Historic Moment: Sekdaprov pastikan seluruh fasilitas MTQ Ke-40 Sumut siap digunakan
Pemerintah Sumut Pastikan Kesiapan Fasilitas MTQ Ke-40 untuk Tahun 2026
Historic Moment – Di Kota Medan, Penjabat Sekretaris Daerah Sumatera Utara Sulaiman Harahap menyatakan bahwa seluruh infrastruktur dan fasilitas untuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-40 tingkat provinsi akan siap digunakan. Inspeksi langsung ke lokasi acara dilakukan Harahap di Lapangan Astaka, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (15/6) lalu. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa semua aspek kebutuhan peserta dan pengunjung telah dipersiapkan secara memadai.
Proses Persiapan MTQ Ke-40 di Lapangan Astaka
Sulaiman Harahap menegaskan bahwa fasilitas di arena perlombaan, termasuk sarana pendukung seperti tempat parkir, klinik medis, dan area istirahat, telah diperbaiki dan ditingkatkan. “Kami telah menyelesaikan pengujian terhadap setiap elemen infrastruktur, baik untuk kegiatan lomba maupun keperluan pengunjung,” ujarnya. Pemimpin acara ini juga mengapresiasi kerja sama tim panitia dalam menyelesaikan persiapan sebelum jadwal pembukaan resmi MTQ Ke-40 yang ditetapkan pada Senin malam, 15 Juni 2026.
Dalam wawancara, Harahap menyampaikan bahwa acara akan berlangsung tanpa hambatan, dengan alur yang terjaga rapi. “Fasilitas telah dites secara berkala, termasuk sistem pendingin udara dan pencahayaan di area utama,” tambahnya. Ia menekankan bahwa kenyamanan peserta menjadi prioritas, terutama dalam menjaga suasana yang kondusif selama kegiatan berlangsung.
Peran UMKM dan Penyesuaian untuk Cuaca Tak Menentu
MTQ Ke-40 Sumut menampilkan keberagaman dengan delapan cabang lomba yang melibatkan 28 golongan perlombaan. Sebanyak 1.109 peserta dari 28 kabupaten/kota se-Sumut akan berpartisipasi dalam event ini, yang merupakan ajang penting untuk memperkuat semangat keagamaan masyarakat. “Kami juga memastikan kehadiran UMKM sebagai bagian dari kegiatan, agar ekonomi lokal terdongkrak,” kata Harahap.
“Saya meminta panitia pastikan ketersediaan toilet umum yang memadai, menjaga kebersihan fasilitas pendukung, serta menata stan UMKM yang turut meramaikan kegiatan ini,” tutur Sulaiman Harahap.
Dalam rangka meningkatkan pengalaman peserta, Harahap menyebutkan bahwa sistem penyediaan air minum dan makanan ringan juga telah diatur secara terstruktur. “Kami memastikan kebutuhan dasar para peserta selama acara berlangsung, termasuk pengaturan tempat tidur dan bantuan medis di setiap titik,” jelasnya. Selain itu, organisasi panitia telah mempersiapkan tenda pengaman untuk menghadapi cuaca yang terkadang tidak stabil.
Harahap juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan venue utama, termasuk penggunaan alat perlindungan diri (APD) untuk peserta dan juri. “Cuaca belakangan ini tidak dapat diprediksi, jadi kita harus siapkan langkah antisipasi sejak awal,” katanya. Ia menambahkan bahwa seluruh panitia telah menerima instruksi untuk memastikan kenyamanan peserta, termasuk pengaturan jalur evakuasi dan posko darurat di beberapa titik.
Harapan Gubernur Sumut dan Tema MTQ Ke-40
Pelaksanaan MTQ Ke-40 Sumut diharapkan menjadi momentum untuk menyebarluaskan nilai-nilai Al-Qur’an secara kontinu. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dalam pidatonya setelah melantik pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut periode 2026-2030, menyampaikan bahwa MTQ tidak hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga sarana edukasi berkelanjutan. “Tema ini menggambarkan komitmen kita untuk menghadirkan tilawah yang harmonis, sekaligus tekad bersama dalam mendorong keberkahan di Sumut,” ujarnya.
“Kami tidak ingin MTQ jadi ajang seremonial, bukan suksesi gubernur atau sekadar pagelaran tahunan. Yang paling penting bagaimana MTQ benar-benar menjadi sarana syiar Alquran di Sumatera Utara,” ucap Bobby Nasution usai melantik pengurus LPTQ dan Dewan Hakim MTQ Ke-40 di Kantor Gubernur Sumut, Ahad (14/6).
Event ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekompakan masyarakat dalam membangun Sumut. Bobby menekankan bahwa pelaksanaan MTQ harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memperkuat iman dan taqwa. “Kegiatan ini harus menjadi bagian dari rutinitas kehidupan masyarakat, bukan hanya momen sejenak,” tambahnya.
Persiapan Khusus untuk Event Luas
MTQ Ke-40 akan berlangsung di tiga lokasi utama, yaitu Lapangan Astaka, Aula Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumut, serta Kampus UIN Sumatera Utara. Harahap menyebutkan bahwa setiap area telah dihiasi dengan tata letak yang terukur, termasuk pencahayaan ekstra dan kenyamanan bagi peserta. “Kami juga mengoptimalkan aksesibilitas, agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan manfaat dari acara ini,” jelasnya.
Dalam persiapan tersebut, Harahap memastikan bahwa panitia sudah melakukan koordinasi dengan pihak berwenang setempat. “Kerja sama antara pemerintah daerah, LPTQ, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan MTQ Ke-40,” tambahnya. Pemimpin LPTQ Sumut yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekdaprov ini menegaskan bahwa acara akan menghadirkan berbagai inovasi dalam penyampaian nilai-nilai keagamaan.
MTQ Ke-40 akan menjadi ajang paling besar sejak diluncurkannya program ini
