Menlu Iran kutuk serangan AS-Israel di dekat PLTN Bushehr

Menteri Luar Negeri Iran Kutuk Serangan AS-Israel di Fasilitas Nuklir Bushehr

Teheran, Sabtu (4/4) – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengkutuk serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan fasilitas nuklir Bushehr. Ia menegaskan adanya ancaman serius terhadap kawasan Asia Barat akibat tindakan tersebut.

Menurut pernyataan resmi, serangan terjadi pada pagi hari di dekat satu-satunya pusat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Iran yang masih beroperasi. Serangan ini menyebabkan kematian satu anggota personel keamanan dan merusak bangunan di lokasi tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut ini sebagai serangan keempat terhadap PLTN Bushehr sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran memanas.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Peringatan akan Dampak Radioaktif

“Israel dan AS telah menyerang fasilitas Bushehr kami sebanyak empat kali. Dampak radiasi nuklir bisa menghancurkan kehidupan di berbagai kota utama anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), bukan hanya Teheran,” tulis Araghchi di akun media sosial X.

Menurut sumber berita semiresmi Iran, Tasnim, serangan tersebut tidak mengganggu operasional PLTN Bushehr karena komponen utamanya masih utuh. Selain itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan tidak adanya peningkatan radiasi setelah serangan.

Reaksi IAEA dan Pemangkas Risiko

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyampaikan kekhawatiran atas serangan tersebut. Ia menekankan bahwa area PLTN atau sekitarnya “harus dijaga dari serangan militer,” demi mencegah kecelakaan nuklir yang berpotensi mematikan.

Grossi mengajak semua pihak untuk menahan diri dari tindakan agresif dan memperhatikan keamanan fasilitas nuklir. Serangan ini terjadi di tengah tingkat ketegangan regional yang meningkat, setelah serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu.