Topics Covered: China desak Myanmar ambil langkah pembangunan yang “didukung rakyat”
China Harap Myanmar Fokus pada Pembangunan yang Disukai Rakyat
Topics Covered – Istanbul – Presiden Tiongkok Xi Jinping mengajak Myanmar untuk mengambil langkah strategis dalam pembangunan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan saat ia menerima Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Beijing pada hari Selasa. Pertemuan ini berlangsung setelah upacara penyambutan resmi di Beijing, menandai perhatian Tiongkok terhadap keterlibatan diplomatik dengan negara tetangga tersebut.
Kunjungan Penting sebagai Langkah Diplomasi
Pemimpin Tiongkok menekankan pentingnya kemitraan dengan Myanmar, terutama dalam upaya menyelaraskan pembangunan ekonomi dan stabilitas keamanan. “Kita percaya bahwa langkah-langkah pembangunan Myanmar harus sesuai dengan kebutuhan rakyat, serta mendapat dukungan luas dari masyarakat,” ujar Xi dalam pernyataannya. Ia juga mengapresiasi upaya pemerintahan baru Myanmar dalam memastikan keberlanjutan negara, meskipun situasi politik di negara itu terus berubah sejak 2021.
“China menempatkan hubungannya dengan Myanmar sebagai prioritas dalam diplomasi bertetangga. Kami mendukung pemerintahan baru Myanmar untuk mengoordinasikan pembangunan dan keamanan demi menetapkan langkah yang tepat sesuai kondisi nasionalnya dan mendapat dukungan masyarakat luas,” kata Xi Jinping.
Kunjungan Min Aung Hlaing ke Beijing merupakan pertemuan pertamanya sebagai presiden sejak dilantikkan pada April lalu. Sebelumnya, ia pernah memimpin Myanmar dalam kapasitas militer selama beberapa tahun, yang memperparah konflik etnis di negara itu. Meski demikian, Tiongkok tetap menilai Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar sebagai proyek penting dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), yang merupakan strategi global untuk menghubungkan ekonomi dan infrastruktur antar-negara.
Kerja Sama Ekonomi yang Menguat
Pertemuan ini membahas kemajuan proyek kerja sama infrastruktur yang telah dimulai, serta upaya memastikan keamanan dan stabilitas di Myanmar. Xi menyatakan bahwa proyek-proyek tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. “Kerja sama dengan Myanmar berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan negara,” tambahnya.
Dalam perjalanan kunjungan ini, Min Aung Hlaing juga berkesempatan bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang serta Pemimpin Komite Tetap Majelis Rakyat Nasional Zhao Leji. Pertemuan ini diadakan di tengah upaya Tiongkok dan Myanmar memperkuat kerja sama politik dan ekonomi, yang menjadi prioritas kedua negara.
Perkembangan Hubungan Dagang dan Infrastruktur
Dilaporkan bahwa Tiongkok adalah mitra dagang utama Myanmar, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai 19,4 miliar dolar AS pada tahun lalu. Hubungan ini khususnya berkembang dalam sektor infrastruktur, energi, serta perdagangan lintas batas. Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar, yang merupakan bagian dari BRI, diharapkan mempercepat konektivitas dan memfasilitasi pertukaran barang antar-negara.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi telah menerima Menteri Luar Negeri Myanmar Tin Maung Swe di Beijing awal bulan ini. Pertemuan ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan hubungan bilateral. Sementara itu, Min Aung Hlaing juga melakukan lawatan ke India beberapa waktu lalu, yang menjadi bagian dari upaya Myanmar memperluas jaringan kemitraan di kawasan Asia Tenggara.
Meski ada ketegangan politik akibat perubahan pemerintahan di Myanmar, Tiongkok tetap menjaga sikap stabil dan konstruktif. Dalam pidatonya, Xi menyatakan bahwa langkah pembangunan harus memperhatikan kepentingan rakyat, serta menyelaraskan dengan visi nasional Myanmar. “Kita harus bekerja sama untuk menghasilkan solusi yang sejalan dengan kebutuhan bangsa dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Xi.
Peluang dan Tantangan dalam Pembangunan
Min Aung Hlaing, yang sejak 2021 memimpin Myanmar sebagai ketua militer, dianggap sebagai tokoh yang mampu mengarahkan negara menuju pertumbuhan ekonomi. Namun, peran pemerintahannya juga terus diuji oleh konflik antar-etnis yang melibatkan kelompok separatisme. Xi mengakui tantangan ini, namun optimis bahwa kerja sama Tiongkok-Myanmar dapat membantu menyelesaikannya.
Dalam pertemuan dengan Xi, Min juga menekankan pentingnya dukungan Tiongkok untuk menjaga kestabilan politik dan ekonomi Myanmar. “Kita perlu memastikan bahwa proyek pembangunan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu berdampak positif jangka panjang,” kata Min dalam wawancara usai pertemuan. Ia menambahkan bahwa proyek infrastruktur kunci akan menjadi fondasi untuk memperkuat ekonomi nasional.
Kemitraan yang Menguntungkan
Kerja sama ekonomi antara kedua negara mengalami peningkatan pesat, terutama dalam bidang transportasi dan energi. Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar, yang berupa jaringan rute logistik dan jaringan listrik, dianggap sebagai simbol kerja sama yang solid. Proyek ini tidak hanya memberi akses ke pasar global, tetapi juga membuka peluang investasi dan pertukaran teknologi.
Pada saat yang sama, Tiongkok mengapresiasi peran Myanmar dalam menjaga kestabilan regional. “Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan, serta mengarahkan pembangunan bersama,” kata Xi dalam pidato penutup pertemuan. Ia menegaskan bahwa China tetap berkomitmen mendukung Myanmar, terlepas dari perbedaan pendekatan dalam pengelolaan negara.
Min Aung Hlaing tiba di Beijing pada Senin untuk kunjungan kenegaraan lima hari. Ini menjadi pertama kalinya ia mengunjungi Tiongkok sebagai presiden setelah pindah dari posisi militer. Selama kunjungan tersebut, ia juga meninjau progres beberapa proyek utama, termasuk pembangunan jalan raya dan pembangkit listrik yang telah dimulai sejak beberapa tahun lalu.
Sebagai negara berbatasan langsung, Tiongkok dan Myanmar memiliki kepentingan bersama dalam meningkatkan ekonomi lokal. Perdagangan bilateral tahun lalu mencapai 19,4 miliar dolar AS, dengan sebagian besar melibatkan produk pertanian, mineral, dan peralatan industri. Keberhasilan proyek infrastruktur diharapkan mampu meningkatkan daya saing Myanmar di pasar global.
Dalam lingkungan yang dinamis, Tiongkok dan Myanmar terus berupaya membangun kerja sama yang berkelanjutan. Pertemuan Xi dan Min bukan hanya simbolis, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk mendorong pembangunan yang sejalan dengan kebutuhan rakyat. “Kita akan terus berkomitmen untuk membangun Myanmar yang lebih baik, melalui kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Xi dalam kesempatan tersebut.
