Timnas esports optimistis hadapi persaingan PUBG Mobile SEA ENC 2026

Tim Nasional Esports Indonesia Optimistis Menghadapi Tantangan PUBG Mobile di SEA ENC 2026

Timnas esports optimistis hadapi persaingan PUBG – Dari Jakarta, Tim Nasional Esports Indonesia menunjukkan sikap optimistis menghadapi tantangan kompetisi PUBG Mobile pada SEA Esports Nations Cup (ENC) 2026. Kepala pelatih tim, Richard Permana, mengungkapkan bahwa kepercayaan terhadap pemain utama Alan Raynold Kumaseh menjadi fondasi utama dalam persiapan menghadapi laga yang dianggap sebagai ajang bergengsi di tingkat regional. “Kami cukup yakin dengan kemampuan Alan,” kata Richard dalam wawancara singkat dengan ANTARA, Jumat (5/5). Ia menambahkan, pemain ini telah menjalani persiapan intensif bersama rekan-rekan atlet profesional Indonesia sebelum berangkat ke Vietnam, tempat penyelenggaraan acara.

Persiapan dan Kinerja Alan Raynold Kumaseh

Richard mengatakan, Alan telah menunjukkan performa yang stabil dalam latihan, terutama dalam mode solo. “Kami melibatkan sejumlah atlet profesional Indonesia untuk memperkuat persiapan Alan,” imbuhnya. Pemain ini dianggap memiliki keunggulan dalam menghadapi pertandingan individu, berdasarkan pengalaman sebelumnya dalam berbagai ajang nasional maupun internasional. Dalam beberapa sesi latihan, Alan mampu mempertahankan tingkat konsistensi yang cukup baik, terutama dalam mengelola situasi pertempuran dan strategi permainan.

“Berbekal latihan yang cukup intens, Alan menunjukkan kemampuan bermain yang terus meningkat. Kami percaya dia bisa menghadapi tantangan di SEA ENC 2026,” ujar Richard.

Menurut pelatih, kehadiran Alan di tim nasional tidak hanya bergantung pada keahliannya dalam mode solo, tetapi juga pada kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi pertandingan. “Pada SEA Games 2021 di Hanoi dan SEA Games 2023 di Kamboja, Alan sudah menorehkan medali perak sebagai bukti konsistensinya,” lanjut Richard. Hal ini diyakini menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi yang lebih kompleks dan bersaing.

Pengembangan Tim untuk Mode Duo

Sementara itu, untuk mode duo, Richard mengakui bahwa tim masih dalam proses menemukan ritme terbaik. Meski demikian, beberapa sesi latihan telah menunjukkan kemajuan positif. “Pertandingan satu-dua kali sudah menunjukkan hasil yang memuaskan, tapi masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki,” jelas Richard. Tim PUBG Mobile Indonesia juga diperkuat oleh Fazriel Haikal Aditya, yang ditempatkan sebagai bagian dari strategi tim untuk memperkuat daya tahan di babak berpasangan.

“Untuk mode duo, kami masih mencari tahu bagaimana mereka bisa bekerja sama dengan lebih baik. Tapi beberapa pertandingan sudah menunjukkan peningkatan,” tutur Richard.

Pelatih menekankan bahwa keberhasilan dalam mode duo akan bergantung pada komunikasi dan koordinasi antar anggota tim. “Fazriel dan Alan memiliki gaya bermain yang berbeda, tapi keduanya bisa saling melengkapi,” katanya. Di sisi lain, Richard memastikan bahwa semua anggota tim, termasuk Fazriel, telah menjalani latihan bersama untuk membangun kesatuan dalam pertandingan dua pemain.

Perubahan Struktur Persaingan dan Target Tim

Dengan adanya perubahan dalam struktur kompetisi, Richard mengatakan bahwa jumlah peserta PUBG Mobile SEA ENC 2026 sekarang terbatas. “Thailand tidak ikut, jadi hanya 10 negara yang akan berlaga,” katanya. Daftar negara peserta mencakup Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Timor Leste, Vietnam, dan Indonesia. “Pertandingan sekarang lebih padat karena hanya 20 atlet yang terlibat, jadi setiap peserta harus bermain maksimal,” tambah Richard.

“Dengan menghadapi 10 negara, kami harus mempersiapkan strategi yang tepat untuk meminimalkan risiko kehilangan poin eliminasi sejak awal pertandingan,” kata Richard.

Richard menilai bahwa kurangnya jumlah negara peserta justru memberi peluang untuk menghadapi setiap lawan secara lebih fokus. “Pertandingan hanya berlangsung selama empat hari, jadi tim harus segera menemukan pola permainan yang sesuai dengan kondisi turnamen,” ujarnya. Selain itu, ia juga menekankan bahwa setiap pertandingan menjadi momen kunci untuk mengevaluasi kemajuan tim.

Strategi Adaptasi dan Harapan Besar

Richard meminta para pemain untuk segera beradaptasi dengan sistem kompetisi yang baru. “Karena pertandingan hanya empat solo dan empat duo, mereka harus mampu menyesuaikan diri dari awal tanpa kesalahan besar,” katanya. Ia berharap pengalaman latihan yang telah mereka lalui bisa langsung teraplikasikan saat berlaga. “Kami menunggu hasil latihan mereka, tapi harapan kami adalah mereka bisa tampil optimal sejak pertama kali memasuki arena,” imbuh Richard.

“Dengan pertandingan yang terbatas, kami membutuhkan respons cepat dari para atlet. Konsistensi adalah kunci utama untuk meraih posisi terbaik,” katanya.

Tim Indonesia juga ditargetkan mampu membangun dominasi sejak awal laga. “Mereka harus agresif dan mengumpulkan poin eliminasi secara maksimal,” kata Richard. Dalam beberapa sesi latihan, pemain telah menunjukkan sikap proaktif dalam mengambil inisiatif, sesuatu yang dianggap penting untuk menghadapi lawan yang mungkin lebih kuat. “Kami berharap kepercayaan diri mereka terus meningkat selama persiapan,” tutur pelatih.

Di sisi lain, Richard mengungkapkan bahwa persaingan di PUBG Mobile SEA ENC 2026 dianggap lebih menantang dibandingkan turnamen sebelumnya. “Banyak negara yang memiliki tim kuat, jadi kami harus selalu siap menghadapi tekanan,” katanya. Ia menambahkan bahwa latihan intensif akan terus dilakukan hingga hari H untuk memastikan performa terbaik. “Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dalam level internasional,” tutur Richard.

Dengan penampilan maksimal di dua mode pertandingan, Tim Nasional Esports Indonesia diharapkan bisa mengharumkan nama Indonesia dalam kancah esports Asia Tenggara. “Target kami adalah meraih peringkat teratas, tapi kami juga ingin menunj