Key Issue: Profil Timnas Irak, kembali ke Piala Dunia setelah 40 tahun

8109a943-7f9e-4dec-ad84-fa9b496fac67-0

Timnas Irak Meraih Mimpi Setelah 40 Tahun

Key Issue – Setelah berkeliaran di babak kualifikasi selama empat dekade, Timnas Irak akhirnya menggapai keberhasilan yang dinanti-nantikan. Pada putaran final Piala Dunia 2026, yang akan berlangsung antara 12 Juni hingga 20 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, mereka memasuki babak grup sebagai tim yang kembali ke ajang bergengsi tersebut setelah absen sejak edisi 1986. Penantian panjang ini memerlukan perjalanan ekstrem melalui babak kualifikasi Asia, di mana Irak menunjukkan ketangguhan untuk mengklaim tiket ke putaran final.

Rangkaian Kualifikasi yang Berliku

Jalur kualifikasi Piala Dunia 2026 bagi Irak tidak mudah. Mereka terlebih dahulu memulai dari babak kedua zona Asia, di mana performa mengesankan dalam enam pertandingan membuat mereka lolos ke tahap selanjutnya. Namun, di babak ketiga, ketidakstabilan tim mengakibatkan kegagalan untuk melangkah secara otomatis, hanya berbeda satu poin dari posisi langsung. Ini menuntut upaya ekstra pada babak keempat, di mana mereka memperoleh hasil positif dengan mengalahkan Indonesia 1-0 dan bermain imbang melawan Arab Saudi 0-0. Meski demikian, Irak harus mengejar tiket melalui pertandingan penentuan.

Dalam putaran kelima, mereka bertemu Uni Emirat Arab, yang menjadi penantang terberat. Meski lolos, Irak tetap membutuhkan pertandingan playoff antarbenua untuk mengejar slot terakhir. Di Monterrey, Meksiko, mereka mengatasi Bolivia 2-1, dengan gol Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein menjadi penentu kemenangan. Ini merupakan pencapaian luar biasa, karena memungkinkan Irak menjadi tim Asia yang kembali ke Piala Dunia setelah 40 tahun.

Sejarah yang Menjadi Dasar Kembali

Timnas Irak pertama kali tampil di Piala Dunia pada 1986 di Meksiko. Saat itu, mereka ditempatkan dalam grup yang terdiri dari Paraguay, Belgia, dan tuan rumah Meksiko. Meski berusaha keras, mereka hanya mampu mencetak satu gol, yang dicetak Ahmed Radhi ke gawang Belgia—gol tercatat sebagai gol pertama dan satu-satunya dalam sejarah partisipasi mereka di babak final. Kekecewaan itu menjadi pelajaran berharga yang memperkuat semangat untuk bangkit.

Dalam 40 tahun terakhir, Irak mengalami transformasi signifikan. Mereka menjadi salah satu tim kuat di Asia Barat, dengan prestasi terbaik pada Piala Asia 2007, di mana berhasil mengalahkan Arab Saudi di babak final. Selain itu, tim ini juga sering menunjukkan kompetitivitas di level regional dan kontinental. Kini, dengan rencana untuk kembali ke Piala Dunia, Irak memperlihatkan kemajuan yang tak terduga dalam dunia sepak bola.

Komposisi Tim dan Strategi Pelatih

Pelatih yang membawa Irak ke putaran final adalah Graham James Arnold, mantan pelatih Australia yang pernah membawa mereka mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2022. Pemilihan Arnold menjadi langkah strategis untuk memberikan kekuatan teknik dan mental. Di bawah bimbingannya, Irak menggandeng sejumlah pemain muda yang menjanjikan, seperti Ali Jasim, winger berbakat yang menjadi perhatian di level nasional.

Tim Irak diisi oleh sejumlah nama penting. Di lini belakang, Fahad Talib dan Jalal Hassan menjadi pilihan utama sebagai kiper, sementara bek-bek seperti Rebin Ghareeb, Hussein Ali, dan Zaid Tahseen memastikan pertahanan yang solid. Di tengah lapangan, Zidane Iqbal dan Amir Al-Ammari dipercaya mengatur alur permainan, sementara Youssef Amyn dan Ibrahim Bayesh mengisi posisi gelandang. Di depan gawang, Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein menjadi andalan utama, dengan Al-Hamadi mengantarkan tim ke putaran final melalui gol krusial dalam playoff.

Perjalanan di Grup I dan Tantangan Besar

Dalam putaran final Piala Dunia 2026, Irak bergabung dengan Grup I yang dihuni Prancis, Senegal, dan Norwegia. Grup ini dianggap sebagai salah satu yang paling berat, mengingat kekuatan dari tiga tim tersebut. Meski Irak berstatus sebagai tim nonunggulan, mereka siap memperlihatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan berat ini.

Jadwal pertandingan Irak di Grup I akan berlangsung pada akhir Juni 2026. Mereka pertama kali menghadapi Norwegia pada Rabu, 17 Juni, pukul 05.00 WIB. Laga berikutnya melawan Prancis pada Selasa, 23 Juni, pukul 04.00 WIB, dan penutupan dengan pertandingan melawan Senegal pada Sabtu, 27 Juni, pukul 02.00 WIB. Tiga pertandingan ini akan menjadi ujian bagi tim yang ingin membangun sejarah baru.

Harapan dan Pandangan Pelatih

Proses kualifikasi yang melelahkan menjadi pengalaman berharga bagi Irak. Pelatih Graham James Arnold menyatakan bahwa tim ini memperlihatkan peningkatan signifikan, terutama dalam kekompakan dan kepercayaan diri. “Ini adalah momen penting bagi sepak bola Irak, dan kami berharap bisa memperlihatkan kemampuan terbaik kami,” kata Arnold. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam setiap pertandingan untuk meraih hasil maksimal.

Pemain-pemain muda seperti Ali Jasim dan Aymen Hussein menjadi penopang utama di fase grup. Jasim, yang baru saja menunjukkan bakatnya, dipercaya untuk memberikan kecepatan di sayap lapangan, sementara Hussein, dengan rekor sebagai pencetak gol terbanyak Irak, diharapkan menciptakan momen-momen berharga. Kombinasi antara pengalaman dan keberanian pemain muda berpotensi mengubah arah permainan Irak di Piala Dunia 2026.

Menanti Penampilan Pertama di Piala Dunia

Dengan keberhasilan kualifikasi, Irak memasuki Piala Dunia 2026 sebagai tim yang ingin membuat kesan. Mereka memiliki peluang untuk menorehkan pencapaian pertama sejak 1986, termasuk meraih kemenangan pertama di babak final. Persaingan di Grup I, yang diperkirakan sangat ketat, akan memaksa Irak bermain dengan hati-hati dan penuh strategi.

Berikut ini daftar lengkap pemain yang akan tampil di Piala Dunia 2026:

  • Kiper: Fahad Talib, Jalal Hassan, Ahmed Basil
  • Bek: Rebin Ghareeb, Hussein Ali, Zaid Tahseen, Akam Hashim, Munaf Younus, Ahmed Yahya, Merchas Doski, Mustafa Sadoon, Frans Putros
  • Gelandang: Youssef Amyn, Ibrahim Bayesh, Zidane Iqbal, Amir Al-Ammari, Kevin Yakob, Aimar Sher, Zaid Ismeil
  • Pemain depan: Ali Al-Hamadi, Mohanad Ali, Ahmed Qasim, Ali Yousif, Ali Jasim, Aymen Hussein, Marko Farji

Kombinasi ini diharapkan mampu menciptakan momentum positif di pertandingan pertama mereka, sekaligus menggambarkan transformasi Timnas Irak dalam era baru.

Menjadi Bintang di Piala Dunia

Dalam perjalanan menuju Piala Dunia, Irak memperlihatkan konsistensi yang luar biasa. Meski sempat mengalami fluktuasi di babak ketiga kualifikasi, mereka berhasil mengatasi hambatan dengan hasil yang memadai. Performa di playoff antarbenua, khususnya