DKI sepekan – CCTV di Bundaran HI hingga rute Tj ke Jakarta Fair

IMG-20260613-WA0012_2

DKI Jakarta: CCTV di Bundaran HI Beroperasi Lancar dan Tiga Rute Transjakarta untuk Jakarta Fair 2026

DKI sepekan – Jakarta menjadi sorotan dalam satu minggu terakhir akhir Mei 2026, dengan berbagai informasi penting terkait infrastruktur dan layanan transportasi. Tidak hanya mengenai keadaan kamera pengawas (CCTV) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang kini dalam kondisi optimal, kabar menarik juga datang dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang menyiapkan tiga rute baru menuju lokasi Jakarta Fair Kemayoran. Selain itu, ada juga kabar mengenai keberhasilan Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 yang menghadirkan sekitar 20.500 pelari pada hari pertama acara tersebut.

Jakarta Fair Kemayoran 2026 akan menjadi acara utama yang menarik perhatian masyarakat. Untuk memudahkan akses, Transjakarta memperkenalkan rute-rute khusus yang terdiri dari tiga jalur utama. Salah satunya adalah rute 2C, yang menghubungkan Balai Kota dengan JIEXPO Kemayoran. Rute ini diharapkan bisa menjadi pilihan transportasi massal yang lebih efisien bagi masyarakat yang ingin mengikuti acara tersebut. Selain itu, dua rute lainnya, PRJ2 dan PRJ3, juga telah disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi selama event berlangsung. Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, menjelaskan bahwa rute-rute ini tidak hanya membantu pengunjung tetapi juga mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Sebelumnya, sejumlah 20.500 pelari turut meramaikan hari pertama BTN JAKIM 2026 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu, 6 Mei 2026. Acara ini menyajikan perlombaan untuk kategori 5K dan 10K, dengan peserta dari berbagai latar belakang. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara tersebut, mengungkapkan bahwa kesuksesan hari pertama menjadi indikasi positif untuk kegiatan serupa di masa mendatang. Menurutnya, event ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memajukan olahraga lari dan meningkatkan kualitas layanan di bidang keolahragaan.

Di sisi lain, infrastruktur keamanan di kawasan Bundaran HI terus menjadi fokus pemerintah. Marulina Dewi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, mengatakan bahwa seluruh CCTV yang dikelola pemprov dalam area Bundaran HI kini beroperasi secara optimal. “Kami memastikan sistem pengawasan ini berjalan lancar dan terus digunakan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan warga Jakarta,” ujarnya dalam keterangan yang diberikan di Jakarta, Sabtu. Dengan adanya sistem pemantauan ini, diharapkan dapat mengurangi insiden kecelakaan dan memudahkan penegakan hukum jika diperlukan.

Kebijakan pemerintah DKI Jakarta juga mencuri perhatian dalam beberapa hari terakhir. Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta di bidang komunikasi publik, Chico Hakim, menyebutkan bahwa pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi pelajar yang terlibat dalam kasus tawuran atau perundungan menjadi langkah strategis. “Ini adalah upaya untuk mendisiplinkan siswa dan memastikan mereka lebih terlibat dalam lingkungan belajar yang sehat,” kata Chico pada Jumat, 5 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini diimbangi dengan alternatif akses pendidikan yang lebih fleksibel bagi pelanggar berat.

Salah satu contoh kebijakan ini adalah pencabutan KJP bagi 60 pelajar yang terlibat dalam kasus tawuran sejak tahun 2025. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk penegakan aturan yang tegas, namun tetap memberikan peluang kepada pelajar untuk memperbaiki kinerja mereka. Chico menekankan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah membangun kebiasaan disiplin di kalangan siswa, yang pada gilirannya akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah DKI Jakarta.

Di samping itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga membuka peluang untuk menambah jumlah golongan gratis dalam sistem transportasi umum. Saat ini, ada 15 golongan yang dapat menikmati tarif gratis, tetapi Pramono berencana untuk mengevaluasi dan memperluas program ini. “Pemerintah terus mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum melalui kebijakan ini,” ujarnya. Tindakan ini diperkirakan akan meningkatkan penggunaan transportasi massal, terutama selama masa libur atau acara besar seperti Jakarta Fair Kemayoran.

Program 15 golongan gratis transportasi umum telah berjalan beberapa waktu, dengan berbagai kategori seperti pelajar, pensiunan, dan penyandang disabilitas. Pramono menilai bahwa kebijakan ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penggunaan transportasi umum, terutama di kawasan-kawasan strategis. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya ingin memperluas lingkup golongan tersebut agar lebih banyak orang terjangkau manfaatnya. “Kami akan melihat potensi kebijakan ini