Main Agenda: Pusat kota cerdas dibangun di IKN kerja sama Korea Selatan-Indonesia

IMG-20260619-WA0022

Pusat Kota Cerdas di IKN: Kolaborasi Indonesia-Korea Selatan dalam Pembangunan Kota Pintar

Main Agenda – Kota cerdas atau Smart City Cooperation Center (SCCC) menjadi salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan, dengan lokasi sebagian wilayahnya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Dalam upacara di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat lalu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa SCCC dirancang sebagai pusat pengembangan kota pintar yang menjadi bagian dari strategi pembangunan IKN.

Kerja Sama untuk Masa Depan Kota Cerdas

Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pembangunan SCCC adalah langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan. “Pusat ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi juga wadah penerapan teknologi modern yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa SCCC memiliki peran strategis dalam pendidikan teknologi serta pengenalan inovasi kota cerdas dari Korea Selatan.

“Diharapkan SCCC dapat menjadi pusat kolaborasi jangka panjang antara kedua negara dalam pengembangan kota pintar,” kata Basuki Hadimuljono. Ia juga menyoroti bahwa proyek ini akan mencakup berbagai fasilitas seperti laboratorium digital, ruang demonstrasi, dan ekosistem teknologi yang siap mendukung kebutuhan IKN.

Menurut rencana, pembangunan gedung SCCC akan memakan waktu sepuluh bulan dan diperkirakan selesai pada akhir tahun 2027. Area bangunan mencapai sekitar 1.098 meter persegi, terbagi menjadi dua lantai. Lantai pertama berisi ruang kontrol pusat dan area pertemuan, sedangkan lantai dua digunakan untuk pameran teknologi, termasuk laboratorium AI dan Robotik. Selain itu, ruang terbuka di sekitar bangunan akan diubah menjadi area urban farming sebagai bagian dari demonstrasi inovasi teknologi.

Hibah dan Anggaran untuk Pemenuhan Tujuan

Pembangunan SCCC didanai melalui hibah kerja sama sebesar 9,9 miliar Won Korea Selatan (KRW), yang setara dengan sekitar Rp115,94 miliar. Hibah ini mencakup anggaran untuk pembangunan gedung sebesar 5,5 miliar KRW atau Rp64,41 miliar. Selain itu, dana juga digunakan untuk penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh Korea Institute of Construction Technology (KICT), serta program Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program yang dikembangkan oleh University of Seoul.

Basuki Hadimuljono menyebutkan bahwa SCCC akan menjadi pusat pengembangan teknologi kota cerdas yang berkelanjutan. “SCCC berperan sebagai wadah kolaborasi antara lembaga-lembaga pendidikan dan pemerintah, sehingga mampu menciptakan solusi inovatif untuk kebutuhan kota masa depan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

“Kehadiran SCCC bertujuan untuk mempercepat transfer pengetahuan, menjaring jejak akademik, serta memperkuat kerja sama Indonesia-Korea Selatan di bidang kota pintar,” kata Director MoLIT Korea Selatan Choi Jung-won. Ia menambahkan bahwa proyek ini menjadi peluang bagi IKN untuk menjadi contoh kota cerdas yang meniru keberhasilan kota pintar di Korea Selatan, khususnya Sejong, yang merupakan kota baru yang dianggap sebagai model inovasi terkini.

Kota Sejong di Korea Selatan, yang juga merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah Korea Selatan dan lembaga-lembaga teknologi, menjadi inspirasi bagi pembangunan IKN. Choi Jung-won menjelaskan bahwa SCCC diharapkan bisa membangun hubungan yang lebih erat antara kedua negara, terutama dalam bidang teknologi kota cerdas. “Ini adalah langkah penting dalam menghadirkan wawasan terkini dari Korea Selatan ke Indonesia, yang bisa digunakan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Komponen Utama dan Fungsi SCCC

Pusat ini dirancang dengan berbagai komponen utama yang saling terintegrasi. Salah satu fitur utamanya adalah laboratorium digital dan lingkungan, yang akan digunakan untuk pengujian teknologi berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya. Selain itu, ada ruang demonstrasi solusi kota cerdas yang akan memperlihatkan berbagai inovasi teknologi terkini, seperti sistem pengelolaan energi dan transportasi berbasis AI.

Area luar bangunan akan dijadikan ruang urban farming, yang merupakan salah satu bagian dari upaya menciptakan kota yang ramah lingkungan. Dengan konsep pertanian perkotaan, SCCC diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. “SCCC adalah jembatan antara konsep kota cerdas dan penerapan nyata di lapangan,” tambah Basuki Hadimuljono. Ia juga menyoroti bahwa fasilitas ini akan menjadi salah satu dari beberapa pusat teknologi yang menopang pembangunan IKN.

Proyek ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama bilateral, tetapi juga sebagai sarana mempercepat pertukaran ide dan pengalaman dalam pembangunan kota pintar. Dengan adanya SCCC, Indonesia berharap mampu mengembangkan ekosistem teknologi yang dapat mendukung kota-kota lain di Indonesia dalam mewujudkan visi kota cerdas. “Kita bisa belajar dari pengalaman Korea Selatan, tetapi juga menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal,” ujar Choi Jung-won.

Kerja sama antara dua negara ini juga diharapkan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup warga IKN. Melalui SCCC, pemerintah Indonesia dan Korea Selatan berupaya menciptakan pusat pembelajaran dan pengembangan yang bisa berkontribusi pada ekosistem kota pintar nasional. “SCCC akan menjadi tempat di mana inovasi teknologi tidak hanya diperkenalkan, tetapi juga diaplikasikan secara efektif,” pungkas Basuki Hadimuljono.

Masa Depan Kota Pintar di IKN

Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa SCCC akan menjadi salah satu dari beberapa proyek penting yang mendukung visi IKN sebagai kota cerdas. “Dengan fasilitas seperti ini, kita bisa membangun fondasi teknologi yang kuat untuk keberlanjutan kota di masa depan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa proyek ini akan mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan kota pintar.

Choi Jung-won menambahkan bahwa SCCC tidak hanya menjadi tempat pertukaran teknologi, tetapi juga menjadi platform untuk kolaborasi multidisiplin. “Dengan partisipasi