New Policy: Politik sepekan, pelantikan pimpinan BGN hingga bantahan TNI
Politik sepekan, pelantikan pimpinan BGN hingga bantahan TNI
New Policy – Jakarta – Dalam satu minggu terakhir, berbagai peristiwa politik telah mengemuka dari laporan kantor berita ANTARA. Berikut ini beberapa berita terkini yang masih relevan untuk dibaca hari ini:
Pelantikan Pemimpin BGN
Presiden Prabowo Subianto melakukan serangkaian pengangkatan jabatan penting di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai bagian dari proses tersebut, ia melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, sementara Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono menjadi Wakil Kepala BGN. Upacara pelantikan diadakan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin lalu. Langkah ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026, yang juga mencabut tugas Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Penugasan Said Iqbal sebagai Penasihat Ketenagakerjaan
Presiden Prabowo Subianto juga menetapkan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan. Pemimpin Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini dilantik secara resmi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari yang sama. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 58/P Tahun 2026 menjadi dasar untuk pengangkatan Said Iqbal, yang bertujuan memperkuat koordinasi kebijakan terkait sektor pekerjaan.
Kunjungan Luar Negeri: Penjelasan Prabowo
Dalam pembukaan Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu lalu, Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan mengenai kunjungannya ke luar negeri. Ia menyatakan bahwa aktivitas tersebut bertujuan membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara sahabat serta menunjukkan komitmen implementasi kebijakan politik luar negeri Indonesia yang independen.
Prabowo menekankan bahwa baik dirinya maupun mantan presiden Joko Widodo sering dianggap sebagai bahan pembicaraan terkait kegiatan luar negeri. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas pengaruh dan kerja sama ekonomi.
Viral Video: TNI Tidak Bongkar Sekolah di NTT
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas memberikan klarifikasi terhadap video yang viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan seorang anggota TNI melakukan pekerjaan pembongkaran pada bangunan SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Nas menyatakan bahwa TNI tidak pernah merencanakan penggantian bangunan sekolah tersebut dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan,” kata Mayjen Frits Wilem Rizard Pelamonia dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.
Penculikan Mama Sinta: TNI Tolak Tanggung Jawab
Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, Panglima Komando XXIV/Mandala Trikora, memberikan pernyataan tegas menyangkal dugaan terlibatnya TNI dalam kasus penculikan Yasinta Moiwend atau Mama Sinta. Isu ini sempat menjadi sorotan publik setelah berita terkait viral di berbagai platform media.
Menurut Frits, TNI tidak memiliki keterlibatan langsung dalam kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan oleh anggota TNI selama ini selalu diawasi dengan ketat. “TNI selalu menjaga keterbukaan dan transparansi dalam semua tindakan,” tambahnya.
Penjelasan TNI tentang Rencana Penggantian Sekolah
Nas mengungkapkan bahwa video yang beredar di media sosial menggambarkan TNI sebagai pelaku penggantian sekolah dengan KDMP adalah interpretasi yang keliru. Ia menjelaskan bahwa tugas utama TNI adalah mendukung kebijakan pemerintah, bukan mengganti struktur pendidikan secara langsung.
“Pembongkaran SD Negeri Wolomoni hanyalah bagian dari kegiatan peningkatan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap. KDMP tidak dibangun sebagai pengganti sekolah, tetapi sebagai bentuk kerja sama dengan masyarakat lokal,” terang Nas.
Dari sepekan terakhir, berbagai isu politik dan administratif mulai menampakkan dampaknya terhadap dinamika kebijakan nasional. Pelantikan pimpinan BGN dan penasihat ketenagakerjaan menunjukkan upaya Prabowo untuk memperkuat struktur pemerintahan, sementara bantahan TNI terhadap dua isu tersebut menegaskan komitmen institusi militer dalam menjaga citra dan kinerja yang optimal.
Pelantikan di Istana Negara dan Jakarta menjadi simbol perubahan besar yang diharapkan oleh masyarakat. Dengan adanya Nanik Deyang sebagai kepala BGN, diharapkan dapat mempercepat proses peningkatan kualitas gizi masyarakat. Sementara Said Iqbal ditempatkan dalam posisi strategis untuk mengampanyekan kebijakan tenaga kerja yang lebih inklusif.
Di sisi lain, penggantian SD dengan KDMP menjadi bahan perdebatan. TNI menegaskan bahwa rencana tersebut tidak terlaksana secara mendadak, melainkan hasil konsultasi dengan pihak terkait. Selain itu, pelantikan Prabowo sebagai presiden juga menjadi momentum untuk memperlihatkan konsistensi kebijakan luar negeri yang lebih proaktif.
Ketiganya menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Dengan tetap mempertahankan fakta-fakta kunci, seperti nama-nama dan nomor keputusan, tulisan ini mengupas secara menyeluruh peristiwa politik dalam satu minggu terakhir.
