Latest Program: Sekolah yang tidak menerima pendaftaran

FOTO19-1

Sekolah yang Tidak Menerima Pendaftaran

Latest Program – Jakarta, 17 Mei 2023 – Rizky, seorang anak dari keluarga petani di Tabanan, tidak pernah mendaftar ke sekolah setelah lulus SD. Ibunya, Ni Putu Yuniawati, seorang buruh tani, mengalami kesulitan finansial. Dari enam anaknya, lima berhenti di jenjang SMP dan tidak melanjutkan pendidikan. Bagi mereka, sekolah bukanlah hal yang bisa dicapai, melainkan kebutuhan yang harus dipertahankan. Rizky, yang sebelumnya tak berharapan untuk melanjutkan studi, kini menjadi bagian dari program pendidikan yang berbeda dari biasanya.

Model Pendidikan yang Berbeda

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk mengatasi masalah akses pendidikan di kalangan keluarga miskin. Justru, pemerintah aktif mencari siswa yang layak, bukan menunggu mereka mengajukan permohonan. “Tidak ada pengumuman penerimaan peserta didik baru di papan pengumuman. Tidak ada antrean orang tua di depan gerbang sekolah sejak subuh,” jelas Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan, I Putu Jaya Negara. Ia menjelaskan bahwa proses penerimaan dimulai dengan “ground check,” yaitu verifikasi langsung ke keluarga untuk memastikan kondisi ekonomi mereka.

“Kalau sudah memenuhi syarat, baru diterima,” kata Jaya Negara, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hanya menerima anak-anak yang teridentifikasi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik. Proses ini memastikan bahwa hanya keluarga di desil 1 dan 2, kelompok terbawah dalam skala kesejahteraan nasional, yang menjadi sasaran utama.

Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Ia menawarkan kehidupan yang terstruktur, termasuk penginapan, makan tiga kali sehari, seragam, dan perlengkapan belajar. Semua fasilitas ini tersedia tanpa biaya tambahan, sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan uang. “Saya tak pernah bayangkan ada sekolah yang gratis dan menjamin kebutuhan sehari-hari,” ungkap I Nyoman Sukonado, buruh tani yang anaknya terdaftar dalam program ini.

Langkah Proaktif Pemerintah

Kebijakan ini menunjukkan perubahan paradigma dalam pendidikan. Seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Dinas Sosial datang ke rumah keluarga, mengecek nama dalam daftar, dan menawarkan kesempatan belajar. Tidak seperti sekolah biasa yang memprioritaskan nilai akademik, Sekolah Rakyat menekankan penguatan karakter dan disiplin. “Kurikulum di sini memadukan standar nasional dengan pendekatan personal,” kata Jaya Negara. Ia menambahkan bahwa pemerintah menargetkan anak-anak yang rentan mengalami kesulitan, seperti Rizky.

Kebijakan ini juga memperhatikan aspek psikologis. Bagi anak-anak yang sebelumnya menjadi korban bullying, Sekolah Rakyat memberikan lingkungan yang lebih aman. Gede Bagus Abimanyu, siswa di SRMP 17, menceritakan pengalaman dirinya di SD. “Dulu, saya sering dibully karena tidak aktif dalam kelas. Saya pendiam, tidak suka bergaul, hampir putus sekolah,” kenang Abimanyu. Namun, setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat, kehidupannya berubah. Kini, ia ingin menjadi bagian dari solusi masalah yang ia alami sebelumnya.

“Saya harap dengan gelar ini saya dapat mencegah bullying dan menjaga teman-teman agar tidak merasakan hal yang sama,” kata Abimanyu, menyampaikan harapan sebagai siswa yang kini merasa dihargai.

Kebutuhan Mendasar dan Peluang Masa Depan

Pendidikan gratis di Sekolah Rakyat memberikan ruang bagi anak-anak yang sebelumnya terbatas. Rizky, yang ibunya tak memiliki harapan lebih jauh dari SMP, kini membangun cita-cita menjadi insinyur pertanian. “Selama tiga tahun terakhir, program ini membantu puluhan ribu anak keluarga miskin,” tambah Jaya Negara. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar, seperti makanan dan pakaian, terpenuhi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki tiga prinsip utama: melarang perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi. “Jika ada pelanggaran, maka pelaku akan diberi sanksi tegas, termasuk dikeluarkan dari program saat itu juga,” ujar Menteri Saifullah Yusuf. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan inklusif.

Pengaruh Luas dan Dampak Jangka Panjang

Program ini tidak hanya memengaruhi kehidupan individu, tetapi juga mengubah pola pendidikan di daerah. “Sekolah Rakyat adalah upaya untuk memisahkan siswa dari lingkungan kemiskinan selama masa belajar,” terang Jaya Negara. Dengan pemberian fasilitas lengkap, anak-anak bisa fokus pada pembelajaran, sementara orang tua tidak terbebani biaya.

Di Tabanan, sebagian besar orang tua siswa adalah petani dan buruh harian. Mereka sering kali mengalami kesulitan mengatur