Kebijakan Baru: Mentan: Ada negara minta impor pupuk urea RI saat Hormuz ditutup

Mentan Tegaskan Indonesia Tetap Ekspor Urea Meski Selat Hormuz Tutup

Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan bahwa tiga negara masih berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia meski Selat Hormuz sedang ditutup. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran penting sebagai produsen pupuk global. “Pupuk urea tetap diekspor karena kita menjadi produsen utama, beberapa negara sudah mengajukan permintaan,” ujar Mentan saat mengunjungi Gudang Bulog Panaikang, di Makassar, Minggu.

Mentan belum menyebutkan negara-negara yang meminta impor urea, karena proses negosiasi masih berjalan. Ia berharap kesepakatan nantinya bisa memberikan manfaat lebih besar bagi negara. “Negosiasi sedang berlangsung, supaya harga lebih kompetitif,” tambah Amran.

“Kita akan ekspor (pupuk) urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta,”

Menteri Pertanian juga mengatakan pemerintah telah memastikan pasokan pupuk nasional tetap stabil sejak awal tahun. Hal ini dilakukan melalui pembelian bahan baku, sehingga stok pupuk masih terjaga hingga saat ini.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Langkah strategis ini dianggap sebagai bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki visi jangka panjang. Menurut Mentan, Presiden memiliki kemampuan tajam dalam menjaga ketahanan sektor pertanian, termasuk memastikan akses bahan produksi meski kondisi global terus berubah.

Dalam hal pangan, Mentan menegaskan bahwa situasi di Timur Tengah tidak memengaruhi harga beras di Indonesia. Stok beras nasional mencapai 4,5 juta ton, mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan. “Ketersediaan beras saat ini aman, tidak ada gangguan signifikan,” tutur dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan ekspor pupuk urea tetap dilakukan selama kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Prioritas utama adalah menjaga pasokan dan stabilitas untuk sektor pertanian nasional.