Main Agenda: Wapres tiba di Gorontalo untuk buka PENAS XVII dan tinjau bendungan

IMG_4622_1

Wapres Tiba di Gorontalo untuk Buka PENAS XVII dan Tinjau Bendungan

Main Agenda – Pada hari Jumat, sekitar pukul 11.25 WITA, Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba di Kota Gorontalo sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya. Keberadaannya di sana menandai dimulainya serangkaian aktivitas untuk membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026. Selain itu, Gibran juga akan melakukan inspeksi terhadap Bendungan Bulango Ulu yang tengah dalam tahap pengerjaan. Keberangkatan ini menjadi salah satu titik penting dalam agenda nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan sektor pertanian dan perikanan.

Sambutan Adat di Bandar Udara Djalaluddin

Setibanya di Bandar Udara Djalaluddin, Wapres Gibran Rakabuming langsung disambut oleh masyarakat setempat dengan ritual sekapur sirih yang menjadi bagian dari adat istiadat Gorontalo. Upacara tersebut diiringi doa dari para pemimpin tradisi, yang bertujuan untuk menyampaikan keberkahan dan harapan keberhasilan bagi upaya-upaya pembangunan yang diusung pemerintah. Kehadiran Gibran menjadi momen spesial bagi masyarakat Gorontalo, yang telah lama menantikan langkah-langkah konkret dalam mendukung sektor pertanian dan perikanan.

Dalam kunjungannya hari ini, Gibran akan mengunjungi Bendungan Bulango Ulu yang terletak di Kabupaten Bone Bolango. Proyek ini merupakan salah satu dari sejumlah infrastruktur strategis yang dikerjakan pemerintah pusat. Pembangunan bendungan tersebut telah mencapai 94,99 persen dari total tahapan, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pelaksanaannya. Proyek ini masuk ke dalam kategori Proyek Strategis Nasional, yang diharapkan mampu memberikan dampak besar dalam pengelolaan sumber daya air dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

PENAS XVII: Tema dan Tujuan Pertemuan Nasional

Acara PENAS XVII yang akan dihadiri Gibran Rakabuming berlangsung di Kabupaten Gorontalo dari 20 hingga 25 Juni 2026. Konsep acara ini bertujuan sebagai wadah pertemuan para petani, nelayan, dan penyuluh dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 30.000 orang, yang akan membahas berbagai isu terkini terkait pembangunan pertanian dan perikanan. Tema yang diusung dalam PENAS XVII adalah “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045”.

“Transformasi teknologi menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan dan mewujudkan visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045,” kata seorang peserta acara dalam kesempatan sebelumnya.

Tematik ini menggambarkan fokus pemerintah pada inovasi teknologi sebagai alat penggerak dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan. Penasaran bagaimana transformasi ini akan diaplikasikan di lapangan, Gibran akan menghadiri berbagai sesi diskusi dan presentasi selama acara berlangsung. Selain itu, ia juga akan berinteraksi langsung dengan peserta dan meninjau berbagai inisiatif yang telah berhasil diimplementasikan.

Kunjungan ke NTT dan Agenda Selanjutnya

Sebelum menghadiri PENAS XVII di Gorontalo, Wapres Gibran Rakabuming telah melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur pada Kamis (18/6) untuk meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua lokasi Kabupaten Ende. Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan akses masyarakat terhadap makanan bergizi secara merata. Kehadirannya di NTT juga menandai dimulainya serangkaian peninjauan ke beberapa daerah dalam waktu dekat.

Dalam rangkaian kunjungan ini, Gibran direncanakan akan melanjutkan perjalanan ke Papua Barat, di mana agenda utamanya mencakup peninjauan Sentra Produksi Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan. Selain itu, ia juga akan membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di kota yang sama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara sektor pertanian dengan bidang budaya dan seni.

Agenda terakhir dari perjalanan kerja Wapres akan dilaksanakan di Papua Selatan, khususnya Kabupaten Asmat. Di sana, Gibran akan meninjau sejumlah fasilitas publik, seperti Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, serta Gereja Katedral Salib Suci. Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas pelayanan publik dan keberlanjutan pembangunan di daerah-daerah terpencil.

Peran Proyek Strategis dalam Pemulihan Ekonomi

Proyek Bendungan Bulango Ulu yang dikerjakan hampir selesai, menunjukkan komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Bendungan ini diharapkan bisa meningkatkan ketahanan pangan serta mengurangi risiko banjir di musim hujan. Selain itu, keberadaannya juga akan