Hasil Pertemuan: Dirut Bulog sebut anggaran serap gabah dan jagung capai Rp68,6 triliun
Dirut Bulog sebut anggaran serap gabah dan jagung capai Rp68,6 triliun
Di Jakarta, Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa total anggaran untuk penyerapan gabah serta jagung pakan, sesuai perintah pemerintah, telah mencapai Rp68,6 triliun. “Total anggaran untuk penyerapan gabah, kedelai, dan jagung mencapai Rp68,6 triliun,” ujarnya setelah menghadiri rapat percepatan realisasi pendanaan penyerapan gabah setara beras di kantor Bulog Jakarta, Senin lalu.
Total anggaran untuk penyerapan gabah, kedelai, dan jagung mencapai Rp68,6 triliun,” ujarnya setelah menghadiri rapat percepatan realisasi pendanaan penyerapan gabah setara beras di kantor Bulog Jakarta, Senin lalu.
Anggaran ini bertujuan memastikan penyerapan hasil panen petani lokal berjalan optimal, sehingga pasokan pangan nasional tetap stabil tanpa ketergantungan impor. Pada kesempatan tersebut, Bulog melaporkan bahwa penyerapan beras sampai 13 April 2026 telah mencapai 48,7 persen dari target 4 juta ton yang ditentukan pemerintah.
Capaian tersebut setara dengan sekitar 1,9 juta ton beras yang berhasil diserap sepanjang periode berjalan pada awal tahun 2026 hingga pertengahan April. Bulog mencatat bahwa stok beras yang dimiliki mencapai 4,727 juta ton, dengan proyeksi akan mencapai 5 juta ton segera setelah percepatan penyerapan gabah dari petani.
Kebijakan ini didasarkan pada Inpres Nomor 4 Tahun 2026 yang membahas pengadaan dan pengelolaan gabah/beras dalam negeri, serta penyaluran cadangan beras pemerintah selama 2026-2029. Pemerintah menetapkan target penyerapan gabah setara beras sebesar 4 juta ton tahun ini, meningkat dari 3 juta ton di tahun sebelumnya.
Bulog berkomitmen untuk mencapai target penyerapan tahun ini pada akhir Juli mendatang. Selain itu, pemerintah menetapkan harga beli pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kg untuk memastikan stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Bulog juga diberikan tugas menyerap jagung pipil kering sebanyak 1 juta ton sebagai upaya memperkuat cadangan pangan komoditas strategis. Penugasan

