Special Plan: Kementerian Pariwisata sambut rencana restorasi Candi Prambanan

khrisna-edit-1783674884-38be763717

Special Plan: Restorasi Candi Prambanan Diperkuat Kolaborasi Indonesia-India

Langkah Strategis Melestarikan Warisan Dunia UNESCO

Special Plan – Jakarta mencatat perkembangan signifikan dalam upaya pelestarian warisan budaya nasional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kementerian Pariwisata secara resmi menyambut baik rencana pelaksanaan restorasi dan konservasi kompleks Candi Prambanan yang merupakan salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Asia Tenggara. Program ambisius ini akan dijalankan melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah India, sebuah kerja sama yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi pada hari Rabu tanggal 8 Juli lalu.

Candi Prambanan merupakan salah satu kompleks candi Hindu terbesar dan paling megah yang terletak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta serta Jawa Tengah. Kompleks ini telah lama menjadi ikon pariwisata Indonesia yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara dari berbagai penjuru dunia. Sebagai situs warisan dunia UNESCO, Candi Prambanan menyimpan nilai historis dan budaya yang sangat tinggi bagi bangsa Indonesia.

Dengan adanya restorasi dan konservasi, selain memperkuat keberadaan Candi Prambanan sebagai situs sejarah, juga akan meningkatkan kualitas keberadaannya sebagai daya tarik wisata.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, kepada ANTARA di Jakarta pada hari Jumat. Pernyataan ini menegaskan pentingnya program restorasi dalam memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik minat wisatawan dari berbagai negara. Special Plan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor pariwisata nasional.

Dukungan Kementerian dan Pengembangan Paket Wisata

Nia menjelaskan bahwa Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Kebudayaan akan memberikan dukungan penuh terhadap upaya restorasi dan konservasi Candi Prambanan. Dukungan ini akan diberikan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing kementerian. Kementerian Pariwisata khususnya akan fokus pada pengembangan Candi Prambanan serta daerah-daerah di sekitarnya sebagai destinasi pariwisata yang semakin menarik bagi wisatawan lokal maupun internasional.

Lebih lanjut, Nia menguraikan bahwa Kementerian Pariwisata akan merancang berbagai paket layanan wisata yang komprehensif. Paket-paket tersebut mencakup wisata kebugaran serta wisata sejarah dan budaya yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen wisatawan. Melalui paket-paket ini, wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan arsitektur Candi Prambanan, tetapi juga merasakan pengalaman otentik di destinasi wisata Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Target Penyelesaian Proyek dan Proyeksi Kunjungan Wisatawan

Pemerintah Indonesia dan India telah sepakat untuk berkolaborasi secara intensif dalam merestorasi kompleks Candi Prambanan. Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan komitmen bahwa seluruh proses restorasi Candi Prambanan akan diselesaikan sebelum tahun 2029. Sebagai bentuk komitmen, dia berjanji akan kembali ke Indonesia setelah proyek restorasi candi tersebut rampung sepenuhnya. Special Plan ini diharapkan dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia internasional.

Perdana Menteri Narendra Modi juga menyatakan keyakinannya bahwa jumlah wisatawan dan peziarah dari India yang mengunjungi Candi Prambanan akan mengalami peningkatan signifikan setelah kompleks candi selesai direstorasi. Hal ini sejalan dengan semakin kuatnya hubungan bilateral antara kedua negara yang telah berlangsung selama beberapa dekade terakhir.

Statistik Kunjungan Wisatawan India Menuju Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren positif dalam kunjungan wisatawan mancanegara dari India ke Indonesia. Selama tahun 2023, jumlah kunjungan mencapai 606.439 orang. Angka ini meningkat menjadi 710.207 kunjungan pada tahun 2024. Kemudian, pada tahun 2025, jumlah kunjungan tercatat sebesar 734.490 orang, menunjukkan pertumbuhan yang konsisten setiap tahunnya.

Sebagian dari tren positif tersebut terlihat pada periode Januari sampai Mei 2026. Menurut data BPS, angka kunjungan wisatawan India ke Indonesia mencapai 298.450 kunjungan dalam lima bulan pertama tahun tersebut. Berdasarkan data ini, Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan dari India ke Indonesia sepanjang tahun 2026 bisa mencapai angka antara 750 ribu sampai 820 ribu kunjungan. Target ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap potensi pariwisata Indonesia yang semakin berkembang, sekaligus menjadi bukti keberhasilan Special Plan dalam menarik minat wisatawan India.