Important Visit: Dubes Djauhari harap relasi pengusaha RI-China bersifat jangka panjang
Dubes Djauhari Harap Relasi Pengusaha RI-China Jangka Panjang
Important Visit di Shanghai
Important Visit – Dalam important visit ke Shanghai, 12 Desember 2023, Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menegaskan keinginan untuk memperkuat hubungan ekonomi antara pengusaha Indonesia dan Tiongkok secara berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh sekitar 30 pengusaha dari kedua negara, termasuk dari sektor pangan dan olahan, serta didukung oleh Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir.
“Kita harus mengembangkan important visit ini menjadi peluang jangka panjang, bukan sekadar transaksi satu kali. Tiongkok tidak hanya menjadi pasar besar, tetapi juga mitra strategis dalam inovasi industri dan globalisasi ekspor,” ujar Djauhari Oratmangun saat membuka Forum Bisnis Indonesia-China.
Pemimpin delegasi menyoroti pentingnya kolaborasi yang saling menguntungkan, mengingat volume perdagangan RI-Tiongkok mencapai 167,5 miliar dolar AS pada 2025. Dengan pertumbuhan ekspor hingga 113% dalam lima tahun terakhir, hubungan dagang antara dua negara terus memperlihatkan potensi besar.
UMKM sebagai Pilar Ekspor
Dubes Djauhari juga menyoroti peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia dalam important visit ini. Sejumlah UMKM yang berpartisipasi dalam Pameran Makanan Internasional SIAL Shanghai 2026 berhasil mencatatkan transaksi sebesar 3,5 juta dolar AS. Produk unggulan seperti keripik tempe, abon ikan, dan kopi menjadi daya tarik utama bagi pasar Tiongkok.
Menurut Djauhari, UMKM yang terlibat dalam pameran ini telah dibina oleh Bank Indonesia melalui seleksi ketat. Dari ratusan pelaku usaha, tujuh UMKM makanan dan 11 UMKM kopi dipilih untuk mewakili Indonesia, menggambarkan upaya hilirisasi industri yang terus berkembang.
Dubes Djauhari menyatakan bahwa forum seperti ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga platform untuk membangun kepercayaan antarmitra. “Dengan dukungan pemerintah dan inovasi teknologi, produk nasional semakin kompetitif di pasar global,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa important visit ini membuka peluang baru untuk ekspor, terutama dalam sektor pangan. Dengan sistem distribusi internasional yang sudah mapan, Indonesia bisa menembus pasar Tiongkok dan negara lain secara lebih efektif.
