraan jawab bonus demografi
Di Jakarta, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) serta Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama kesejahteraan bangsa untuk menghadapi tantangan bonus demografi.
“Keluarga adalah unit terkecil dalam negara, sehingga penguatan unit keluarga menjadi sangat krusial dalam menjawab tantangan bonus demografi. Melalui perencanaan keluarga yang matang, pengasuhan berkualitas, serta penguatan ketahanan keluarga antargenerasi, setiap individu diharapkan dapat tumbuh optimal sejak dini, produktif di usia kerja, hingga sejahtera di usia lanjut,” ujar Wihaji pada dialog “Menuju Kesejahteraan Antar-Generasi” di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin.
Wihaji menegaskan bahwa perubahan struktur demografi harus dihadapi dengan kebijakan pembangunan yang fokus pada kualitas keluarga sebagai unit terkecil, karena manfaat bonus demografi bergantung pada jumlah penduduk produktif serta kesiapan keluarga dalam menciptakan SDM yang sehat, terdidik, dan mandiri secara ekonomi.
Menurut Wihaji, pembangunan kependudukan dan keluarga perlu dijalankan secara terpadu berdasarkan siklus hidup, mulai dari masa pra-pernikahan, kehamilan, pengasuhan anak, hingga usia lanjut. Pendekatan ini dianggap krusial untuk memastikan transisi demografi Indonesia memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, ia menekankan perlunya sinergi lintas sektor dalam merancang kebijakan pembangunan yang berdasarkan dinamika kependudukan. Kemendukbangga/BKKBN akan terus memperkuat kolaborasi ini melalui pendekatan pembangunan keluarga berbasis siklus hidup, sehingga setiap tahapan kehidupan penduduk Indonesia dapat terjamin keberlanjutan, produktifitas, dan kesejahteraan.

