Kapal Pandudewanata droping logistik bantuan ke Batang Dua

Kapal Pandudewanata Mengirimkan Bantuan Logistik ke Batang Dua

Ternate – Sebuah kapal milik Basarnas, yaitu KN SAR 237 Pandudewanata, digunakan untuk mengirimkan bantuan logistik ke Pulau Batang Dua. Kerja sama ini dilakukan oleh Kantor SAR Ternate dengan BNPB, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta Pemerintah Kota Ternate. Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa kapal tersebut membawa berbagai jenis bantuan dari BNPB, Pemprov Malut, Pemkot Ternate, serta organisasi lain seperti BPBD Kota Ternate, Wasana Sentra Bahagia Ternate, Dinas Sosial, Harita Nickel, dan institusi terkait.

Komitmen Pemerintah untuk Penanganan Bencana

Iwan menyatakan bahwa Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, dan Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, telah menegaskan dukungan pemerintah untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi. Koordinasi melibatkan pihak daerah, seperti TNI/Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, BMKG, PUPR, serta perusahaan telkom dan relawan. Menurutnya, bantuan logistik meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, susu kental manis, air mineral, makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan bayi yang akan dibagikan kepada warga terdampak di Kecamatan Batang Dua.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Bantuan logistik ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar kondisi kembali normal secepat mungkin,” ujar Iwan.

Posko Darurat Laporkan Data Pengungsi

Sebelumnya, Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, memimpin langsung kunjungan ke Pulau Batang Dua, didampingi Forkopimda Kota Ternate dan instansi terkait. Posko Darurat Bencana Gempa Bumi Kota Ternate, Malut, menyebutkan hingga hari keenam setelah gempa, jumlah pengungsi di Kecamatan Batang Dua mencapai 1.966 orang dari 568 kepala keluarga. Mereka masih mengungsi karena trauma akibat gempa yang terjadi di perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 07.48 WIT, yang disertai peringatan dini tsunami.

“Pengungsi terutama berada di Kecamatan Batang Dua karena wilayah tersebut sangat dekat dengan pusat gempa,” tutur Rizal Marsaoly, Ketua Posko Tanggap Darurat.

Rizal menambahkan bahwa enam kecamatan di Kota Ternate terkena dampak gempa, tetapi wilayah terparah adalah Batang Dua. Banyak bangunan rumah warga serta tempat ibadah, seperti gereja, dilaporkan rusak parah. Bantuan logistik diharapkan dapat membantu warga dalam memulihkan kehidupan sehari-hari.