Kebijakan Baru: Askrindo perluas bisnis ke Kabupaten Bone, Sulsel
Askrindo perluas bisnis ke Kabupaten Bone, Sulsel
Jakarta – Perusahaan asuransi kredit Indonesia, Askrindo, mengumumkan ekspansi bisnisnya ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama penjaminan suretyship dan asuransi umum dengan pemerintah setempat. Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat perlindungan terhadap kegiatan ekonomi lokal, khususnya UMKM. Kami percaya, solusi penjaminan dan asuransi yang disediakan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan ekosistem pembiayaan yang inklusif,” ujar Fankar.
Plt Kepala Kantor Regional VII Askrindo, Ceri Fertiliawan, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya untuk mengembangkan bisnis, tetapi juga sebagai respons terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, meningkatnya aktivitas ekonomi dan belanja pemerintah memunculkan kebutuhan akan instrumen mitigasi risiko yang lebih efektif.
“Dengan sinergi antara Askrindo dan pemerintah, kita bisa memastikan layanan asuransi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ini akan menjadi dorongan penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Ceri.
Fertiliawan menambahkan bahwa kerja sama ini membuka peluang bisnis besar di wilayah Sulawesi Selatan, terutama pada sektor suretyship. Karena adanya peningkatan permintaan penjaminan untuk proyek pemerintah daerah, potensi pengembangan juga terlihat pada produk asuransi mikro seperti Asuransi Mikro Usahaku dan Asuransi Bahari yang ditujukan pada pelaku usaha lokal.
Kedepannya, kerja sama ini diharapkan bisa diperluas ke berbagai produk lain, termasuk asuransi kecelakaan diri dan solusi proteksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami optimis bahwa layanan yang disediakan akan semakin dekat dengan kebutuhan pelaku usaha, sekaligus meningkatkan penyebaran produk asuransi yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi lokal,” kata Ceri.

