Kebijakan Baru: Malaysia sambut baik perkembangan positif AS-Iran

Malaysia Berharap Perdamaian AS-Iran Berhasil

Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengapresiasi kemajuan positif dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyatakan bahwa penerimaan proposal 10 poin oleh AS menjadi langkah penting, yang kemudian akan mendorong diskusi atau negosiasi di Pakistan.

“Saya dengan antusiasme penuh menerima perkembangan terbaru antara AS dan Iran, khususnya terkait usulan 10 poin yang diakui secara baik oleh pihak Amerika Serikat,” ujar Anwar dalam pernyataan lewat Telegram, Selasa.

Anwar Ibrahim berharap proses negosiasi bisa dilaksanakan secara jujur dan berkomitmen, serta menghasilkan solusi jangka panjang untuk berbagai masalah di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa kesepakatan damai hanya mungkin tercapai jika tidak ada upaya memanipulasi atau mengambil keuntungan dengan cara “dua kaki”.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Sangat vital agar usulan 10 poin tersebut diubah menjadi perjanjian perdamaian yang menyeluruh, bukan hanya bagi Iran, tetapi juga untuk Irak, Lebanon, serta Yaman. Selain itu, pihak terkait wajib memastikan berakhirnya genosida dan pelanggaran hak rakyat Palestina, khususnya di Zona Gaza,” imbuh Anwar.

Malaysia juga mengucapkan apresiasi tulus kepada Pakistan dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas peran diplomatiknya dalam membantu proses ini. Anwar menilai sikap Pakistan yang terbuka dan netral menunjukkan warisan solidaritas umat Islam serta tanggung jawab global.

Di sisi lain, melalui lembaga penyiaran Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), pihak Iran mengumumkan bahwa AS “secara prinsip” telah menerima rancangan 10 poin. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran menjelaskan bahwa usulan ini akan menjadi dasar perundingan untuk mencapai kesepakatan lebih luas, meski belum memberikan detail lengkap setiap elemennya.

Langkah Diplomasi Menjadi Titik Harapan

Menurut Anwar, kesediaan Pakistan untuk berbicara dengan semua pihak tanpa prasangka menunjukkan dedikasi dalam mempromosikan perdamaian. Ia menyatakan Malaysia siap mendukung seluruh upaya untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, negara-negara internasional diminta memastikan akses bantuan bagi korban konflik.

“Semoga ini menjadi perubahan besar menuju perdamaian abadi. Dunia tidak lagi mampu menerima hasil yang kurang memadai,” ujar Anwar.