Populer, skema haji tanpa antrean: gampa Malut meluruh 2-3 pekan
Jakarta – Berita Humaniora Terpopuler Hari Ini
Kamis (9/4), berbagai isu penting menjadi sorotan dalam dunia humaniora Indonesia. Mulai dari upaya pemerintah menguji skema penyelenggaraan haji tanpa antrian hingga gempa bumi di Maluku Utara yang tercatat terjadi 1.378 kali. BMKG memproyeksikan aktivitas seismik akan berkurang dalam dua hingga tiga minggu setelah peristiwa utama pada 2 April 2026.
1. Menteri PAUD Perkuat Komitmen Melalui Rencana Kerja Bersama
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan inisiatif lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen. Ini menunjukkan peningkatan kemandirian dalam produksi alat transportasi.
“Peluncuran Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMEO tentang pendidikan serta pengasuhan anak usia dini di kawasan Asia Tenggara menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan PAUD,” ungkap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
2. Skema Haji Tanpa Antrean Masih Dianalisis
Pemerintah sedang mengevaluasi skema penyelenggaraan haji tanpa antrean. Langkah ini dilakukan sambil tetap menjaga perlindungan bagi jutaan jamaah yang telah menunggu selama lama. Penyesuaian sistem menjadi fokus utama dalam memastikan keadilan.
3. BNPB Pastikan 15 Warga Terluka di Flotim NTT
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan sebanyak 15 warga mengalami luka-luka dan sekitar 100 orang dievakuasi akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses evakuasi dan penanggulangan berlangsung intensif guna meminimalkan risiko lebih lanjut.
4. Gempa Malut Memicu Aktivitas Seismik yang Masih Berlangsung
BMKG mencatat bahwa gempa susulan di Maluku Utara terjadi sebanyak 1.378 kali sejak kejadian utama pada 2 April 2026. Aktivitas seismik di wilayah tersebut diperkirakan akan mereda sepenuhnya dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
5. Keterlibatan Lokal dalam Pengembangan Teknologi
Kerja sama dalam negeri terlihat dari penggunaan motor listrik hasil produksi lokal. Dadan Hindayana menekankan bahwa inisiatif ini memperkuat pengembangan teknologi yang selaras dengan kebutuhan nasional.

