New Policy: BNPP raih peningkatan signifikan pada capaian Reformasi Birokrasi 2025

WhatsApp-Image-2026-06-07-at-22.59.09

BNPP Melakukan Peningkatan Besar dalam Reformasi Birokrasi 2025

New Policy – Dari Jakarta, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melaporkan peningkatan signifikan dalam pencapaian Reformasi Birokrasi (RB) tahun 2025. Nilai indeks yang dicatatkan mencapai 81,48 dengan kategori A- (Memuaskan dengan Catatan), meningkat 7,6 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada di kategori “BB” dengan skor 73,88. Pencapaian ini menunjukkan kemajuan dalam membangun sistem birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan publik.

Apresiasi Terhadap Kinerja Tim

Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Kepegawaian BNPP, Belly Isnaeni, menyampaikan rasa bangganya atas upaya seluruh jajaran pegawai yang terus berkontribusi dalam mendukung proses reformasi. “Capaian ini tidak terlepas dari komitmen dan kolaborasi semua anggota tim dalam memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, dan fokus pada pelayanan birokrasi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

“Predikat A- menjadi bukti bahwa upaya pembenahan tata kelola organisasi yang telah dilakukan selama ini menunjukkan hasil yang memuaskan,” tambah Belly. Ini menegaskan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya fokus pada perbaikan internal, tetapi juga mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.

Indikator Strategis yang Mendukung Peningkatan

Penurunan signifikan dalam skor RB BNPP didorong oleh sejumlah indikator kinerja strategis yang berhasil dicapai. Salah satu prestasi utama adalah meraih Opini Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPK) dengan nilai sempurna 100 persen, menunjukkan pengelolaan keuangan yang terstruktur dan tidak ada penyimpangan. Selain itu, BNPP juga memperoleh skor tinggi dalam Survei Kepuasan Masyarakat, mencapai 91,69, serta Indeks Reformasi Hukum yang mencapai 99,50, menggambarkan kecepatan adaptasi peraturan dalam layanan publik.

Kinerja dalam Indeks Perencanaan Pembangunan sebesar 98,36 juga menjadi faktor penting. Angka ini mencerminkan pengaturan sumber daya dan peningkatan kualitas kebijakan yang lebih terarah. Dalam aspek tindak lanjut rekomendasi, BNPP mencatatkan angka 81,65 persen pada capaian pengelolaan pengaduan masyarakat melalui SP4N-LAPOR! dan 81,03 persen pada Survei Penilaian Integritas, yang menunjukkan keberhasilan dalam menyelesaikan masukan dari masyarakat.

Prestasi Zona Integritas

Di bidang pembangunan Zona Integritas, BNPP mencatatkan prestasi dengan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu Entikong dan Motamasin. Ini menggarisbawahi upaya BNPP dalam menjaga transparansi dan keadilan di area strategis yang berbatasan dengan negara lain. Kepuasan masyarakat terhadap layanan di PLBN tersebut menjadi bukti bahwa reformasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas kehidupan warga.

Belly Isnaeni menambahkan bahwa BNPP aktif dalam mengimplementasikan Reformasi Birokrasi Tematik tahun 2025. Upaya ini difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan investasi, percepatan hilirisasi, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan di kawasan perbatasan. “Program-program yang dijalankan terus dirancang agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Komitmen untuk Terus Meningkatkan Kinerja

Meski mencapai hasil yang memuaskan, evaluasi terhadap RB 2025 juga memberikan catatan perbaikan. Belly Isnaeni menyebutkan beberapa area yang perlu ditingkatkan, seperti penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), peningkatan pengelolaan pengaduan masyarakat melalui SP4N-LAPOR!, serta perbaikan tata kelola pengadaan barang dan jasa. Selain itu, kualitas statistik sektoral juga menjadi fokus perhatian ke depan.

“Komitmen BNPP untuk menindaklanjuti rekomendasi Kementerian PANRB akan menjadi bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan,” ujar Belly. Ia menegaskan bahwa keberhasilan RB tidak cukup hanya berada di tingkat organisasi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama di daerah perbatasan.

Strategi Peningkatan Kinerja untuk Tahun Depan

Belly Isnaeni menyatakan bahwa BNPP akan terus berupaya meningkatkan efektivitas reformasi birokrasi. “Tujuan utama adalah menciptakan birokrasi yang adaptif, efektif, dan akuntabel,” katanya. Hal ini diperlukan agar layanan publik lebih responsif terhadap kebutuhan warga, terutama di kawasan perbatasan yang memiliki tantangan khusus. Dalam prosesnya, BNPP berkomitmen untuk memastikan setiap kebijakan yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata.

Sebagai bagian dari pengembangan Zona Integritas, BNPP juga berupaya memperkuat pengawasan internal dan eksternal. Langkah-langkah ini dilakukan untuk menjaga konsistensi dalam pelayanan, serta memastikan transparansi dalam pengambilan keputusan. Belly menekankan bahwa keberhasilan RB harus diukur dari kemampuan organisasi dalam memenuhi aspirasi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kontribusi Reformasi Birokrasi terhadap Pembangunan Wilayah

Dalam konteks pembangunan kawasan perbatasan, reformasi birokrasi menjadi alat penting untuk mengakselerasi keberhasilan berbagai program nasional. Belly Isnaeni menjelaskan bahwa BNPP terus mengoptimalkan peran sebagai pengelola perbatasan, baik dalam pengaturan logistik maupun dalam pelayanan kependudukan dan administratif. “Dengan meraih predikat A-, BNPP membuktikan bahwa perbaikan birokrasi bisa menjadi pendorong utama pembangunan wilayah yang tertinggal,” katanya.

Langkah strategis yang diambil BNPP tahun ini tidak hanya memperbaiki proses internal, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga lain. Misalnya, dalam peningkatan akses pendidikan, BNPP bekerja sama dengan pihak swasta dan lokal untuk mengembangkan program pendidikan berbasis komunitas. Di sisi lain, upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan terus dilakukan melalui penguatan fasilitas kesehatan di daerah terpencil.

Perspektif Jangka Panjang dalam Reformasi

Komitmen BNPP untuk melanjutkan reformasi birokrasi berdampak pada visi jangka panjang pengembangan kawasan perbatasan. Belly Isnaeni menyampaikan bahwa peningkatan indeks RB tahun 2025 menunjukkan