Important Visit: Pakar: KTT ASEAN-Rusia berpotensi dorong investasi

WhatsApp-Image-2026-06-06-at-14.41.38

Pakar: KTT ASEAN-Rusia Berpotensi Dorong Investasi

Important Visit – Jakarta, ANTARA – Dalam konteks kerja sama antara ASEAN dan Rusia, sejumlah pakar menilai pertemuan tingkat tinggi tersebut bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan investasi dan kunjungan wisatawan ke sejumlah negara anggota kemitraan, termasuk Indonesia. KTT ASEAN-Rusia yang berlangsung pada 17–19 Juni di Kota Kazan, Rusia, berlangsung dalam rangka memperingati 35 tahun hubungan bilateral antara kedua belah pihak. Acara ini diharapkan menjadi platform untuk memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, khususnya ekonomi dan teknologi.

Komitmen Ekonomi dan Energi Global

Muhammad Syaroni Rofii, pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, menegaskan bahwa Rusia memiliki peran strategis dalam meningkatkan investasi ke negara-negara ASEAN. Ia menyoroti bahwa Rusia tidak hanya menjadi mitra ekonomi, tetapi juga menyediakan kestabilan pasokan energi yang krusial di tengah fluktuasi harga global. “Rusia dikenal sebagai kekuatan besar dalam politik internasional, dan kemampuannya dalam bidang teknologi serta energi menjadi faktor pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota ASEAN,” ujarnya.

“Deklarasi Kazan 2026 menunjukkan komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi, energi, teknologi, serta memastikan stabilitas global. Rusia juga bisa memainkan peran kunci dalam menjaga pasokan energi, terutama dalam menghadapi tekanan harga yang terus berubah,” kata Syaroni, yang dihubungi ANTARA pada Jumat.

Syaroni menambahkan bahwa kehadiran Rusia dalam KTT ini memberikan dampak jangka panjang bagi kepentingan Indonesia. Menurutnya, Rusia memiliki potensi untuk mendukung ekosistem pangan dan energi yang sedang ditingkatkan oleh Indonesia. “Dengan keunggulan Rusia di bidang teknologi pertanian, kesehatan, dan energi, hal ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan kerja sama yang lebih produktif,” ungkapnya.

Peran Rusia dalam Stabilitas Politik Dunia

Rusia juga dianggap sebagai pelaku penting dalam membentuk konfigurasi politik global. Sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, negara ini berperan aktif dalam mengawasi kestabilan internasional, terutama di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah. Syaroni menekankan bahwa kemitraan ASEAN-Rusia tidak hanya sekadar kerja sama ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada keamanan dan kestabilan kawasan.

“Stabilitas internasional adalah elemen kritis yang diharapkan bisa didukung oleh peran Rusia, terutama dalam konteks menghadapi ketegangan di kawasan Indo-Pasifik dan Laut China Selatan. Dengan statusnya sebagai kekuatan besar, Rusia memiliki kemampuan untuk menjadi penyeimbang dalam hubungan antar-negara,” jelas Syaroni.

Kehadiran Rusia dalam acara ini dianggap sebagai pengingat bahwa kemitraan ASEAN-Rusia memiliki nilai strategis yang tidak tergantikan. Syaroni menyoroti bahwa di tengah persaingan global yang ketat, kerja sama dengan Rusia bisa membuka akses baru bagi investasi asing ke Indonesia. “Ini adalah peluang untuk menguatkan hubungan bilateral yang sudah ada sejak 35 tahun lalu, sambil memperluas kerja sama dalam sektor-sektor yang menjadi kebutuhan utama negara-negara ASEAN,” tambahnya.

Konfigurasi Politik dan Teknologi Bersama

Menurut Syaroni, ekosistem ketahanan energi dan pangan di Indonesia bisa lebih cepat berkembang jika berkolaborasi dengan Rusia. “Kita tahu Rusia memiliki kemajuan di bidang teknologi pertanian, kesehatan, dan energi, yang sangat relevan untuk kebutuhan ekonomi Indonesia saat ini,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kebijakan ekonomi global yang kian dinamis membutuhkan mitra seperti Rusia untuk mengarahkan aliran investasi yang lebih berkelanjutan.

“Rusia juga berpotensi menjadi mitra yang bisa membantu memperkuat sektor teknologi dan sains Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan kebutuhan infrastruktur yang meningkat,” kata Syaroni.

Di sisi lain, Syaroni menilai bahwa KTT ASEAN-Rusia bisa menjadi bentuk kerja sama multilateral yang membuka peluang ekspor produk Indonesia ke pasar Rusia. “Rusia memiliki kebutuhan besar akan komoditas pertanian dan energi dari negara-negara ASEAN, sehingga kemitraan ini bisa berdampak pada perekonomian Indonesia secara langsung,” ujarnya.

Kerja Sama Teknologi dan Keamanan Global

Syaroni juga menyebut bahwa Rusia berkontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan global, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik yang kian meningkat. “Deklarasi Kazan 2026 menegaskan komitmen Rusia untuk menjaga kestabilan kawasan, termasuk dukungan terhadap UNCLOS dan norma internasional lainnya,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa hal ini bisa menjadi fondasi untuk memperkuat kepercayaan antar-negara dalam kawasan Indo-Pasifik.

“Peran Rusia sebagai penyeimbang sangat penting, terutama di tengah ketegangan di kawasan Laut China Selatan dan kebijakan negara-negara besar yang berdampak pada dinamika ekonomi dan politik ASEAN,” ucap Syaroni.

Dalam konteks ini, Syaroni menegaskan bahwa Indonesia perlu memanfaatkan keunggulan Rusia dalam sektor teknologi dan sains untuk mendukung inovasi nasional. “Indonesia bisa mengandalkan Rusia sebagai mitra yang tidak hanya sekadar berbisnis, tetapi juga menjadi pelaku pengembangan kapasitas lokal,” katanya. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bisa berdampak jangka panjang, terutama dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan pada pasar global.

Representasi Indonesia dalam KTT

Indonesia sendiri diwakili oleh Menteri Luar Negeri Yudo Mantono dalam KTT ASEAN-Rusia. Mantono hadir sebagai ketua delegasi yang mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dalam peran ini, Indonesia berharap dapat menegaskan prioritas pembangunan ekonomi dan teknologi, sekaligus memperkuat posisi tawar dalam menghadapi perubahan global.

Syaroni menilai bahwa keterlibatan Indonesia dalam KTT ini akan membuka peluang untuk meningkatkan kerja sama bilateral yang lebih intensif. “Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk saling mendukung dalam berbagai sektor, terutama dengan kebutuhan pangan dan energi yang sedang diatasi oleh Indonesia,” ujarnya. Ia juga mengharapkan bahwa kebijakan ekonomi Rusia bisa menjadi model yang bisa diadopsi oleh negara-negara ASEAN dalam membangun ekonomi yang lebih tangguh.

Kehadiran Rusia dalam KTT ASEAN-Rusia dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas ekonomi Indonesia. Syaroni menegaskan bahwa dalam kondisi ekonomi global yang kian kompetitif, kolaborasi dengan Rusia bisa menjadi bentuk diversifikasi pasar yang penting. “Indonesia perlu memanfaatkan kemitraan ini untuk menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi dunia, terutama dalam mengamankan pasokan energi dan komoditas penting,” jelasnya.

Di sisi lain, Syaroni menyoroti bahwa KTT ASEAN-Rusia juga menjadi kesempatan untuk menjaga keseimbangan hubungan antar-negara. “Rusia bisa menjadi mitra yang stabil di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, dan ini bisa memberikan dampak positif bagi keamanan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan KTT ini akan bergantung pada komitmen kuat dari kedua belah pihak dalam memperkuat kerja sama jangka panjang.

Komitmen Jangka Pan