Ekonom prediksi ekonomi RI 2026 tumbuh di atas proyeksi Bank Dunia

Ekonom Prediksi Ekonomi RI 2026 Tumbuh Di Atas Proyeksi Bank Dunia

Menurut Wijayanto Samirin dari Universitas Paramadina, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih berpeluang melebihi proyeksi yang dikeluarkan Bank Dunia. Meski demikian, menembus tingkat lima persen tampaknya sulit tercapai, terutama di tengah kondisi ketidakpastian global saat ini.

Proyeksi Bank Dunia

Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,8 persen menjadi 4,7 persen. Menurut Wijayanto, perubahan ini mencerminkan kehati-hatian terhadap risiko eksternal yang mengancam stabilitas ekonomi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Saya rasa Indonesia akan tumbuh di atas proyeksi World Bank, tetapi sulit untuk bisa tembus lima persen,” ujar Wijayanto kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Faktor Penentu Pertumbuhan

Menurut analisis Wijayanto, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 diperkirakan masih bisa mencapai sekitar 5,5 persen. Hal ini didorong oleh faktor musiman, seperti kegiatan Natal dan Tahun Baru, Imlek, serta Lebaran, yang memperkuat dinamika aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, kuartal kedua hingga keempat tahun ini diperkirakan menghadapi tekanan akibat menurunnya daya beli masyarakat, pelemahan nilai tukar mata uang, kenaikan inflasi, dan ketidakpastian global yang membuat investor bersikap menunggu. Selain itu, potensi El Nino juga bisa memperburuk situasi ekonomi.

Peran Konsumsi Domestik

Wijayanto menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi 2026 sangat bergantung pada konsumsi dalam negeri. Komponen lain seperti investasi, belanja pemerintah, dan ekspor tidak diharapkan memberikan kontribusi signifikan.

“Sektor yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan, antara lain perdagangan, keuangan, pertambangan dan hilirisasi, makanan-minuman, kesehatan, telekomunikasi, serta ritel,” tambah Wijayanto.

Dalam kondisi tersebut, beberapa sektor dianggap akan memainkan peran penting dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Meski terdapat tantangan, Wijayanto yakin kinerja domestik masih mampu mendorong pertumbuhan melebihi ekspektasi.