Rencana Khusus: Iran Setop Ekspor Pangan, PKB Minta RI Perkuat Produksi Dalam Negeri

Iran Setop Ekspor Pangan, PKB Minta RI Perkuat Produksi Dalam Negeri

Dalam wawancara dengan media, Kamis (5/3/2026), anggota Komisi IV DPR dan Ketua DPP PKB, Daniel Johan, memberikan tanggapan terhadap kebijakan pemerintah Iran yang memutus impor bahan pangan dan pertanian akibat situasi perang. Menurutnya, tindakan tersebut bisa menyebabkan gelombang dampak global, termasuk pada pasokan barang di Indonesia.

“Wilayah ini sangat berkaitan dengan pasokan energi dan pupuk dunia. Jika konflik memanas, harga minyak dan biaya logistik cenderung naik. Hal ini bisa memengaruhi ongkos produksi pertanian, pakan, distribusi, hingga harga pangan di tingkat konsumen,” ujarnya.

Penguatan Produksi Dalam Negeri

Menurut Daniel, pemerintah Indonesia perlu memperkuat produksi pangan secara lokal. Ia menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada impor, terutama untuk komoditas kritis. “Ketersediaan pupuk, benih, dan pendanaan bagi petani harus dipastikan. Selain itu, stabilitas harga energi juga harus dijaga agar biaya produksi tidak melonjak tajam,” terangnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Antisipasi Gejolak Global

Daniel juga meminta pemerintah memperhatikan efek dari ketidakstabilan global. Ia menyarankan penguatan cadangan pangan nasional serta optimalisasi hasil panen petani. “Distribusi harus dikelola dengan baik agar tidak ada spekulasi atau penimbunan. Koordinasi antar kementerian sangat diperlukan untuk menjaga konsistensi kebijakan energi, perdagangan, dan pertanian,” imbuhnya.

Kebijakan larangan ekspor produk pangan dan pertanian oleh Iran diumumkan pada hari keempat perang melawan AS dan Israel. Pernyataan tersebut dilakukan sejak serangan oleh kumpulan pasukan tersebut berlangsung. “Ekspor seluruh barang pangan dan pertanian telah dilarang hingga ada pengumuman lebih lanjut,” kata pemerintah Iran seperti dilaporkan oleh Tasnim dan AFP.

Penyesuaian Prioritas Pasokan

Iran kini fokus pada pemasokan kebutuhan pokok bagi warga dalam negeri. Rencana darurat telah aktif sejak hari pertama serangan, yaitu Sabtu (28/2). “Pasokan barang penting bagi masyarakat menjadi prioritas utama,” sambung pernyataan resmi pemerintah Iran.

Dalam rangkaian berita lain, rudal Iran disebutkan sempat diarahkan ke Siprus, bukan Turki, sebagai dampak dari serangan oleh NATO. Hal ini menunjukkan perubahan arah strategi Iran dalam konteks konflik saat ini.

Halaman 2 dari 2

ekspor pangan iran, ketahanan pangan, stabilitas harga, perang iran