BMKG: Kalsel didominasi zona merah karhutla pada Senin

IMG_9708

BMKG: Kalimantan Selatan Didominasi Zona Merah Karhutla pada Senin

Kondisi Cuaca Kering Berdampak pada Tingkat Kerawanan Kebakaran

BMKG – Banjarbaru, 15 Juni 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami dominasi zona merah atau kategori risiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada hari Senin. Prakirawan Cuaca dari Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Banjarmasin, Putri Cahyaningsih, menjelaskan bahwa data spasial per 07.00 Wita hari itu menunjukkan kondisi kritis di seluruh area Kalsel. Zona merah mencakup 13 kabupaten dan kota secara luas, hampir menutupi seluruh wilayah tanpa adanya daerah yang masuk kategori rendah risiko.

Dalam situasi ini, enam wilayah spesifik terpantau paling rentan karena seluruh wilayahnya berada dalam zona merah. Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, serta Kabupaten Kotabaru menjadi daerah yang perlu diawasi secara intensif. Dengan tingkat kemudahan terbakar sangat tinggi, potensi penyebaran api di area tersebut meningkat secara signifikan. Hal ini mengancam ekosistem hutan, lahan pertanian, serta kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya.

Menurut Putri Cahyaningsih, BMKG menggunakan parameter Fine Fuel Moisture Code (FFMC) untuk menganalisis kondisi bahan bakar di permukaan lahan. Dalam kasus Kalsel, FFMC menunjukkan bahwa bahan bakar ringan seperti alang-alang, rumput kering, dan serasah daun berada dalam kondisi sangat kering. Kondisi ini membuat wilayah rentan terhadap pembakaran spontan atau yang dipicu oleh aktivitas manusia. “FFMC menjadi indikator penting karena membantu memprediksi kecepatan penyebaran api berdasarkan kelembapan bahan bakar,” tambahnya.

“Analisis BMKG menunjukkan bahan bakar ringan di permukaan lahan sangat kering, sehingga mudah tersulut dan mempercepat rambatan kebakaran,” ujar Putri Cahyaningsih.

Di samping itu, pemantauan satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20 mendeteksi satu titik panas berkategori sedang di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin. Titik panas ini berlokasi pada koordinat Bujur 115.2324 dan Lintang -2.9391, yang mengindikasikan adanya aktivitas panas di permukaan lahan. Penemuan ini memberi sinyal awal bahwa perlu diwaspadai potensi karhutla yang bisa meluas ke wilayah sekitarnya.

Dengan kondisi cuaca kering yang masih berlangsung, BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat penanggulangan bencana, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Dianjurkan untuk memperketat pengawasan lapangan, terutama di area rawan seperti hutan lindung, kebun kering, dan kawasan pertanian. Kebijakan ini bertujuan mencegah kebakaran yang tidak terduga, serta meminimalkan dampak lingkungan yang sering terjadi akibat karhutla.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga menyebabkan polusi udara, kerugian ekonomi, dan bahaya bagi kesehatan masyarakat. Berdasarkan data historis, Kalsel sering menjadi episentrum karhutla terutama pada musim kemarau. Namun, tahun ini kondisi lebih memprihatinkan karena durasi kekeringan lebih lama dan intensitas api yang memudahkan penyebaran.

BMKG juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan indikasi kebakaran sejak dini. Dengan adanya pengawasan bersama, masyarakat bisa memberikan kontribusi nyata dalam pencegahan kebakaran sebelum terlalu luas. “Setiap laporan dari warga bisa menjadi langkah awal untuk mengendalikan kebakaran,” kata Putri Cahyaningsih.

Mengingat potensi dampak besar karhutla, BMKG menyarankan masyarakat segera melaporkan titik api atau aktivitas panas melalui layanan informasi Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor. Nomor telepon (0511) 4705198 atau WhatsApp 08115042371 menjadi saluran resmi untuk mengirimkan laporan. Dengan sistem pelaporan yang cepat, BMKG berharap dapat mempercepat respons penanganan di lapangan.

Kondisi zona merah yang dominan di Kalsel menunjukkan bahwa kekeringan menjadi faktor utama penyebaran karhutla. Faktor lain seperti kegiatan menebang pohon, pembakaran sampah, dan kecurangan dalam pengelolaan hutan juga berkontribusi pada tingkat risiko yang tinggi. BMKG meminta seluruh pihak untuk bekerja sama dalam upaya memutus siklus kebakaran yang sering terjadi di daerah tersebut.

Pelaporan kebakaran secara teratur menjadi keharusan karena kecepatan penyebaran api yang tinggi. Dengan bantuan teknologi satelit dan data cuaca, BMKG berupaya mengoptimalkan upaya pemantauan. Namun, data teknis tetap bergantung pada informasi langsung dari masyarakat, terutama di wilayah terpencil yang kurang memiliki infrastruktur pengawasan.

Perlu diketahui bahwa tingkat kekeringan di Kalsel terjadi karena pola cuaca yang berubah. Dinamika atmosfer yang tidak stabil, seperti pengaruh El Niño, menyebabkan penurunan curah hujan dan peningkatan suhu udara. Kondisi ini memperparah situasi dengan menyebabkan lahan dan hutan menjadi lebih rentan terbakar. BMKG memperkirakan kondisi ini akan berlangsung hingga akhir musim kemarau, sehingga upaya pencegahan harus terus dilakukan.

Sebagai upaya pencegahan, BMKG menyarankan untuk menjaga kelembapan bahan bakar dengan cara membersihkan area kering, menanam pohon penutup tanah, dan mengurangi aktivitas yang menghasilkan asap. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat tentang dampak kebakaran hutan dan lahan perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan edukasi.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mengurangi kualitas hidup masyarakat. Asap yang dihasilkan bisa menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. BMKG menyoroti pentingnya kolaborasi antara instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan individu untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.

Dengan mendeteksi titik panas sejak awal, masyarakat dan pemerintah bisa bertindak lebih cepat sebelum situasi memburuk. BMKG menyatakan bahwa layanan informasi yang tersedia memungkinkan pengumpulan data secara real-time, sehingga dapat menjadi referensi bagi pengambilan keputusan dalam penanggulangan darurat. Kepedulian bersama menjadi kunci dalam menghadapi tantangan karhutla yang terus mengancam wilayah Kalsel.