Important Visit: Perbanas wakili Indonesia ke AUBL 2027 usai juara Campus League
Perbanas Berhasil Meraih Tiket ke AUBL 2027 Setelah Menjuarai Campus League Basketball Season 1
Important Visit – Jakarta – Institut Perbanas, yang berlokasi di Jakarta, berhasil mendapatkan kesempatan mewakili perguruan tinggi Indonesia dalam Asia University Basketball League (AUBL) 2027. Kemenangan ini diraih setelah tim putra Perbanas memenangkan ajang Campus League Basketball Season 1 2026, dengan mengalahkan Universitas Kristen Salatiga (UKSW) dalam pertandingan final. Pada hari Sabtu, laga tersebut berlangsung di lapangan basket UPH, Tangerang, Banten, dan diakhiri dengan skor 47-45 melalui babak tambahan.
Kemenangan dalam Babak Overtime Menjadi Bukti Mentalitas Juara
Menurut pelatih Perbanas, Zulfahrizal, prestasi timnya bukan hanya hasil dari latihan intensif, tetapi juga bukti kemampuan mental yang tidak mudah menyerah. “Juara dari peringkat ketiga di babak regional menunjukkan bahwa kami punya mentalitas juara. Saya hanya ingin berterima kasih kepada Tuhan karena Perbanas bisa menang,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
“Kemenangan akhirnya berhasil kami raih setelah memaksa lawan memainkan babak overtime. Di saat itu, kami bisa menunjukkan Perbanas mentality, mentalitas juara, dan sang raksasa sudah terbangun dari tidur panjangnya,” tambah Zulfahrizal.
Pelatih juga menekankan bahwa kemenangan ini mencerminkan kekompakan tim. Dalam pertandingan final, Perbanas menghadapi tantangan berat karena UKSW sempat unggul di paruh pertama. Namun, tim dari Jakarta mampu bangkit di babak kedua dan mengunci kemenangan berkat strategi yang tepat serta semangat berjuang yang luar biasa.
MVP Perbanas: Haikal Buktikan Kemampuan dengan Performa Mengesankan
Haikal, pemain yang juga dianugerahi gelar MVP Campus League Basketball Season 1 2026, mengungkapkan bahwa kemenangan ini di luar dugaannya. “Meskipun kami bukan tim unggulan dan tanpa diperkuat pemain IBL, kami mampu menunjukkan kualitas kami. Saya tidak menyangka teman-teman bisa step up semua dan terus berjuang hingga akhir,” katanya.
“Sungguh luar biasa. Momen ini menjadi pembuktian bahwa Perbanas bisa bersaing di level nasional,” tutur Haikal.
Dalam pertandingan final, Haikal berperan penting sebagai penentu keberhasilan tim. Ia mampu memimpin permainan di babak tambahan dengan performa stabil, menjaga keunggulan tim hingga menit akhir. Kemenangan ini juga menjadi titik balik bagi Perbanas, yang sempat tertinggal di awal laga tetapi berhasil bangkit untuk menaklukkan lawan.
Ubaya Menjuarai Kategori Putri, Memperkuat Dominasi dari Surabaya
Sementara itu, sektor putri di Campus League Basketball Season 1 2026 dipegang oleh Universitas Surabaya (Ubaya). Tim ini mengalahkan Soegijapranata Catholic University (SCU) dengan skor 59-51 di final yang berlangsung di Tangerang. Ubaya sempat tertekan karena SCU unggul di paruh pertama, tetapi bangkit di kuarter ketiga dengan mencetak 23 poin, membangun keunggulan yang berlanjut hingga akhir pertandingan.
Pelatih Ubaya, yang tidak disebutkan nama dalam artikel, mengakui bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh pemain. “Pertandingan sangat ketat, tetapi kami mampu mempertahankan fokus dan eksekusi untuk menang,” ujarnya. Kategori putri diisi oleh tim yang menunjukkan daya tahan serta kemampuan mengelola bola yang baik.
CEO Campus League: Season 1 Jadi Modal untuk Masa Depan
Ryan Gozali, CEO Campus League, mengungkapkan bahwa Season 1 bukan hanya sekadar ajang mencari juara, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun kompetisi antarkampus secara berkelanjutan. “Antusiasme dari mahasiswa, pelatih, dan berbagai pihak terlibat sangat besar. Kami ingin menunjukkan bahwa basket di tingkat perguruan tinggi bisa berkembang dengan baik,” katanya.
“Season 1 adalah langkah awal. Kami harap momentum ini bisa memperkuat minat masyarakat terhadap olahraga universitas dan memberikan peluang lebih besar bagi tim-tim lain untuk tampil di tingkat nasional,” jelas Ryan.
Kompetisi ini diadakan secara bertahap. Fase regional dilaksanakan di lima kota besar, yaitu Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta-Tangerang. Setiap tim harus melewati babak penyisihan sebelum memasuki The Nationals, yang diadakan pada 7-13 Juni. Ryan Gozali menilai bahwa keberhasilan dalam Season 1 akan menjadi pemicu untuk mengembangkan basket sebagai olahraga yang diminati dan diakui di kalangan mahasiswa.
Sebagai salah satu event olahraga tingkat nasional, Campus League Basketball Season 1 2026 juga menjadi wadah bagi pemain muda untuk menunjukkan bakat. Berbagai tim dari berbagai daerah turut berpartisipasi, menunjukkan semangat kompetisi yang tinggi. Pada akhirnya, keberhasilan Perbanas dan Ubaya menjadi cerminan kekuatan lokal serta potensi yang ada di dalam kompetisi ini.
Kontribusi dari universitas dalam memperkuat olahraga sekaligus meningkatkan kualitas pemain muda semakin terasa. Ryan Gozali berharap keberhasilan ini akan menginspirasi lebih banyak institusi pendidikan untuk terlibat dalam penyelenggaraan serupa. “Kami ingin menyebarluaskan semangat kompetisi ini ke berbagai kota dan mengakui pentingnya basket dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan seimbang di kalangan mahasiswa,” tuturnya.
Dengan hasil yang memuaskan di akhir Season 1, Perbanas dan Ubaya akan menjadi representasi Indonesia di AUBL 2027. Pertandingan internasional ini diharapkan menjadi puncak dari usaha membangun olahraga basket tingkat perguruan tinggi. Selain itu, kompetisi ini juga menjadi ajang untuk mengukur kemampuan, mengasah mental, dan membangun kesadaran tentang pentingnya olahraga dalam pendidikan.
Ryan Gozali menambahkan bahwa keberhasilan ini membuktikan bahwa even seperti Campus League bisa berdampak signifikan. “Kami melihat peningkatan partisipasi dan kualitas pertandingan di setiap fase. Dengan basis yang kuat, kami yakin akan ada lebih banyak kesuksesan di masa depan,” pungkasnya.
