Special Plan: Bank BSN Garap Ekosistem Muhammadiyah, Siapkan Layanan Perbankan Terintegrasi

WhatsApp-Image-2026-06-15-at-10.29.37

Bank BSN Garap Ekosistem Muhammadiyah, Siapkan Layanan Perbankan Terintegrasi

Special Plan – Jakarta, 12 Juni – Kerja sama antara PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah semakin diperkuat melalui penyediaan layanan keuangan syariah yang terpadu bagi anggota persyarikatan dan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Perjanjian Kerja Sama (PKS) operasional penunjang jasa perbankan terintegrasi telah ditandatangani oleh Direktur Network & Retail Funding Bank BSN Ari Kurniaman dan Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib di Jakarta, Jumat (12/6).

Kerja sama ini merupakan lanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Direktur Utama Bank BSN Alex Sofyan Noor dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada Februari 2026. Perjanjian yang berlaku selama lima tahun ini bertujuan mendorong penggunaan layanan perbankan syariah secara optimal, sekaligus mendukung pengembangan operasional organisasi Muhammadiyah dan ribuan AUM di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Dalam wawancara, Alex Sofyan Noor menekankan bahwa kerja sama ini dirancang untuk memberikan solusi keuangan yang bermanfaat bagi anggota, guru, dan karyawan Muhammadiyah. “Kami ingin menghadirkan produk perbankan syariah yang relevan, sehingga dapat memudahkan kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian umat,” jelasnya.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan keberlanjutan operasional AUM, baik dalam bentuk lembaga pendidikan, rumah sakit, maupun panti asuhan,” ujar Irwan Akib, Ketua PP Muhammadiyah.

Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib menyambut gembira perjanjian tersebut. Menurutnya, dukungan dari sektor perbankan menjadi bagian kunci dalam memperkuat keberlanjutan operasional AUM. “Dengan layanan yang lebih komprehensif, kami harap bisa menjangkau kebutuhan finansial anggota persyarikatan, termasuk akses pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa dan fasilitas perumahan untuk para pendidik,” tambahnya.

Sebagai bagian dari kerja sama, Bank BSN akan menyediakan sejumlah layanan seperti kartu debit co-branding yang terintegrasi dengan aplikasi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super Apps (MASA). Selain itu, bank juga menawarkan pengelolaan payroll, tabungan syariah, serta berbagai produk pembiayaan konsumer, termasuk KPR, pembiayaan haji dan umrah, dan cicilan emas. Di bidang perumahan, Bank BSN mencatat telah menyalurkan pembiayaan KPR kepada 980 warga Muhammadiyah, terdiri dari 835 unit KPR subsidi dan 145 unit KPR non-subsidi.

Bank BSN juga menjalin sinergi dengan pengembang perumahan untuk memenuhi kebutuhan hunian anggota civitas akademika Muhammadiyah. Dukungan ini berupa program khusus yang memudahkan akses perumahan dengan bunga rendah dan persyaratan yang lebih fleksibel. Selain itu, Bank BSN menyediakan fasilitas pembiayaan modal kerja bagi AUM, serta layanan digital melalui platform Bale Syariah yang dilengkapi fitur transaksi dan keuangan syariah.

Kerja sama ini mencakup beberapa inisiatif strategis, seperti penyediaan akun virtual, perluasan jaringan merchant QRIS, dan program edukasi literasi keuangan syariah. Melalui layanan virtual account, anggota dapat melakukan transaksi secara lebih mudah dan cepat, sementara ekspansi QRIS merchant meningkatkan akses pembayaran digital bagi usaha kecil dan menengah yang tergabung dalam AUM.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Bank BSN terus meningkatkan layanan digital untuk memenuhi permintaan pasar. Aplikasi mobile banking Bale Syariah yang diluncurkan pada Februari 2026 telah menarik 187.319 pengguna aktif hingga Mei 2026, dengan volume transaksi mencapai Rp3,51 triliun dari lebih dari 1,47 juta transaksi.

Bank BSN juga melaporkan peningkatan signifikan dalam aset perusahaan, yang mencapai total Rp78,21 triliun hingga Mei 2026, atau tumbuh 23 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) juga mencatat kenaikan sebesar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai Rp61,15 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan perseroan mencapai Rp473 miliar, naik 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Alex Sofyan Noor, peningkatan tersebut menunjukkan komitmen Bank BSN untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekosistem Muhammadiyah. “Kami berupaya menjadikan perbankan syariah sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat Muhammadiyah, baik dalam aspek investasi maupun konsumsi,” katanya.

Kerja sama antara Bank BSN dan Muhammadiyah diharapkan tidak hanya memperkuat jaringan AUM, tetapi juga meningkatkan akses layanan keuangan bagi anggota persyarikatan. Hal ini sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya layanan terpadu, anggota bisa mengakses berbagai kebutuhan finansial, mulai dari pendidikan hingga perumahan, tanpa harus melibatkan pihak luar.

Aisyiyah Super Apps (MASA) menjadi alat utama dalam menyebarkan layanan perbankan terintegrasi ini. Aplikasi yang menjadi bagian dari ekosistem Muhammadiyah ini tidak hanya menyediakan fitur transaksi, tetapi juga menjembatani kebutuhan anggota dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Melalui MASA, pengguna bisa mengakses layanan kartu debit co-branding, serta berbagai produk pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Kerja sama ini juga diharapkan mendorong peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan anggota Muhammadiyah. Program edukasi yang diusung Bank BSN bertujuan memberikan wawasan tentang prinsip-prinsip syariah, seperti prinsip bungas, mudharabah, dan lainnya. Dengan demikian, anggota bisa memahami manfaat layanan perbankan syariah secara lebih mendalam.

Perjanjian kerja sama ini menunjukkan peran penting Bank BSN dalam mendorong keberlanjutan ekonomi umat. Dengan menyediakan layanan yang lebih lengkap, bank berupaya menjawab tantangan finansial yang dihadapi masyarakat Muhammadiyah, terutama dalam konteks pemberdayaan ekonomi lokal. Selain itu, Bank BSN juga berkomitmen untuk terus mengembangkan jaringan AUM, sehingga mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara nasional.