New Policy: Lokasi jatuhnya bocah di lubang proyek Tebet akan jadi lapangan futsal
Lokasi jatuhnya bocah di lubang proyek Tebet akan jadi lapangan futsal
New Policy – Jakarta — Sebuah proyek pembangunan di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, yang sempat menyedot perhatian publik karena kejadian kematian bocah berinisial I (4 tahun), kini dijadikan lapangan futsal bagi masyarakat sekitar. Camat Tebet Putut Puji Linangkung menyatakan bahwa area yang menjadi lokasi insiden tersebut, yaitu lubang di Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, akan diubah menjadi fasilitas olahraga yang lebih aman. Menurut Puji, proyek ini dilakukan dalam rangka program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). “Proyek mulai dibangun sejak 25 Juni,” jelas Puji saat diwawancara di Jakarta, Senin.
Lokasi yang sebelumnya berupa lahan kosong dengan pepohonan besar, kini menjadi fokus pembangunan setelah kejadian yang terjadi pada Minggu (28/6). Seorang anak berusia 4 tahun meninggal setelah terjebak selama empat jam dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di wilayah tersebut. Meski berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup, nyawanya tidak tertolong saat perjalanan ke rumah sakit. Insiden ini memicu perhatian warga sekitar yang sebelumnya rutin menggunakan area tersebut untuk bermain.
Proyek CSR yang Tepat Waktu
Putut Puji Linangkung menjelaskan bahwa proyek futsal ini dimulai secara bertahap. Tahap awal melibatkan penebangan pohon dan pemasangan pagar seng, yang baru selesai sekitar satu minggu. “Lokasi itu sudah dikerjakan sejak minggu lalu, dan sekarang sedang dalam proses penutupan,” tambah Puji. Ia menegaskan bahwa konsep lapangan futsal dipilih sebagai solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan di area yang sebelumnya sering digunakan anak-anak sebagai tempat bermain.
“Kalau enggak salah, (dijadikan) lapangan futsal, gitu. Anak sini mintanya lapangan futsal, biar enggak tawuran,” ujar warga bernama Iyus kepada media. Menurut Iyus, proyek tersebut direncanakan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar. Ia menyebutkan bahwa aktivitas penebangan dan pemasangan pagar seng adalah bagian dari upaya mengubah lokasi tersebut menjadi ruang yang lebih terstruktur.
Kondisi lokasi saat ini berbeda dari sebelumnya. Sebelum kejadian, lubang dengan diameter sekitar 30 sentimeter masih terbuka, dan warga sering bermain di sekitar area itu. Kini, setelah ditutup dengan urukan tanah, terlihat garis polisi berwarna kuning di sekitar lokasi. Namun, aktivitas fisik pembangunan terlihat sedang melambat, dan tidak ada tanda-tanda aktivitas intensif seperti sebelumnya.
Harapan Warga untuk Ruang Bermain yang Lebih Aman
Menurut Iyus, keberadaan lapangan futsal di wilayah ini disambut baik oleh warga. “Lapangan itu bisa menjadi tempat bermain yang lebih aman, dibandingkan bermain di pinggir jalan yang rawan kecelakaan,” katanya. Ia juga menyoroti masalah tawuran antarkelompok yang sering terjadi di sekitar kawasan tersebut. “Selama ini cukup terganggu dengan potensi konflik yang tidak menentu,” tambah Iyus. Sejak proyek dimulai, dia berharap kejadian serupa tidak terulang.
Puji Linangkung menyebutkan bahwa proyek ini bukan hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang untuk kebutuhan masyarakat. “CSR ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekitar,” jelasnya. Menurut Puji, lokasi yang awalnya rawan menjadi tempat bermain anak-anak kini diberi struktur yang lebih baik. Ia menambahkan bahwa proyek ini sudah direncanakan sejak lama, dan kejadian kematian bocah justru mempercepat proses pengerjaannya.
Kondisi Lokasi Saat Ini
Dari pantauan di lokasi, Senin (10/7), terlihat garis polisi kuning masih dipasang di sekitar lubang yang telah ditutup. Namun, tidak ada aktivitas konstruksi yang intensif. “Baru sekitar semingguan saja proyek ini berjalan,” kata Puji. Ia menambahkan bahwa pihak terkait masih melakukan pengerjaan akhir untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga. Selain itu, Puji juga menyebutkan bahwa lapangan futsal ini akan menjadi bagian dari fasilitas olahraga di lingkungan RW 04.
Dalam wawancara terpisah, Iyus mengungkapkan bahwa warga sekitar merasa senang dengan keberhasilan proyek ini. “Saya rasa ini akan membuat suasana di sekitar lebih rileks, dan anak-anak pun bisa bermain tanpa takut jatuh ke lubang,” katanya. Iyus juga menyoroti bahwa kejadian ini membuat warga lebih sadar akan pentingnya ruang bermain yang terbuka. “Alhamdulillah, tawuran sudah berkurang sejak proyek dimulai,” tambahnya. Ia berharap kondisi tersebut tetap terjaga dan proyek ini bisa memberikan manfaat yang maksimal.
Langkah Pihak Terkait
Pihak pengelola proyek menyatakan bahwa setelah penutupan lubang, area tersebut akan langsung diubah menjadi lapangan futsal. “Kami sudah siapkan alat dan tenaga untuk menyelesaikan pengerjaan secepat mungkin,” kata sumber dari tim proyek. Selain itu, tim juga akan melakukan inspeksi rutin untuk memastikan tidak ada risiko serupa. “Kami ingin warga merasa nyaman dan aman saat menggunakan area ini,” tutur sumber tersebut.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, korban yang terjebak di dalam lubang sejak Minggu (28/6) meninggal dunia. Kejadian ini menjadi sorotan publik dan memicu diskusi mengenai keamanan lingkungan konstruksi. Meski begitu, proyek yang sebelumnya dipandang sebagai pengganggu kini menjadi simbol perbaikan. “Ini bukti bahwa warga mendukung perubahan untuk kebaikan bersama,” kata Puji. Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.
Beberapa warga masih mengingat kejadian tersebut sebagai pengingat bahwa ruang bermain harus diperhatikan secara lebih serius. “Kami berharap lapangan ini bisa menjadi tempat yang menyenangkan dan bermanfaat, bukan lagi tempat bahaya,” kata Iyus. Dengan adanya lapangan futsal, dia yakin kebutuhan masyarakat akan terpenuhi. “Saya rasa ini bisa menjadi kebanggaan untuk lingkungan kita,” tutupnya.
