Hasil Pertemuan: Titiek Soeharto: Pembahasan Bulog jadi badan otonom masih berjalan

Titiek Soeharto: Rancangan Bulog Jadi Badan Otonom Masih Berlangsung

Dalam sebuah wawancara di Jakarta, Titiek Soeharto, Ketua Komisi IV DPR RI, menyampaikan bahwa diskusi mengenai rencana perubahan Perum Bulog menjadi badan otonom masih berlangsung. Ia mengatakan bahwa pembahasan ini belum selesai dan terus dijalankan bersama pemerintah. “Masih, masih (pembahasan),” ujarnya setelah mengikuti rapat kerja dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta perusahaan pangan lainnya.

Titiek menekankan bahwa keputusan akhir mengenai transformasi ini belum ditetapkan. Pihaknya menunggu instruksi resmi dari pemerintah sebelum melanjutkan proses lebih lanjut di tingkat legislatif. “Ini kan kita nunggu dari pemerintah aja bagaimana,” tambahnya. Meskipun tidak merinci langkah-langkah spesifik, ia memastikan komunikasi antara DPR dan pemerintah tetap aktif untuk mengarahkan masa depan lembaga pangan tersebut.

“Nah sekarang dalam proses penggodokan. Intinya Komisi VI juga mendorong Komisi IV untuk segera ini terwujud undang-undang tersebut,” beber Rizal di Jakarta, Rabu (21/1).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, sebelumnya menjelaskan bahwa rencana perubahan status Bulog menjadi lembaga otonom berada dalam wewenang DPR RI. Ia menegaskan bahwa revisi undang-undang pangan masih dalam proses diskusi di Komisi IV, dengan dukungan dari Komisi VI yang juga menginginkan percepatan penyelesaian. “Setelah revisi undang-undang pangan disahkan, Bulog akan otomatis menjadi badan otonom sesuai dengan aturan baru yang mengatur fungsi dan struktur lembaga pangan nasional,” lanjut Rizal.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Dalam kondisi badan otonom, Bulog akan memegang peran sebagai penyangga pasokan dan penstabil harga pangan. Tujuan utama dari transformasi ini adalah memperkuat ketahanan pangan nasional serta mencapai swasembada pangan pada tahun 2027. Bulog nantinya diharapkan mengelola sembilan bahan pokok, termasuk beras, jagung, minyak goreng, gula, telur, susu, kedelai, serta komoditas penting lainnya.

Perubahan status ini pertama kali diumumkan saat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dimulai. Dengan menjadi badan otonom, Bulog dianggap lebih fokus pada fungsi non-komersial, sehingga tidak perlu lagi mempertimbangkan aspek keuntungan atau kerugian dalam operasionalnya.