Special Plan: Prabowo lantik Nanik Deyang, Agustina, dan Trenggono jadi pimpinan BGN

1000029007

Presiden Prabowo Subianto Lantik Tiga Pemimpin Baru Badan Gizi Nasional

Special Plan – Jakarta, Senin – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), serta Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Upacara pelantikan diadakan di Istana Negara, Jakarta, pada pukul 16.30 WIB. Keputusan ini diambil berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026, yang menyebutkan pemberhentian dan pengangkatan para pimpinan baru BGN, serta pergantian posisi Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Nanik Deyang kini menggantikan Dadan Hindayana sebagai kepala lembaga tersebut, sementara Agustina dan Trenggono menggantikan Lodewijk Pusung serta Sony Sonjaya sebagai wakil kepala.

Proses Pelantikan dan Peran Baru

Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, Prabowo Subianto memimpin pelantikan secara langsung. Nanik, Agustina, dan Trenggono berdiri di hadapan Presiden, didampingi seorang rohaniwan. Prabowo menyampaikan sumpah pelantikan, diikuti oleh ketiganya. Ia berjanji akan tetap setia pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan penuh dedikasi untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Prabowo.

Setelah mengambil sumpah, Nanik S. Deyang langsung menandatangani berita acara pelantikan. Tindakan ini disaksikan oleh Presiden Prabowo. Selain itu, dalam upacara tersebut, Prabowo juga melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Ia menggantikan posisi sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan menjadi anggota kabinet yang baru.

Kehadiran Tokoh Penting

Acara pelantikan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Mereka berpartisipasi dalam proses pengangkatan para pejabat baru tersebut.

Penggantian Pimpinan dan Alasan di Baliknya

Menurut informasi dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pergantian kepemimpinan BGN dilakukan setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama hampir satu setengah tahun terakhir. Evaluasi ini bertujuan memastikan efektivitas program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui distribusi bahan makanan bergizi secara gratis.

Sebelumnya, Nanik S. Deyang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, sementara Agustina Arumsari berada di posisi Wakil Kepala BPKP, dan Trenggono mengemban tugas sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Posisi mereka digantikan oleh para pejabat baru berdasarkan hasil evaluasi yang menunjukkan perlu adanya perubahan untuk memperbaiki kinerja lembaga tersebut.

Penetapan Tersangka Korupsi MBG

Kejaksaan Agung resmi menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewijk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi terkait tata kelola program MBG tahun anggaran 2025-2026. Pengadilan ini dilakukan pada Selasa (2/6) sebagai bagian dari investigasi yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Dalam keputusan Presiden yang berlaku, Dadan, Sony, dan Lodewijk diberhentikan dari jabatan masing-masing, dengan alasan penyelidikan korupsi.

Pelantikan Nanik, Agustina, dan Trenggono dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat sistem pengelolaan program MBG. Presiden Prabowo menyatakan bahwa perubahan ini dilakukan untuk mencerminkan hasil evaluasi yang menunjukkan adanya kelemahan dalam pemerintahan sebelumnya. Selain itu, keputusan ini juga diharapkan bisa menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi bahan makanan ke masyarakat yang kurang mampu.

Konteks dan Tantangan Baru

BGN, sebagai lembaga yang bertugas mengawasi kebijakan gizi nasional, telah menjadi sorotan karena beberapa tahun terakhir. Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi kritik terhadap efektivitas program MBG, terutama terkait penggunaan anggaran dan distribusi bahan makanan. Prabowo Subianto menyatakan bahwa keputusan pelantikan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan kinerja lembaga tersebut.

Dengan adanya Nanik, Agustina, dan Trenggono di posisi baru, diharapkan ada peningkatan dalam koordinasi antarlembaga serta kebijakan yang lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Para pejabat baru ini memiliki latar belakang yang beragam, baik dalam bidang pangan maupun keuangan, sehingga dianggap mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dalam pengelolaan program.

Peran dan Harapan

Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN, akan bertugas mengarahkan kebijakan gizi nasional secara lebih efektif. Ia juga dikenal sebagai pengusaha dan pelaku kegiatan sosial yang memiliki pengalaman dalam pangan. Sementara itu, Agustina Arumsari, yang berasal dari BPKP, akan membawa perspektif keuangan