New Policy: Kemendikdasmen nilai TKA penting untuk tingkatkan kualitas pendidikan

457996

Kemendikdasmen Dorong Penguatan Berpikir Komputasi dengan Implementasi TKA

New Policy – Kota Jambi menjadi panggung utama untuk diskusi penting tentang revitalisasi pendidikan. Direktur Jenderal Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) Gatot Suharwoto mengemukakan bahwa penguatan kemampuan berpikir komputasi serta penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam wawancara di Jambi pada hari Kamis, ia menekankan bahwa pendekatan ini bertujuan membentuk pola pikir yang lebih logis dan kritis pada generasi muda.

TKA sebagai Alat Validasi Pencapaian Belajar

Menurut Gatot, berpikir komputasi tidak hanya membantu siswa menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mencegah mereka terjebak pada kebohongan atau manipulasi informasi. “Dengan melatih kemampuan analitis dan logika, kita bisa mengurangi kemungkinan masyarakat kita mudah tertipu oleh keadaan yang tidak terduga,” ujarnya dalam pidato. Ia menambahkan bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia masih mengandalkan keberuntungan dan pemikiran instan, sehingga rentan terhadap berbagai skema penipuan yang memanfaatkan emosi atau narasi dramatis.

“Namanya berpikir komputasi, jadi anak-anak itu logiknya jalan. Supaya apa? Tidak banyak masyarakat kita yang sampai sekarang masih ada yang mudah ditipu karena tidak terlatih berpikir kritis,”

Gatot menjelaskan bahwa saat ini beberapa lembaga pendidikan belum menerapkan evaluasi akhir secara komprehensif. Hal ini menyebabkan standar kelulusan yang tidak konsisten, sehingga potensi kesenjangan kualitas pendidikan semakin terasa. Dengan TKA, pihaknya berharap mampu memastikan bahwa penilaian akademik tidak hanya berdasarkan hasil ujian biasa, tetapi juga mencerminkan kemampuan siswa dalam berpikir sistematis.

TKA, menurut Dirjen, tidak diterapkan secara wajib tetapi menjadi alat penting dalam mengevaluasi pencapaian belajar siswa saat melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Di tingkat perguruan tinggi, tes ini diintegrasikan sebagai bagian dari sistem penilaian akademik. “TKA bertujuan sebagai validator pencapaian belajar, bukan sebagai satu-satunya penentu kelulusan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa TKA bisa menjadi bantuan untuk memastikan setiap siswa memenuhi kriteria kualitas secara merata.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Di sisi lain, Gubernur Jambi Al Haris memberikan apresiasi terhadap upaya Kemendikdasmen dalam merancang program kapitalisasi fasilitas pendidikan. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan program ini telah membawa dampak signifikan, terutama di kawasan perkotaan yang sebelumnya mengalami keterbatasan infrastruktur pendidikan. “Program ini sangat membantu sekolah-sekolah di daerah dalam membangun fasilitas fisik serta memperoleh peralatan pendidikan yang diperlukan,” ungkap Al Haris.

Kebutuhan akan peningkatan mutu pendidikan usia dini, dasar, menengah, dan SMA menjadi fokus utama pemerintah daerah. Al Haris menyambut baik rencana nasional yang dilakukan Kemendikdasmen, karena dianggap relevan dengan kebutuhan daerah untuk mengembangkan sistem pendidikan yang lebih inklusif. “Kolaborasi antara pusat dan daerah akan memastikan program ini bisa berjalan optimal, termasuk dalam meningkatkan kualitas SDM lokal,” jelasnya.

Menurut Al Haris, program penguatan fasilitas pendidikan juga menjadi langkah penting dalam menciptakan akses pendidikan yang merata. Ia menekankan bahwa ketersediaan sarana belajar yang memadai akan memperkuat kesempatan siswa untuk mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan. “Dengan peningkatan kualitas infrastruktur, kita bisa memastikan setiap anak di Jambi mendapatkan layanan pendidikan yang setara,” tambahnya.

Kualitas Pendidikan yang Merata Sebagai Tujuan Strategis

Kemendikdasmen menyatakan bahwa penerapan TKA sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan pendidikan berkualitas yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Gatot menjelaskan bahwa standar minimal layanan pendidikan menjadi dasar dalam menilai keberhasilan program ini. “Tujuan sinergi adalah memastikan penerapan standar pelayanan minimal dan meningkatkan kualitas SDM daerah sehingga standar pendidikan merata di seluruh Indonesia,”

Program ini juga diharapkan bisa memperkuat kemitrahan antara pemerintah pusat dan daerah. Al Haris menegaskan bahwa dukungan dari Kemendikdasmen akan menjadi penyemangat bagi sekolah-sekolah di Jambi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. “Kami siap menjalankan program nasional ini dengan penuh komitmen, karena kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” katanya.

Dalam menghadapi tantangan global, Kemendikdasmen menekankan bahwa penguatan berpikir komputasi dan penerapan TKA adalah bagian dari strategi menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Gatot menambahkan bahwa selain membentuk pola pikir kritis, pendekatan ini juga memfasilitasi transisi pendidikan yang lebih efisien, terutama di tingkat sekolah menengah. “TKA akan menjadi pilar untuk memastikan setiap siswa memiliki keterampilan akademik yang layak untuk menghadapi persaingan di era digital,” ujarnya.

Al Haris juga mengungkapkan bahwa program ini membuka peluang bagi sekolah-sekolah daerah untuk mengakses sumber daya pendidikan yang lebih lengkap. “Selain peningkatan fasilitas fisik, program ini juga memperkuat kelembagaan pendidikan, termasuk dalam pengelolaan kurikulum dan pengawasan kualitas pembelajaran,” jelasnya. Ia berharap dengan adanya TKA, siswa di daerah bisa mengikuti standar pendidikan yang sama dengan siswa di kota besar.

Langkah Menuju Pendidikan yang Berkelanjutan

Menurut Gatot, TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan adaptasi dan inovasi. “TKA dirancang agar siswa bisa mengevaluasi diri secara objektif, sehingga hasil belajar bisa dilihat dengan lebih jelas,” katanya. Ia menambahkan bahwa penggunaan TKA akan membantu menumbuhkan kebiasaan belajar yang mandiri dan berorientasi pada hasil.

Pendekatan ini diharapkan bisa menjadi bantuan bagi sektor pendidikan yang terus berkembang. Gatot menyatakan bahwa selama ini banyak sekolah yang masih