Program Terbaru: Undip sediakan Rp6 miliar per tahun untuk makan siang gratis

Undip Sediakan Rp6 Miliar Per Tahun untuk Makan Siang Gratis

Semarang – Universitas Diponegoro (Undip) telah menyiapkan dana sekitar Rp6 miliar setiap tahun guna memenuhi kebutuhan makan siang gratis bagi mahasiswa yang memerlukan bantuan ekonomi melalui inisiatif Food Truck Undip. Program ini, kata Rektor Undip Prof Suharnomo, telah dimulai sejak 2022 dan menjadi bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan akses gizi bagi para pelajar.

“Program ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap kesehatan mahasiswa, terutama mereka yang kurang mendapat dukungan finansial,” ujar Prof Suharnomo saat diwawancara di Semarang, Sabtu.

Dengan kapasitas produksi yang optimal, Food Truck Undip mampu menyajikan sekitar 1.850 porsi makan siang setiap hari. Jumlah total paket makanan yang terlayani mencapai 450.000 dalam setahun. “Makanan sehat yang kami berikan diharapkan mendorong produktivitas dan semangat belajar para mahasiswa,” tambahnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Kualitas Makanan Dipantau Secara Ketat

Manajer Jasa Boga Aroemanis Catering, PT Undip Maju Kristi Febi Nugrahaningrum, menjelaskan bahwa seluruh proses pengolahan dilakukan dengan standar higienis tinggi. “Dapur kami beroperasi dari hari Minggu hingga Kamis, dengan tim profesional yang terlibat langsung mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyusunan menu sehat,” katanya.

Untuk menjaga kualitas, menu telah dirancang selama satu bulan dan disinkronkan dengan pemasok bahan segar yang dikirimkan satu hari sebelum pengoperasian. “Proses masak dilakukan dalam beberapa tahap oleh koki berpengalaman, sementara komposisi harus mencakup sayur, protein, dan karbohidrat agar memenuhi kebutuhan gizi,” imbuh Febi.

Sistem Tiket Terapkan untuk Distribusi

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Undip Edy Surahmad menuturkan pengawasan distribusi dan kualitas menjadi fokus utama. “Kami terus memantau komposisi nutrisi makanan di Food Truck agar mahasiswa mendapat asupan bergizi seimbang,” jelasnya.

Program ini menggunakan sistem tiket yang bisa diakses melalui akun SSO, akun perkuliahan mahasiswa. “Ini memastikan hanya mahasiswa Undip yang bisa memanfaatkan layanan, sekaligus mengurangi kerumunan saat pengambilan makanan,” tambah Edy.

Food Truck Undip dioperasikan di beberapa lokasi, termasuk kampus utama di Tembalang dan Pleburan, serta cabang di Pekalongan, Jepara, Rembang, dan Batang. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti pekerjaan tambahan. Contohnya, Amanda Herbudiarti dan Yonathan Gutom Prayoga, dua mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, mengaku mendapat pengalaman berharga di bidang food and beverage (F&B) sekaligus berkontribusi membantu rekan sejawat.