Special Plan: Pemkab Rejang Lebong siapkan lahan rencana pembangunan Sekolah Rakyat

WhatsApp-Image-2026-01-31-at-09.23.43

Pemkab Rejang Lebong Siapkan Lahan untuk Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat

Special Plan – Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong kini telah menyiapkan lahan seluas 5,6 hektare untuk mendukung program Sekolah Rakyat yang tengah diusung pemerintah pusat. Lokasi lahan tersebut berada di Desa Tebat Tenong Luar, Kecamatan Bermani Ulu Raya. Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Hambali, penggunaan lahan ini menjadi bagian penting dari upaya mencapai tujuan pendidikan inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kami telah menyiapkan lahan seluas 5,6 hektare sebagai aset pemerintah daerah yang diperuntukkan khusus untuk Sekolah Rakyat,” terang Hambali dalam wawancara di Rejang Lebong, Kamis.

Perkembangan Positif dalam Proses Pembangunan

Pemkab Rejang Lebong menegaskan bahwa rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya terus bergerak maju. Setelah melalui berbagai tahapan persiapan, persoalan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut dinilai telah selesai. Langkah ini membuka kemungkinan untuk memasuki proses administrasi berikutnya. Hambali menjelaskan bahwa setelah lahan disiapkan, pihaknya hanya menunggu pertimbangan teknis dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). “Pertek menjadi salah satu syarat penting untuk melanjutkan pengembangan,” tambahnya.

“Saat ini, semua persyaratan terkait lahan sudah dipenuhi. Kami berharap pertek bisa segera diterbitkan agar proses berjalan lancar,” ujar Hambali.

Menurut Hambali, setiap kabupaten di Indonesia berpeluang mendapatkan satu unit Sekolah Rakyat selama memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat. Untuk itu, Pemkab Rejang Lebong terus berupaya melengkapi semua dokumen dan persyaratan administratif. “Setiap kabupaten harus siap dengan berbagai kebutuhan seperti perizinan, pengajuan anggaran, dan komitmen lokal,” jelasnya. Proses ini menuntut kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dengan instansi terkait.

Tahapan Administrasi Berikutnya

Setelah pertek diterbitkan, langkah selanjutnya adalah pengurusan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rejang Lebong. “PKKPR akan dikeluarkan setelah pertek keluar dan semua dokumen lengkap,” katanya. Setelah itu, Pemkab Rejang Lebong akan mengadakan audiensi dengan Kementerian Sosial untuk menegaskan kesesuaian program.

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu. Mereka mendapatkan fasilitas belajar yang memadai, termasuk perangkat pendukung seperti sarana pembelajaran, perlengkapan, dan layanan khusus untuk kelompok yang membutuhkan. Hambali menekankan bahwa sekolah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai wadah peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. “Sekolah Rakyat akan memberikan dampak besar terutama dalam akses pendidikan dan kualitas pembelajaran bagi masyarakat,” ujarnya.

Perluasan pendidikan menjadi prioritas dalam rencana pembangunan nasional. Sekolah Rakyat dipandang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan, terutama di daerah-daerah dengan sumber daya terbatas. Dengan adanya sekolah ini, harapan masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak semakin tinggi. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membangun kebiasaan belajar yang baik di kalangan anak-anak, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif.

Manfaat yang Diharapkan

Keberadaan Sekolah Rakyat di Rejang Lebong akan memberikan manfaat luas, khususnya bagi keluarga yang tidak mampu membayar biaya pendidikan. Program ini berupaya menyediakan fasilitas pendidikan secara gratis, sehingga anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah tidak terbatas dalam meraih kesempatan belajar. Hambali menjelaskan bahwa sekolah ini akan menjadi jembatan bagi mereka yang ingin meraih pendidikan yang berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

“Harapan kita pembangunan Sekolah Rakyat ini bisa segera terealisasi. Program ini akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan,” demikian Hambali.

Dalam konteks pendidikan, Sekolah Rakyat juga berperan dalam memperkuat sistem pengajaran yang lebih efektif. Pemkab Rejang Lebong menargetkan bahwa sekolah ini akan menjadi model terbaik dalam penerapan pendidikan inklusif. “Kami berharap program ini bisa berjalan secara optimal, sehingga masyarakat terutama anak-anak kurang mampu merasakan manfaatnya secara nyata,” lanjut Hambali.

Kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat penting untuk menjamin keberhasilan program ini. Hambali menyatakan bahwa proses persiapan lahan dan dokumen administratif sudah memenuhi standar. “Kami yakin dengan persiapan yang telah dilakukan, nantinya akan memudahkan pemerintah pusat dalam menyetujui pembangunan,” katanya. Langkah-langkah ini juga menjadi bukti komitmen Pemkab Rejang Lebong dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan.

Keberhasilan Sekolah Rakyat di Rejang Lebong diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki kondisi serupa. Program ini tidak hanya fokus pada fasilitas fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas SDM pendidik dan pengelolaan pembelajaran yang sesuai kebutuhan anak-anak. Hambali menegaskan bahwa Pemkab Rejang Lebong siap menyelesaikan segala prosedur hingga nanti bisa meresmikan pembangunan Sekolah Rakyat. “Kami akan mengikuti seluruh tahapan dengan ketat, agar program ini bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya Sekolah Rakyat, Pemkab Rejang Lebong berharap mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih merata. Fasilitas yang disediakan, seperti kelas khusus, guru yang terlatih, dan materi pembelajaran yang relevan, akan membantu anak-anak mengembangkan potensi diri secara optimal. Selain itu, sekolah ini juga diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi keluarga, karena biaya pendidikan menjadi lebih terjangkau.

Proses pembangunan ini menunjukkan kemajuan dalam upaya mengubah kondisi pendidikan di daerah. Hambali berharap, dengan lahan yang telah siap, pembangunan Sekolah Rakyat bisa dilanjutkan secara cepat. “Kami berharap program ini bisa berjalan sesuai target, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secepat mungkin,” tambahnya. Pemkab Rejang Lebong juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, melalui berbagai inisiatif yang didukung oleh pemerintah pusat.