Special Plan: Prodi MM UIN Jakarta matangkan formulasi kurikulum jelang operasional

IMG_20260610_080028.jpg

Prodi Magister Manajemen UIN Jakarta Torehkan Langkah Penting untuk Penguatan Kurikulum

Special Plan – Jakarta – Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kini dalam tahap akhir penyempurnaan desain kurikulum. Keputusan tersebut diambil sebelum program studi baru tersebut resmi beroperasi. Sejumlah langkah strategis diambil guna memastikan kurikulum yang dihasilkan mampu mengakomodasi tantangan industri dan mengembangkan keterampilan lulusan secara komprehensif.

Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Sebagai Kunci Penguatan Kurikulum

Menurut Dekan FEB UIN Jakarta, Prof Ibnu Qizam, penyempurnaan kurikulum Prodi MM dilakukan melalui serangkaian diskusi antara para pengajar dan pemangku kepentingan dari sektor industri. “Kegiatan lokakarya tersebut bertujuan menghubungkan konsep teoritis akademis dengan kebutuhan nyata di dunia bisnis,” jelasnya. Lokakarya ini menjadi wadah untuk mengevaluasi standardisasi kualitas program pascasarjana, sekaligus memastikan materi perkuliahan relevan dengan perkembangan dinamika korporasi.

“Dengan mengundang pakar dari kalangan akademisi serta praktisi sektor riil, kami berharap bisa menghasilkan kurikulum yang lebih kontekstual dan praktis,” tambah Ibnu Qizam.

Kehadiran para pakar yang terlibat dalam diskusi ini bertujuan menyelaraskan visi pendidikan dengan kebutuhan pasar. Pihak universitas memperkenalkan Dr. Yudi Nur Supriadi, Kepala Prodi MM di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, sebagai wadah referensi akademis. Sementara dari sisi industri, praktisi dari salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat adalah Suldja Hartono.

Ibnu Qizam menjelaskan bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi akan menjadi fondasi utama dalam menyusun kurikulum. “Kami percaya kolaborasi ini dapat mendorong Prodi MM UIN Jakarta menjadi lebih adaptif, sekaligus menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi perubahan teknologi dan tuntutan pasar,” ujarnya. Selain itu, pendekatan ini juga memastikan kurikulum tidak hanya fokus pada ilmu manajemen, tetapi juga mengintegrasikan aspek kehidupan sosial dan profesional.

Visi Rector dalam Penyelenggaraan Prodi MM

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar, menyatakan bahwa program pascasarjana baru ini dirancang untuk melahirkan para profesional yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi. “Prodi MM diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan industri akan tenaga ahli yang kompeten, berintegritas, serta mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam praktik manajemen modern,” katanya.

“Kehadiran Prodi MM merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pendidikan, sejak awal pembukaan program ini,” tambah Asep Saepudin Jahar.

Menurut rektor, penekanan pada penggabungan ilmu manajemen dengan nilai-nilai agama menjadi keunikan utama dari prodi ini. “Kami ingin lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjawab tantangan lokal dan global dengan pendekatan yang holistik,” ujarnya. Dalam konteks ini, Prodi MM dianggap sebagai bentuk penguatan pendidikan berbasis agama, sekaligus menjembatani antara ilmu pengetahuan dan etika bisnis.

Persiapan Operasional Berdasarkan Persetujuan Pemerintah

Sebelum resmi beroperasi, Prodi MM UIN Jakarta telah memperoleh izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI. Surat Keputusan (SK) Nomor 299/B/O/2026 memberikan persetujuan bagi pembukaan program studi Magister Manajemen di lingkungan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan adanya izin tersebut, prodi ini akan segera memulai penerimaan mahasiswa baru.

Ibnu Qizam menegaskan bahwa keseriusan dalam menyusun kurikulum telah memperlihatkan komitmen Prodi MM UIN Jakarta. “Seluruh tim dosen dan pihak terkait telah bekerja sama untuk memastikan materi perkuliahan sesuai dengan standar nasional dan internasional,” tuturnya. Proses penguatan kurikulum ini dianggap sebagai bagian penting dari pembentukan tata kelola program yang sehat, sekaligus memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga meski dalam kondisi dinamis.

Kehadiran Prodi MM juga dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing lembaga pendidikan UIN Jakarta. Dengan memperkenalkan pendekatan yang lebih modern, prodi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan tenaga ahli yang mampu beradaptasi dengan cepat. “Kami tidak hanya memikirkan kebutuhan saat ini, tetapi juga kebutuhan masa depan,” pungkas Ibnu Qizam.

Langkah-Langkah Menuju Kemandirian Akademik

Pendekatan terpadu dalam penyusunan kurikulum Prodi MM UIN Jakarta dirancang untuk menciptakan sistem pendidikan yang mandiri. Para dosen dan praktisi terlibat dalam diskusi secara terus-menerus, termasuk memperkenalkan metode pembelajaran yang inovatif dan penggunaan teknologi dalam proses pengajaran. “Kami ingin memastikan para mahasiswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik nyata,” kata Ibnu Qizam.

Dalam proses ini, Prodi MM UIN Jakarta juga memperhatikan aspek etika dan profesionalisme. “Lulusan yang dihasilkan harus memiliki mentalitas yang tangguh, serta kemampuan berpikir kritis yang tinggi,” ujarnya. Ibnu menjelaskan bahwa kegiatan lokakarya ini diikuti oleh sejumlah dosen serta dihadiri oleh berbagai pihak untuk mengevaluasi segala aspek pembelajaran.

Sementara itu, Suldja Hartono dari BUMN berperan aktif dalam memberikan masukan terkait kurikulum yang disusun. Ia menekankan pentingnya penerapan ilmu manajemen di bidang praktis, khususnya dalam bidang ekonomi. “Para dosen harus mampu merancang materi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk memasukkan aspek keberlanjutan dan keberagaman dalam bisnis,” katanya.

Keberhasilan Prodi MM dalam penyelenggaraan awal akan menjadi tolok ukur kualitas program. “Kami berharap ini menjadi awal dari pembangunan yang berkelanjutan,” tutur Asep Saepudin Jahar. Dengan memadukan pendekatan akademis dan industri, Prodi MM UIN Jakarta berkomitmen untuk menjadi salah satu lembaga pendidikan yang unggul di bidang manajemen, khususnya dalam konteks keislaman.

Kehadiran Prodi MM juga memberikan dampak positif bagi komunitas akademik dan masyarakat. “Program ini akan menjadi wadah untuk menjawab tantangan bisnis, sekaligus meningkatkan kualitas lulusan UIN Jakarta,” kata Asep. Harapan ini semakin kuat dengan adanya dukungan pemerintah dan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, Prodi MM UIN Jakarta siap memulai operasionalnya, sekaligus menjadi contoh pendidikan yang berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan praktik bisnis yang berkelanjutan.