New Policy: Bupati Lampung Barat kenalkan sosok Bung Karno melalui lomba mewarnai

1fb41bf2-56d0-46bb-a735-3fe078ae1bc9

Bupati Lampung Barat Luncurkan New Policy dengan Lomba Mewarnai untuk Mengenalkan Bung Karno

New Policy – Dalam upaya meningkatkan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, meluncurkan New Policy baru yang menggabungkan seni dan pendidikan. Kebijakan ini menghadirkan lomba mewarnai sebagai media edukasi untuk memperkenalkan sosok tokoh nasional Ir. Soekarno kepada anak-anak usia dini. Kegiatan yang diadakan di Kabupaten Lampung Barat menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno, sekaligus memberikan kesempatan bagi pelajar taman kanak-kanak (TK) untuk belajar tentang perjuangan kemerdekaan secara kreatif. Dengan New Policy ini, pemerintah daerah berharap mampu membangun identitas nasional yang kuat di kalangan generasi penerus bangsa.

Seni Sebagai Alat Pendidikan Sejarah

New Policy Bupati Lampung Barat tidak hanya mengandalkan metode tradisional, tetapi juga menyelipkan inovasi melalui seni. Lomba mewarnai dianggap sebagai alat efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan secara menyenangkan. Parosil Mabsus menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat menggali makna sejarah Bung Karno melalui aktivitas seni. “Dengan New Policy ini, kami berharap anak-anak bisa menghargai keberagaman serta memahami pentingnya persatuan dan kesatuan,” katanya. Selain itu, acara ini juga bertujuan memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat juang generasi muda.

“New Policy” dalam peringatan Bulan Bung Karno ini menggabungkan pendekatan kreatif dan pendidikan. Parosil Mabsus menekankan bahwa melalui coretan warna, anak-anak PAUD tidak hanya belajar teknik mewarnai, tetapi juga mengenal perjuangan kemerdekaan yang diwariskan oleh Bung Karno. “Ini adalah bagian dari upaya kami dalam mengimplementasikan New Policy yang memadukan seni, sejarah, dan nasionalisme,” ujarnya.

Perluasan Strategi dalam Pendidikan Nasional

Menurut Parosil, New Policy ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh. “Kami ingin menyampaikan pesan sejarah sejak usia dini agar mereka memiliki wawasan nasional yang baik,” tambahnya. Bupati menegaskan bahwa lomba mewarnai bukan hanya aktivitas hiburan, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan kebanggaan terhadap sejarah bangsa. Dengan New Policy ini, pemerintah daerah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang bermakna dan menarik.

“New Policy” yang diterapkan di Kabupaten Lampung Barat memperlihatkan komitmen kuat dalam pendidikan sejarah. Parosil Mabsus menyebutkan bahwa kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah untuk menggali potensi kreativitas anak-anak. “Dengan memperkenalkan tokoh nasional melalui seni, kami menciptakan kebiasaan untuk menghargai perjuangan para pendiri bangsa,” ujarnya.

Keberhasilan New Policy ini tergantung pada partisipasi masyarakat dan dukungan lingkungan belajar yang optimal. Kegiatan lomba mewarnai diharapkan mampu membangun kesadaran akan pentingnya sejarah dalam membangun identitas nasional. Parosil juga menyatakan bahwa New Policy ini berdampak positif dalam mengasah kemampuan berpikir kritis serta menginspirasi anak-anak untuk menjadi pilar masyarakat yang berwawasan dan bersemangat membangun bangsa.

Komitmen dalam Pengembangan Kebudayaan dan Pangan

Parosil Mabsus tidak hanya fokus pada pendidikan sejarah, tetapi juga memperkenalkan New Policy dalam bidang keberlanjutan. Kegiatan menanam benih ikan mas sebanyak 10.000 ekor di embung Pekon Pura Mekar adalah bagian dari upaya mengaplikasikan ajaran Trisakti—ketuhanan, kemanusiaan, dan kebangsaan—ke dalam program pangan. “New Policy” ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan budaya.

“New Policy” dalam Bulan Bung Karno ini memadukan dua aspek penting: pendidikan sejarah dan pengembangan pangan. Parosil menyatakan bahwa kegiatan menanam benih ikan mas menjadi simbol dari konsep berdikari yang diusung dalam New Policy. “Dengan menggabungkan seni dan aksi produktif, kami menciptakan makna ganda dalam peringatan sejarah,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa. Parosil Mabsus mengungkapkan bahwa New Policy yang diusungnya bertujuan untuk menanamkan semangat nasionalisme dalam diri anak-anak. Dari coretan warna di lomba mewarnai hingga penanaman benih ikan di embung, New Policy ini menjadi contoh nyata bagaimana sejarah bisa dihidupkan kembali melalui cara yang inovatif. Dengan New Policy, generasi muda diharapkan mampu memahami nilai-nilai perjuangan serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.