Jamaah wafat bertambah – haji Aceh wafat di Madinah akibat komplikasi

IMG-20260526-WA0018

Jamaah Wafat Bertambah, Haji Aceh Wafat di Madinah Akibat Komplikasi

Jamaah wafat bertambah – Banda Aceh – Jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi akibat kondisi kesehatan kembali naik, mencapai 10 orang. Menurut Ketua Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, terdapat satu jamaah yang wafat di Madinah hari ini, sehingga total keseluruhan menjadi 10. Ia menjelaskan, jamaah yang meninggal terakhir berasal dari Kloter 04, Kota Langsa, dan dimakamkan di Jannatul Baqi setelah menghembuskan napas terakhir di Al Haram Hospital pada Senin (15/6).

“Hari ini seorang haji Aceh meninggal dunia di Madinah, jumlah keseluruhan sampai sekarang sudah 10 orang,” ujar Arijal di Banda Aceh, Selasa.

Dalam perjalanan ke Tanah Suci, beberapa jamaah Aceh mengalami komplikasi medis. Sebelumnya, sembilan jamaah telah meninggal, termasuk Muhammad Yusuf bin Nafi dari Kloter 08 asal Kabupaten Bireuen, yang wafat di Madinah pada Minggu (14/6) dan dimakamkan di lokasi yang sama. Kloter lain seperti Kloter 10 dari Kabupaten Pidie juga melaporkan kasus kematian, di mana Nurdin Ali (69) meninggal di Hotel Burj Al Wahda Al Mutamayiz Makkah pada Sabtu (6/6) akibat serangan jantung.

Beberapa jamaah dari Kloter 02 Kabupaten Aceh Besar, Mahdi Muhammad Sufi (60), wafat di RS King Abdul Aziz karena menderita penyakit ginjal. Sementara itu, Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh (74) dari Kloter 10 Pidie meninggal di King Abdul Aziz Hospital pada Minggu (31/5). Sulasry Abdul Gani (74) dari Kloter 05 Bireuen juga tidak berpulang di Hotel Burj Al Wahda Almutamayiz Makkah pada hari yang sama.

Di sisi lain, Aminah Ahmad (76) dari Kloter 13 Pidie Jaya wafat di Sheefa Hospital pada Sabtu (30/5), sementara Siti Salmijah (83) dari kloter yang sama meninggal di RS Mina Al Wadi pada Kamis (28/5). Maimunah Yusuf Ali (72) dari Kloter 13 Aceh Tamiang dan Nurwaida Muhammad Yusuf (76) dari Kloter 08 Bireuen pun sempat meninggal pada Selasa (26/5), sebelum kembali ke Tanah Air.

Arijal menambahkan, jamaah haji Aceh yang wafat di Makkah telah dimakamkan di dua tempat berbeda. Pemakaman Syariah serta Saraya Suhada Al Haram menjadi lokasi pembaruan jenazah. Sementara jamaah yang wafat di Madinah langsung dimakamkan di Jannatul Baqi. Selain itu, ia menyebutkan bahwa hingga saat ini ada 11 jamaah Aceh yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, baik di wilayah Makkah maupun Madinah.

Proses Pengembalian dan Pengaturan Jamaah

Pengembalian jamaah haji Aceh ke Tanah Air dimulai sejak 15 Juni dan berlangsung hingga 30 Juni 2026. Kloter pertama dari Kota Banda Aceh, sebanyak 393 orang, telah tiba di Asrama Haji. Kloter-kloter berikutnya terus mengikuti, memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Arijal menyatakan bahwa PPIH terus memantau kesehatan jamaah yang masih berada di Arab Saudi, termasuk mereka yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Kematian jamaah haji Aceh di Arab Saudi menimbulkan perhatian terhadap kesiapan pihak penyelenggara. Meski jumlah yang meninggal relatif kecil dibandingkan total jamaah, tetapi setiap kejadian dianggap penting untuk memastikan sistem kesehatan dan logistik tetap optimal. Arijal menegaskan bahwa tim medis bekerja sama dengan PPIH mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap risiko kesehatan selama perjalanan.

Dari data yang diberikan, penyebab kematian jamaah haji Aceh terbagi dalam beberapa kategori. Selain komplikasi, serangan jantung dan penyakit ginjal juga menjadi penyebab utama. PPIH mencatat bahwa ada perbedaan pola kesehatan antara jamaah yang wafat di Makkah dan Madinah. Di Makkah, kloter yang wafat sering kali ditemani oleh keluarga sebelum dibawa ke kota lain, sementara di Madinah, proses pemakaman langsung dilakukan setelah meninggal.

Perkembangan ini juga memicu perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu, jumlah kematian haji Aceh mencapai kurang dari 10, sementara tahun ini ada peningkatan meski di bawah ekspektasi. Arijal menyatakan bahwa kematian selama ibadah haji adalah risiko yang tak terhindarkan, tetapi upaya pencegahan terus dilakukan.

Peran PPIH dalam Mengelola Kematian Jamaah

PPIH berperan aktif dalam mengatur proses penguburan dan pemakaman jamaah haji Aceh. Setiap jenazah yang meninggal di Arab Saudi diproses sesuai protokol yang berlaku, termasuk koordinasi dengan pihak berwenang di sana. Selain itu, tim juga memberikan duk