PEP Zona 4 tingkatkan produksi minyak lewat intervensi sumur
PEP Zona 4 Tingkatkan Hasil Produksi Minyak Melalui Aktivitas Intervensi Sumur
Di Muara Enim, Sumatera Selatan
Sebuah upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak berhasil dilakukan oleh PT Pertamina EP (PEP) Zona 4. Kegiatan ini berupa intervensi sumur (well intervention) pada LBK-29 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, dalam pernyataan resmi yang diterima ANTARA di Palembang, Sabtu, menyatakan bahwa tindakan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memaksimalkan sumur yang sudah ada, sehingga mendorong peningkatan produksi migas secara efisien.
“PEP Zona 4 tidak hanya fokus pada pengeboran sumur baru, tetapi juga melakukan pengoptimalan sumur yang telah ada agar hasil produksi bisa meningkat secara berkelanjutan, rendah risiko, dan stabil,” ujarnya.
Sebelumnya, sumur LBK-29 memiliki kemampuan produksi 205 barel minyak per hari (BOPD), namun menghentikan aliran sejak 13 Maret 2026 akibat penurunan tekanan alami reservoir. Untuk mengembalikan produktivitas, tim PEP Zona 4 melakukan intervensi antara 20 hingga 24 Maret 2026. Teknologi yang digunakan adalah artificial lifting dengan penerapan electric submersible pump (ESP).
Metode ini beroperasi dengan prinsip pompa sentrifugal, mengangkat minyak dari dasar sumur ke permukaan sebelum dialirkan ke stasiun pengumpul. Menurut Djudjuwanto, teknik tersebut dianggap efektif karena mampu menciptakan laju produksi tinggi, operasi yang lebih stabil, dan kontrol yang mudah, terutama untuk sumur dalam seperti LBK-29.
Kegiatan ini juga mendukung upaya Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Perusahaan akan terus fokus pada penemuan sumur baru dan optimasi sumur eksisting, sambil tetap menjaga standar keselamatan kerja, kesehatan, keamanan, serta lingkungan (HSSE).
“Keselamatan adalah budaya di Pertamina. Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada memastikan kesejahteraan pekerja, keamanan masyarakat, dan perlindungan lingkungan sekitar,” tambah Djudjuwanto.
Sebagai hasil intervensi, pada uji alir 24 Maret 2026, sumur LBK-29 mencapai produksi 552 BOPD dan gas 0,35 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan performa sebelumnya.

