Special Plan: KAI siapkan 1,17 juta tempat duduk dukung angkutan libur sekolah

F77D08BF-7114-4B1B-8E6F-1909B6D42E89

KAI Siapkan 1,17 Juta Kursi untuk Dukung Perjalanan Selama Libur Sekolah

Special Plan – Jakarta – Perusahaan pelayanan kereta api nasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero), telah menyiapkan kapasitas tempat duduk mencapai 1.174.624 kursi untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat selama masa libur sekolah 2026. Periode tersebut berlangsung dari 20 Juni hingga 5 Juli 2026, dan KAI menyiapkan kapasitas ini guna mengakomodasi peningkatan mobilitas penumpang di berbagai rute. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa libur sekolah menjadi salah satu waktu dengan tingkat aktivitas transportasi yang tinggi.

Program Diskon 30 Persen Mendorong Mobilitas

Menurut Anne, masa libur sekolah memicu peningkatan perjalanan dalam berbagai aspek, seperti wisata, kunjungan keluarga, kegiatan pendidikan, dan aktivitas ekonomi. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menghadirkan program diskon transportasi sebesar 30 persen untuk penumpang kelas ekonomi komersial. Program ini diharapkan mampu memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan biaya terjangkau.

“Program diskon dari Pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk bepergian selama liburan sekolah. Mobilitas yang meningkat juga turut mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah tujuan,” ujar Anne.

KAI, sebagai operator utama perkeretaapian nasional, merespons program ini dengan menyiapkan kapasitas kursi yang cukup besar. Anne menyebutkan bahwa selama masa libur, KAI fokus pada pengelolaan jumlah penumpang agar tidak terjadi kepadatan di berbagai jalur. “Sebagai operator perkeretaapian nasional, KAI menyiapkan kapasitas sebanyak 1.174.624 tempat duduk selama periode keberangkatan,” tambah Anne.

Data Penjualan Tiket Masih Tercatat Rendah

Selama masa jual tiket yang dimulai pada 6 Juni 2026, data sementara menunjukkan tingkat penjualan yang belum memenuhi kapasitas maksimal. Hingga pukul 09.30 WIB pada Senin, 8 Juni 2026, KAI mencatat total penjualan sebanyak 86.036 tiket, atau sekitar 7,32 persen dari jumlah kursi yang tersedia. Angka ini menunjukkan bahwa 92,68 persen dari kapasitas masih terbuka bagi penumpang yang ingin memanfaatkan promo tersebut.

Menurut Anne, kondisi ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk memilih jadwal dan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. “Minat masyarakat terus bertumbuh, namun kapasitas yang tersedia masih sangat besar. Kami mengajak pelanggan merencanakan perjalanan lebih awal agar dapat memanfaatkan tarif diskon dan memperoleh pilihan perjalanan yang lebih beragam,” lanjut Anne.

Relasi Favorit Menuju Kota Wisata

Analisis data sementara menunjukkan bahwa relasi-relasi menuju kota-kota wisata, pendidikan, dan pusat aktivitas tetap menjadi prioritas bagi penumpang. Lima jalur utama yang diminati pelanggan hingga 8 Juni 2026 adalah Pasarsenen–Lempuyangan (3.256 penumpang), Lempuyangan–Pasarsenen (3.188 penumpang), Pasarsenen–Yogyakarta (1.987 penumpang), Yogyakarta–Pasarsenen (1.410 penumpang), serta Pasarsenen–Malang (1.331 penumpang). Dominasi rute ke Yogyakarta, Solo, Malang, Kutoarjo, Blitar, dan Ketapang menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap destinasi yang menawarkan daya tarik budaya, pariwisata, atau peluang ekonomi.

Kebutuhan perjalanan ke wilayah-wilayah ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor usaha seperti pariwisata, kuliner, perhotelan, transportasi tambahan, serta usaha mikro kecil menengah (UMKM). “Kenaikan jumlah kunjungan masyarakat selama libur sekolah dapat mendorong pertumbuhan sektor-sektor tersebut,” tutur Anne dalam pernyataannya.

KA Favorit yang Tersedia untuk Perjalanan

Beberapa kereta api yang paling diminati oleh calon penumpang selama masa libur ini adalah KA Majapahit (relasi Malang–Pasarsenen, PP) dengan 5.112 penumpang, KA Sawunggalih (Kutoarjo–Pasarsenen, PP) yang mencapai 4.526 penumpang, KA Progo (Lempuyangan–Pasarsenen, PP) dengan 4.401 penumpang, KA Singasari (Blitar–Pasarsenen, PP) yang tercatat 3.821 penumpang, dan KA Blambangan Ekspres (Ketapang–Pasarsenen, PP) dengan 3.413 penumpang. Angka ini menggambarkan bahwa rute-rute yang terhubung ke daerah wisata masih menjadi pilihan utama.

Program diskon 30 persen berlaku untuk seluruh kereta api kelas Ekonomi Komersial selama periode libur sekolah tahun 2026. Tiket dapat dibeli melalui berbagai kanal resmi KAI, seperti website, aplikasi, maupun layanan di stasiun. Anne menekankan bahwa pihaknya terus memantau permintaan untuk menyesuaikan kapasitas dan memastikan kenyamanan penumpang.

Peningkatan Mobilitas Membawa Peluang Ekonomi

Dalam keseluruhan strategi, KAI menggabungkan upaya peningkatan layanan dengan program diskon yang diberikan pemerintah. “Kebutuhan mobilitas masyarakat selama libur sekolah juga berkontribusi pada perekonomian daerah tujuan,” kata Anne. Peningkatan jumlah penumpang di jalur tertentu, seperti Yogyakarta dan Malang, diprediksi akan meningkatkan pendapatan sektor pariwisata dan aktivitas lokal.

Sementara itu, meski penjualan tiket masih tergolong rendah, Anne yakin bahwa peningkatan akan terus terjadi. “Minat terhadap program diskon ini terus berkembang, terutama di jalur yang terkait dengan destinasi menarik,” imbuhnya. Pihaknya berharap kebijakan ini mampu mengurangi beban pengendara yang menghadapi kemacetan di jalan raya dan mendorong penggunaan transportasi kereta api sebagai pilihan utama.

Persiapan KAI untuk Perjalanan Massal

Untuk memastikan operasional berjalan lancar, KAI telah melakukan persiapan di berbagai aspek, mulai dari layanan tiket hingga manajemen penumpang. Penambahan kapasitas kursi ini merupakan langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan jumlah pengguna yang diperkirakan terjadi selama masa libur. Anne menyatakan bahwa KAI siap melayani kebutuhan perjalanan dengan memperkuat armada dan meningkatkan fasilitas di stasiun-stasiun utama.

Program diskon ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan permintaan dari kalangan yang sebelumnya kurang terjangkau. “Kami percaya, dengan penawaran tarif yang lebih