Rencana Khusus: Dubes Inggris apresiasi layanan ramah lingkungan KAI Daop 6

Dubes Inggris Puji Inisiatif KAI Daop 6 dalam Pelayanan Berkelanjutan

Pada Rabu, Stasiun Yogyakarta menjadi tempat kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, His Majesty’s Ambassador Dominic Jermey CVO OBE, yang didampingi oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Ia bersama-sama dengan pihak KAI Daop 6 Yogyakarta, khususnya EVP Bambang Respationo, menyampaikan penghargaan terhadap upaya peningkatan layanan yang dilakukan oleh KAI dalam menerapkan konsep inovasi berbasis lingkungan.

Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama antara Inggris dan Yogyakarta, termasuk bidang aksi iklim serta pendidikan, sebagai bagian dari Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang dicanangkan Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer awal tahun ini. “Kemitraan tersebut telah menghasilkan langkah nyata, terutama melalui MELAJU, inisiatif infrastruktur Inggris-Indonesia, yang mempercepat transisi menuju sistem transportasi perkotaan rendah karbon dan terintegrasi,” jelas Dubes Inggris.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Kami juga mendukung upaya ketahanan iklim serta program berbasis komunitas, seperti pengelolaan sampah sirkular di Bantul dan pengembangan ekowisata serta kehutanan sosial di Kulon Progo.”

Dubes Inggris menekankan bahwa pendekatan inklusif menjadi inti dari kolaborasi ini. Hal ini mencakup kebijakan iklim yang responsif terhadap kebutuhan perempuan dan laki-laki, serta pengembangan transportasi yang mampu melayani semua kalangan masyarakat.

Replanning Stasiun Yogyakarta

Sebagai bagian dari visi keberlanjutan lingkungan, KAI Daop 6 Yogyakarta merancang penataan ulang stasiun untuk meningkatkan kapasitas dan integrasi antarmoda. “Proyek ini bertujuan memudahkan akses transportasi lanjutan, sambil memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang,” kata Bambang Respationo.

Penataan tersebut juga bertujuan menjaga nilai-nilai budaya serta kearifan lokal Yogyakarta. “KAI Daop 6 terus berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif, terpadu, serta ramah lingkungan,” tambahnya.

Inisiatif Ramah Lingkungan yang Diterapkan

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan bahwa sejumlah inovasi telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir untuk meminimalkan dampak lingkungan. Contohnya, sistem “boarding face recognition” mengurangi penggunaan kertas, sementara “water station” menyediakan air minum gratis untuk menghindari pembuangan botol plastik. Ada pula mesin pengering payung dan berbagai fasilitas lain yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Menyelenggarakan transportasi kereta api juga menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, aplikasi Access by KAI menyediakan fitur “Carbon Footprint” yang memungkinkan penumpang melacak estimasi emisi karbon selama perjalanan. “KAI Daop 6 berkomitmen mewujudkan layanan yang menyeluruh, termasuk kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan,” tutur Feni.

Langkah-langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih awal. Dubes Inggris menyoroti bahwa keberlanjutan lingkungan akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan infrastruktur transportasi di masa depan.