Latest Program: Bapanas salurkan 250 ton jagung SPHP tekan biaya pakan peternak di Magetan
Bapanas Salurkan 250 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak di Magetan
Latest Program – Dari Jakarta, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perusahaan Umum Bulog (Perum Bulog) melakukan distribusi 250 ton jagung pakan melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Upaya ini bertujuan untuk meringankan beban biaya produksi para peternak unggas, yang kini menghadapi tantangan harga pakan yang terus meningkat. Menurut Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, kehadiran Bapanas dan Perum Bulog di Magetan adalah bentuk dukungan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi sektor peternakan ayam di daerah tersebut.
Program SPHP jagung pakan ini mulai berjalan hari ini, sehingga diharapkan bisa menjadi solusi bagi peternak unggas yang merasa kesulitan mengurangi biaya operasional. “Kami berkomitmen untuk memastikan distribusi jagung pakan melalui SPHP berjalan lancar dan memberi manfaat nyata kepada peternak,” tutur Maino dalam wawancara di Jakarta, Sabtu. Ia menjelaskan bahwa jagung yang disalurkan melalui program ini memiliki kualitas lebih baik dibandingkan jagung di pasaran umum, dengan kadar air yang lebih rendah dan harga terjangkau.
Perum Bulog dan Bapanas menghadirkan stok jagung pakan berkualitas tinggi di Gudang Gulun Magetan, yang sebelumnya dijual dengan harga mencapai Rp6.600 per kilogram. Namun, melalui SPHP, harga jagung pakan dikurangi menjadi maksimal Rp5.500 per kilogram. “Dengan stok yang lebih baik, peternak bisa mendapatkan bahan baku yang lebih murah dan tetap terjaga kualitasnya,” tambah Maino, yang turut menghadiri acara pelepasan distribusi pertama program tersebut di Magetan.
Penyaluran jagung SPHP dimulai dengan pembelian (PO) sebanyak 250 ton oleh dua koperasi peternak setempat. Transaksi ini telah tercatat melalui platform Klik SPHP Jagung pada Jumat (8/5), sebelumnya diakses oleh para peternak. Selain itu, alokasi jagung pakan SPHP untuk Magetan mencapai total 7.900 ton, yang akan disalurkan secara bertahap hingga akhir tahun 2026. “Hari ini menjadi awal dari distribusi nasional jagung pakan SPHP, yang diharapkan dapat meningkatkan stabilitas harga di tingkat peternak,” jelas Maino.
Pembelian jagung SPHP ini tidak hanya ditujukan untuk peternak layer, tetapi juga mencakup peternak mandiri serta usaha mikro, kecil, dan menengah. Hal ini memastikan bahwa berbagai kelompok usaha peternakan mendapatkan akses ke bahan pangan yang lebih murah. Maino menyatakan bahwa harga jagung program ini akan dijaga agar tidak melebihi Rp5.500 per kilogram, dengan pengawasan distribusi yang lebih efektif karena para asosiasi dan koperasi sudah terdaftar dalam sistem Klik SPHP Jagung.
Kerja sama antara Bapanas dan Perum Bulog ini juga berdampak pada harga telur ayam ras di Magetan. Menurut laporan yang diterima, harga telur saat ini lebih rendah dibandingkan Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram. Hingga 8 Mei 2026, harga telur di tingkat peternak berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram. “Ini menunjukkan bahwa harga telur sedang mengalami penurunan signifikan,” kata Maino.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), harga telur ayam ras di bulan April 2026 mengalami deflasi bulanan mencapai 4,29 persen. Deflasi terdalam pernah tercatat pada April 2024 sebesar 5,80 persen dan April 2025 sebesar 4,13 persen. “Produksi telur Magetan sangat berperan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Untuk itu, stabilitas harga di tingkat peternak dan konsumen perlu dipertahankan,” jelas Maino.
Bapanas juga berupaya mengatasi penurunan harga telur dengan mengkoordinasikan kerja sama dengan Badan Gizi Nasional. Langkah ini bertujuan memperkuat penyerapan telur langsung dari peternak melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) juga siap diluncurkan untuk mengalihkan pasokan telur dari daerah surplus ke wilayah yang masih mengalami defisit stok. “Program FDP akan membantu seimbangkan permintaan dan penawaran telur di berbagai daerah,” tutur Maino.
Peluncuran SPHP jagung pakan ini mendapat apresiasi dari Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti. Ia mengungkapkan harapan bahwa distribusi jagung pakan dapat menjaga keberlanjutan usaha peternak di daerahnya. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapanas dan Perum Bulog atas kontribusi mereka dalam menangani permasalahan pakan ternak,” kata Nanik, yang turut hadir dalam acara pelepasan distribusi pertama.
Program SPHP juga memperkuat kemampuan daerah dalam mengelola pasokan pangan. Jika harga jagung pakan berhasil ditekan, diharapkan biaya produksi peternak bisa berkurang, sehingga mampu bersaing di pasar. “Deflasi telur ayam ras menunjukkan permintaan yang cukup tinggi, tetapi biaya produksi masih tinggi karena kenaikan harga bahan baku seperti jagung,” tambah Nanik. Ia menekankan pentingnya keterlib
