Pasaman Barat peroleh dana revitalisasi sekolah terdampak bencana alam
Program Revitalisasi Sekolah di Pasaman Barat Menjangkau Dua Puluh Lima Institusi Pendidikan
Pasaman Barat peroleh dana revitalisasi sekolah – Simpang Empat menjadi saksi atas penyerahan dana revitalisasi yang signifikan bagi sektor pendidikan di wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat. Pemerintah daerah setempat berhasil mengamankan alokasi anggaran sebesar Rp17,93 miliar yang diperuntukkan bagi perbaikan dan pembaruan infrastruktur sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam. Jumlah ini mencakup dua puluh lima unit sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, dari total dua puluh lima sekolah yang menerima bantuan, sebanyak delapan belas unit saat ini tengah menjalani proses pengerjaan fisik. Capaian pekerjaan secara rata-rata telah menyentuh angka lima puluh persen, menunjukkan progres yang cukup baik dalam pelaksanaan revitalisasi. Sementara itu, tujuh sekolah lainnya masih berada pada tahap penyelesaian perjanjian kerja sama sebagai persiapan awal sebelum pekerjaan dimulai secara intensif.
Mekanisme Pencairan dan Sistem Swakelola
Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, yang didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Idris, menyampaikan rincian teknis pelaksanaan program ini di Simpang Empat pada hari Rabu. Ia menekankan bahwa seluruh proses revitalisasi dilaksanakan menggunakan sistem swakelola yang memungkinkan sekolah mengelola dananya secara mandiri.
“Dari 25 sekolah itu, sebanyak 18 sekolah di antaranya sedang proses pengerjaan. Rata-rata capaian pekerjaan sudah mencapai 50 persen. Sedangkan tujuh sekolah tahap perjanjian kerja sama,” kata Imter Pedri.
Sistem yang diterapkan memastikan bahwa anggaran langsung disalurkan ke rekening masing-masing sekolah. Pencairan dana dilakukan melalui dua tahap yang telah direncanakan dengan matang untuk menjamin efektivitas penggunaan anggaran. Tahap pertama biasanya digunakan untuk persiapan dan pembelian material, sementara tahap kedua untuk penyelesaian pekerjaan fisik.
Monitoring Ketat untuk Memastikan Tepat Sasaran
Imter Pedri menjelaskan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan monitoring pelaksanaan pembangunannya agar tepat sasaran dan sesuai waktu yang ditetapkan. Monitoring ini mencakup evaluasi berkala terhadap progres pekerjaan, kualitas material yang digunakan, serta kepatuhan terhadap standar teknis yang telah ditentukan.
“Pengerjaan revitalisasi sekolah itu dilakukan dengan sistem swakelola. Anggarannya langsung masuk ke rekening sekolah. Dengan sistem pencairan dua tahap,” katanya.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Idris, menambahkan bahwa selain dua puluh lima sekolah yang telah dipastikan memperoleh anggaran dari Kemendikdasmen, saat ini juga ada sembilan sekolah dasar dan enam sekolah menengah pertama yang menjadi bakal calon penerima revitalisasi. Tim verifikasi saat ini sedang melakukan pengecekan kelapangan untuk melengkapi dokumen-dokumen persyaratan yang diperlukan.
“Tim saat ini sedang verifikasi kelapangan melengkapi dokumen-dokumen persyaratannya,” ujar Idris.
Idris mengharapkan pengerjaannya sesuai petunjuk teknis yang sudah ditentukan sehingga sekolah itu bisa digunakan dengan baik oleh para murid. Kepatuhan terhadap standar teknis ini sangat penting untuk memastikan bahwa hasil revitalisasi akan tahan lama dan memenuhi kebutuhan pendidikan jangka panjang.
Daftar Lengkap Sekolah Penerima Bantuan
Enam taman kanak-kanak yang memperoleh dana revitalisasi antara lain TK Al Ikhlas Sasak Ranah Pasisia, TK IT Raudhatul Jannah Sasak Ranah Pasisia, TK Lailil Adnin Sungai Beremas, TK Ceria Maligi Sasak Ranah Pasisia, TK Banjar Bahal Ceria Lembah Melintang, dan TK Mutiara Bunda Sungai Aur. Selain itu, terdapat juga TK Dharma Wanita Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang, TK ABA Air Bayang Lembah Melintang, TK Arsyadiyah Lembah Melintang, TK Negeri Pembina Ranah Batahan, dan TK ABA Air Bangis.
Untuk jenjang sekolah dasar, yang menerima bantuan meliputi SDN 12, SDN 03, SDN 02 dan SDN 08 Ranah Batahan. Kemudian SDN 10 Sungai Beremas, SDN 25 Lembah Melintang, SDN 08 Koto Balingka, SDN 03 Sungai Aur, dan SDN 18 Kinali. Sementara untuk jenjang sekolah menengah pertama yakni SMP N 2 Sungai Beremas, SMP N 5 Sungai Beremas, SMP S Muhammadiyah Air Bangis, SMP S IT Al-Hasanah, dan SMPS Muhammadiyah Ujung Gading.
Program revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pendidikan di Pasaman Barat. Dengan infrastruktur yang diperbaiki dan diperbarui, para siswa akan memiliki lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif untuk mengembangkan potensi mereka.
