Special Plan: Daop 6 Yogyakarta catat 72.596 penumpang saat libur Tahun Baru Islam

kai-kebak

Daop 6 Yogyakarta Catat Mobilitas Penumpang Tinggi Saat Libur Tahun Baru Islam

Special Plan – Yogyakarta menjadi salah satu kota yang mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang kereta api selama libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, yang jatuh pada Selasa (16/6). Dalam laporan terbaru, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat total 72.596 orang melakukan perjalanan melalui sistem transportasi relasinya selama masa libur tersebut. Angka ini mencerminkan respons masyarakat terhadap perayaan Tahun Baru Islam yang menjadi momen penting bagi banyak orang di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Menurut Manager Humas KAI Daop 6, Feni Novida Saragih, jumlah penumpang yang tercatat mencakup 41.612 orang yang berangkat dan 30.984 orang yang tiba di berbagai stasiun di bawah pengelolaannya hingga pukul 10.00 WIB. “Dibandingkan hari sebelumnya, ada kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sekitar 114 persen. Lonjakan ini terjadi karena peningkatan volume keberangkatan dan kedatangan yang mencapai 124 persen serta 101 persen secara berurutan,” jelas Feni dalam siaran persnya. Menurutnya, dinamika jumlah penumpang terus berlangsung karena proses pembelian tiket melalui layanan go show masih berjalan hingga tengah malam.

“Kenaikan mobilitas penumpang menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi selama libur panjang akhir pekan,” tambah Feni. Ia menyoroti bahwa perayaan Tahun Baru Islam sering kali menjadi penggerak utama aktivitas transportasi, terutama bagi keluarga yang ingin berkumpul atau melakukan perjalanan jarak jauh.

Menurut data yang dirilis, Stasiun Yogyakarta menjadi tempat dengan mobilitas penumpang terbesar, mencapai 33.883 orang dalam 24 jam. Dalam peringkat berikutnya, Stasiun Lempuyangan menempati posisi kedua dengan total 17.422 penumpang, sedangkan Stasiun Solo Balapan mencatatkan 11.878 orang. Stasiun Klaten, Purwosari, dan Wates juga berkontribusi dalam distribusi penumpang, meskipun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan tiga stasiun utama tersebut.

Langkah KAI untuk Mengatasi Kepadatan

Untuk menangani lonjakan penumpang yang terjadi, KAI Daop 6 melakukan penambahan operasi kereta api dalam rangkaian relasi tertentu. Tiga unit kereta tambahan dioperasikan, yaitu KA Sancaka Fakultatif (Yogyakarta–Surabaya Gubeng PP), KA Batavia (Solo Balapan–Gambir PP), serta KA Tambahan yang menghubungkan Yogyakarta dan Gambir PP. Feni menjelaskan bahwa pengoperasian ini bertujuan memberikan alternatif transportasi yang lebih fleksibel bagi masyarakat.

“Kereta tambahan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan pada jalur utama dan memastikan keberangkatan yang lancar bagi penumpang,” kata Feni. Ia juga menegaskan bahwa layanan ini tersedia untuk memenuhi kebutuhan perjalanan selama masa libur nasional.

Dalam wawancara terpisah, Feni mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang terjadi secara bertahap sejak beberapa hari sebelum libur dimulai. “Permintaan tiket terus meningkat, terutama untuk jadwal-jadwal yang diprediksi ramai. Kami melakukan pemantauan intensif guna memastikan ketersediaan kapasitas dan pengaturan jalur yang optimal,” tuturnya. Perusahaan juga memperketat koordinasi dengan petugas di lapangan untuk menghadapi situasi kritis di beberapa stasiun.

KAI Daop 6 berupaya memaksimalkan kenyamanan pengguna jasa dengan memperhatikan kepadatan lalu lintas di jalan raya. “Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek jadwal keberangkatan dan mengatur waktu kunjungan ke stasiun agar tidak ketinggalan kereta api,” pesan Feni. Ia menekankan bahwa situasi ini terutama terjadi pada pagi hari, saat banyak penumpang berbondong-bondong menuju stasiun untuk memulai perjalanan.

Dalam penjelasannya, Feni juga memaparkan bahwa angka mobilitas penumpang ini menunjukkan adanya trend perjalanan yang meningkat, baik untuk tujuan wisata maupun kebutuhan kebutuhan sehari-hari. “Libur Tahun Baru Islam selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, sehingga pihak KAI melakukan penyesuaian kapasitas berdasarkan data terkini,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa layanan kereta api tetap menjadi pilihan utama karena ketepatan waktu dan keamanan yang diberikan.

Kereta api juga dianggap sebagai solusi transportasi yang efisien, terutama dalam menghadapi kepadatan jalan raya. “Dengan penggunaan moda ini, masyarakat dapat menghindari kemacetan dan menikmati perjalanan yang lebih nyaman,” kata Feni. Ia menyoroti bahwa perayaan Tahun Baru Islam tidak hanya memengaruhi pergerakan penumpang dalam negeri, tetapi juga memperkuat peran KAI dalam menghubungkan wilayah-wilayah strategis di Indonesia.

Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 6 juga memberikan imbauan kepada para pelanggan untuk memanfaatkan layanan tiket secara terencana. “Tiket dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi perusahaan, atau mitra penjualan yang terdaftar. Selain itu, masyarakat diminta untuk mengikuti informasi terbaru terkait jadwal dan perubahan status layanan,” terang Feni. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memastikan keberhasilan operasional selama masa libur.

Dengan memperhatikan tren penumpang yang meningkat, KAI Daop 6 tetap siap menjaga kualitas pelayanan. “Kami berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien, terlepas dari volume penumpang yang tinggi,” tutup Feni. Peningkatan ini juga memberikan gambaran bahwa infrastruktur transportasi kereta api perlu terus ditingkatkan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat dalam era yang semakin dinamis.