Key Strategy: Unib kirim mahasiswa ikuti PPL ASEAN tingkatkan kompetensi calon guru

1000779731

Unib Kirim Mahasiswa Ikuti PPL ASEAN Tingkatkan Kompetensi Calon Guru

Key Strategy – Bengkulu – Universitas Bengkulu (Unib) kembali menggelar inisiatif pendidikan internasional melalui Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ASEAN. Dalam upaya memperkuat kemampuan global calon guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unib mengirimkan sembilan mahasiswa untuk mengikuti program ini ke Malaysia dan Thailand. Aktivitas tersebut berlangsung pada tahun 2022, sebagai bagian dari kolaborasi akademik regional yang bertujuan memperluas wawasan pendidikan.

Kemitraan Pendidikan ASEAN

Menurut Dr. Rio Kurniawan, Wakil Dekan FKIP Unib, mahasiswa yang dikirimkan ini akan menghabiskan waktu di Sanggar Belajar Binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Malaysia, serta Sangkhon Islam Wittaya School di Thailand. “Program ini melibatkan sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan SEAMEO, sebuah organisasi pendidikan Asia Tenggara,” ujarnya. Dalam wawancara di Bengkulu, Selasa, Rio menjelaskan bahwa PPL ASEAN adalah bagian dari Sea-Teacher Program yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

“Tahun ini, kami mengirimkan mahasiswa ke dua institusi pendidikan di luar negeri,” kata Rio. “Program ini bertujuan meningkatkan kualitas calon guru melalui pengalaman mengajar lintas negara, memperkuat kompetensi pedagogik internasional, serta membuka wawasan tentang keberagaman budaya dan sistem pendidikan Asia Tenggara.”

Pelatihan untuk Penguasaan Global

Rio menambahkan bahwa inisiatif ini juga menjadi strategi untuk memperluas jaringan akademik antar-perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. “Kami percaya bahwa pengalaman di luar negeri membantu mahasiswa mengembangkan perspektif global dan keahlian berkomunikasi secara internasional,” tuturnya. Selain itu, program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dalam lingkungan multikultural, yang merupakan bagian penting dari persiapan menghadapi dinamika dunia pendidikan modern.

Program SEA-Teacher, yang merupakan bagian dari SEAMEO, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani praktik pengajaran di luar negeri. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu memahami perbedaan metode pengajaran, kurikulum, dan sistem pendidikan di berbagai negara. “Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan visi internasionalisasi pendidikan tinggi,” kata Rio. Dengan demikian, FKIP Unib tidak hanya fokus pada pembelajaran teori, tetapi juga pada penerapan praktis di lingkungan yang beragam.

“Program PPL ASEAN menjadi bagian dari strategi kami untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa, sekaligus membangun jejaring kerja sama pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara,” tambah Rio. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pengalaman seperti ini memberikan nilai tambah bagi calon guru dalam menghadapi tantangan global.

Peningkatan Kualitas Pendidikan

Kemitraan antara Unib dengan sekolah-sekolah di Malaysia dan Thailand diharapkan bisa membuka akses ke sumber daya pendidikan yang lebih luas. “Mahasiswa akan terpapar sistem pendidikan berbasis kompetensi, yang berbeda dari pendekatan lokal,” jelas Rio. Dengan mengikuti program ini, mereka diharapkan bisa mengembangkan keterampilan beradaptasi, kerja sama tim, dan pemahaman tentang konteks pendidikan global.

Menurut Rio, program seperti ini juga membantu memperkuat reputasi Unib sebagai institusi pendidikan yang proaktif dalam mengikuti perkembangan pendidikan internasional. “Kami berupaya memastikan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi yang baik,” katanya. Dalam konteks globalisasi, ia menilai keahlian mengajar yang diperoleh melalui PPL ASEAN sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan sektor pendidikan di masa depan.

Kolaborasi Antarnegara

FKIP Unib tidak hanya mengirimkan mahasiswa ke luar negeri, tetapi juga menerima peserta dari institusi pendidikan lain sebagai bentuk pertukaran. “Kami menjalankan skema reciprocal exchange yang melibatkan mahasiswa asing dari perguruan tinggi mitra,” ujar Rio. Dengan cara ini, Unib menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus memperkaya pengalaman akademik mahasiswa lokal.

“Selain itu, program ini meningkatkan pemahaman terhadap keberagaman budaya dan nilai-nilai pendidikan di Asia Tenggara,” tutur Rio. “Ini sangat relevan dalam menghadapi era pendidikan yang semakin inklusif dan multikultural.”

Kegiatan PPL ASEAN dianggap sebagai bagian penting dari peningkatan kualitas guru. Mahasiswa yang ikut program ini akan memperoleh pengalaman langsung mengajar, terutama di sekolah-sekolah dengan kurikulum dan metode yang berbeda. “Kemampuan beradaptasi dan komunikasi internasional adalah kunci untuk menjadi guru yang kompeten di lingkungan global,” kata Rio. Dengan melibatkan sekolah-sekolah di luar negeri, program ini juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis.

Sebagai bagian dari upaya internasionalisasi, FKIP Unib terus memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan lain. Selain Malaysia dan Thailand, pihaknya juga terus membangun hubungan dengan negara-negara ASEAN lainnya. “Kami berharap program ini bisa menjadi model bagi universitas lain di Indonesia,” ujar Rio. Dengan demikian, pendidikan di negeri ini tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pada pengalaman praktis yang bermanfaat untuk karier para alumni.

Menurut data FKIP Unib, partisipasi mahasiswa dalam program PPL ASEAN memberikan dampak positif terhadap pengembangan profesional. Banyak mahasiswa yang menganggap pengalaman ini sebagai bentuk pembelajaran yang unik, karena mereka bisa membandingkan sistem pendidikan lokal dengan pendekatan internasional. “Ini memberi mereka wawasan lebih luas dan pengalaman yang berharga,” tutur Rio. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan