Special Plan: Dirut BPJS Kesehatan ajak masyarakat mulai berolahraga jaga kesehatan

WhatsApp-Image-2026-06-28-at-11.53.12

Dirut BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Perkuat Kebiasaan Olahraga untuk Kesehatan Jangka Panjang

Special Plan – Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Prihati Pujowaskito, memberikan pesan penting kepada masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Acara yang bertema “Health Fun Run” ini dirangkaikan dengan upaya mendorong pola hidup aktif sebagai bagian dari strategi penanggulangan penyakit non-tertanggung. Prihati menegaskan bahwa kegiatan olahraga tidak hanya bermanfaat untuk fisik, tetapi juga berperan krusial dalam menjaga kesehatan mental dan mengurangi risiko penyakit kronis pada usia muda.

BPJS Kesehatan Tekankan Pentingnya Promotif dan Preventif

Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan peserta ini dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit sebelum terjadi. “Dengan olahraga rutin dan pola hidup sehat, kita bisa mencegah masalah kesehatan seperti hipertensi dan diabetes,” ujar Prihati dalam sambutannya. Menurutnya, program promotif dan preventif merupakan fondasi utama dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang bertujuan mengurangi beban biaya kesehatan bagi BPJS Kesehatan.

“Kegiatan ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam upaya menjaga kesehatan sejak dini. Dengan demikian, kita bisa mengurangi risiko penyakit yang tidak terduga dan menjaga kesehatan secara lebih mandiri,” tambah Prihati.

Dia juga menyoroti bahwa keberhasilan program JKN sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. “Jika lebih banyak orang menerapkan gaya hidup sehat, maka angka penyakit yang membutuhkan pengobatan intensif akan berkurang, sehingga biaya kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya. Prihati mengingatkan bahwa aktivitas fisik sehari-hari, seperti berjalan kaki atau bersepeda, dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk menjaga kesehatan.

Raffi Ahmad Berikan Pesan Kepada Generasi Muda

Sebagai pengisi acara, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, turut memberikan semangat kepada peserta. Ia menekankan bahwa sehat bukan hanya tentang kebersihan tubuh, tetapi juga tentang keseimbangan pola hidup. “Kita sering menunda-nunda kebiasaan sehat, padahal memulai dari sekarang jauh lebih baik,” kata Raffi sambil mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan dan rutinitas olahraga.

“Sehat itu mahal, tapi tidak perlu mahal kalau kita mengelola gaya hidup dengan baik. Mulai dari sekarang, jangan menunggu sampai sakit baru berubah,” ujar Raffi Ahmad dengan gaya ceria.

Raffi juga menyoroti peran generasi muda dalam membentuk masa depan kesehatan nasional. “Generasi muda adalah tulang punggung dari program-program pemerintah, jadi kebiasaan sehat mereka akan berdampak besar ke depannya,” imbuhnya. Acara tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kesehatan yang proaktif, bukan hanya reaktif.

Gotong Royong Jadi Kunci Keberlanjutan Program JKN

Dalam kesempatan yang sama, Prihati Pujowaskito menekankan bahwa nilai gotong royong adalah elemen inti dari JKN. “Semangat gotong royong menjadikan masyarakat saling mendukung satu sama lain, baik peserta yang sehat membantu yang sakit, maupun peserta yang mampu memberikan bantuan kepada yang kurang mampu,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini menciptakan sistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Gotong royong adalah pengakuan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan menggandeng semua pihak, program JKN bisa terus berkembang dan memberikan perlindungan yang lebih luas,” katanya.

Prihati mengatakan bahwa BPJS Kesehatan telah mengambil langkah konkret untuk memperkuat prinsip ini. “Kami berupaya memastikan bahwa setiap peserta merasa didukung, baik melalui layanan yang mudah diakses maupun kegiatan edukasi seperti ini,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa kepesertaan aktif dalam BPJS Kesehatan adalah kunci utama untuk memaksimalkan manfaat program.

Kebiasaan Sehat Harus Jadi Kebutuhan Harian

Raffi Ahmad menambahkan bahwa kebiasaan sehat harus diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai kegiatan sementara. “Jangan menunggu musim panas atau liburan untuk berolahraga. Kita bisa memulai dengan konsisten, meskipun hanya berjalan kaki di sekitar rumah,” katanya. Ia menekankan bahwa kesehatan yang baik akan memberikan manfaat jangka panjang, seperti meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko komplikasi penyakit.

“Polimakanan sehat, tidur cukup, dan aktivitas fisik teratur adalah tiga komponen utama untuk menjaga kesehatan. Semua hal ini bisa dilakukan tanpa perlu mengorbankan waktu atau dana,” lanjut Raffi.

Kegiatan ini juga menampilkan berbagai inovasi dalam pelayanan kesehatan. Prihati mengatakan bahwa BPJS Kesehatan terus berupaya memperkaya sistem layanan, termasuk melalui digitalisasi dan kerja sama dengan komunitas lokal. “Kami ingin masyarakat tidak hanya pasif sebagai peserta, tetapi juga aktif dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari individu hingga institusi.

Langkah Strategis untuk Masa Depan Kesehatan Indonesia

Dalam rangka mendorong partisipasi masyarakat, BPJS Kesehatan juga memberikan informasi tentang kepesertaan aktif. Prihati menyatakan bahwa anggota BPJS Kesehatan yang terdaftar akan memperoleh akses penuh ke layanan kesehatan, termasuk rawat inap dan pemeriksaan rutin. “Kita harus memastikan bahwa kepesertaan kita tetap aktif, karena itu akan memastikan perlindungan kesehatan yang optimal,” katanya.

“Masyarakat yang aktif dalam kepesertaan BPJS Kesehatan tidak hanya memperkuat sistem jaminan kesehatan, tetapi juga membangun kebiasaan sehat yang berkel