Meeting Results: Djokovic tersingkir pada laga pembukanya di Italian Open 2026

Djokovic Tersingkir pada Laga Pembukanya di Italian Open 2026

Meeting Results – Roma, Sabtu WIB – Penampilan Novak Djokovic dalam babak pembuka turnamen Internazionali BNL d’Italia 2026 di Roma terhenti setelah ia kalah dari petenis Kroasia Dino Prizmic dengan skor 6-2, 2-6, 4-6. Hasil ini menjadi langkah awal yang mengejutkan bagi pemain yang sebelumnya diunggulkan sebagai salah satu favorit besar di ajang Masters 1000 tersebut.

Djokovic, yang menghadapi pertandingan pertamanya sejak Indian Wells pada Maret lalu, terlihat mengalami kesulitan secara fisik di set kedua. Kehadirannya di lapangan sempat terhenti ketika ia membungkuk dan meletakkan tangannya di lutut di antara poin, lalu berjalan perlahan ke kursinya saat pergantian set. Meski demikian, di set ketiga ia menunjukkan semangat luar biasa, tetapi akhirnya kelelahan memengaruhi performa dan memungkinkan Prizmic melangkah ke babak ketiga.

Prizmic, yang berada di peringkat 79 ATP, menunjukkan kemampuan yang mengesankan dalam pertandingan ini. Petenis berusia 20 tahun itu berhasil menemukan keseimbangan antara agresivitas dan konsistensi, mengalahkan juara Roma enam kali dalam pertandingan pertamanya di level Masters 1000. Ini menjadi momen penting dalam kariernya, karena sebelumnya ia hanya pernah memenangkan satu set melawan Djokovic di Australian Open 2024, saat masih berusia 18 tahun.

Prizmic Ungkap Perasaannya Setelah Kemenangan

“Bagi saya, sulit untuk mengatakan sesuatu. Saya sangat menghormati Novak. Dia adalah idola saya, jadi ini adalah pertandingan yang hebat bagi saya hari ini,” ujar Prizmic seusai pertandingan, dikutip dari ATP.

Petenis yang berasal dari Kroasia tersebut juga menekankan bahwa dirinya bermain dengan fokus tinggi dan siap melangkah lebih jauh. “Saya bermain luar biasa dan ingin tetap konsentrasi untuk pertandingan berikutnya,” tambahnya. Kemenangan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan Prizmic, yang sebelumnya berada di peringkat 334 ATP.

Pertandingan melawan Djokovic menjadi titik balik dalam kariernya. Dalam pertemuan sebelumnya di Australian Open 2024, Prizmic hanya mampu menang satu set sebelum kalah dalam empat pertandingan. Namun di Roma, ia menunjukkan permainan yang lebih matang, terutama dengan pukulan bola baseline yang konsisten, sehingga mampu menghalangi permainan Djokovic di set akhir.

Performa Djokovic di Italian Open 2026

Unggulan ketiga turnamen ini mengalami keterbatasan di sepanjang pertandingan, terutama dalam mengatur tempo dan menghadapi tekanan dari Prizmic. Di set pertama, Djokovic tampil dominan, tetapi di set kedua dan ketiga ia terlihat lebih lelah, terutama saat bertukar pukulan di baseline. Dino Prizmic memanfaatkan kondisi ini dengan bermain agresif sejak awal set kedua, membuat Djokovic kesulitan merespons.

Ini adalah pertama kalinya Djokovic kalah di laga pembuka sejak memenangkan gelar di Roma tahun 2017. Dengan statistik menang-kalah 18-1, kekalahan ini menandai tantangan baru dalam kariernya yang telah mengalami penurunan performa dalam beberapa minggu terakhir. Meski sempat memperbaiki keadaan di Australian Open dengan memenangkan final, Djokovic terlihat belum sepenuhnya pulih sepenuhnya untuk Roland Garros yang akan berlangsung akhir bulan ini.

Prizmic, yang sebelumnya hanya mampu mencapai babak ketiga di Madrid bulan lalu, kini menunjukkan potensi untuk menyaingi pemain-pemain berperingkat lebih tinggi. Dalam lima pertandingan terakhirnya, ia memenangkan delapan laga, termasuk kualifikasi di Roma dan babak babak pertama di turnamen ATP Challenger di Italia bulan lalu. Performa ini menggarisbawahi perubahan signifikan dalam kemampuan taktis dan fisiknya.

Kemajuan Prizmic dalam Kariernya

Dino Prizmic kini berada di peringkat 79 ATP, berbeda jauh dari posisi 334 yang ia capai tahun lalu. Peningkatan ini dipicu oleh konsistensi di lapangan, termasuk kemenangan dalam pertandingan kualifikasi di Roma dan Madrid. Pemain yang berusia 20 tahun ini juga menunjukkan kemampuan untuk bertahan dalam pertandingan berkekuatan penuh, seperti yang terjadi saat menghadapi Djokovic.

Di babak ketiga, Prizmic akan menghadapi tantangan lebih besar. Namun, keberhasilan mengalahkan sang idola menjadi pengalaman berharga yang meningkatkan kepercayaan dirinya. Kini, ia siap untuk menantang pemain-pemain unggulan lainnya, terutama dalam rangkaian turnamen Masters 1000 yang memperkuat ambisinya untuk menembus peringkat lebih tinggi.

Djokovic, yang sebelumnya dinilai sebagai salah satu peluang besar untuk menang di Roma, kini harus mengakui bahwa perjalanan ke babak final terhambat. Pemain berusia 38 tahun itu mengakui bahwa ia kurang maksimal dalam laga pembuka, terutama karena kesulitan mengatur energi di set akhir. Namun, kekalahan ini menjadi pembelajaran untuk menghadapi Roland Garros, yang merupakan target utamanya sebelum musim panas.

Dalam laga pembuka, Prizmic juga menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan strategi sesuai dengan kondisi lapangan. Ia memanfaatkan kecepatan lapangan Roma dengan baik, terutama saat Djokovic mengalami kelelahan di set ketiga. Pemain Kroasia ini berhasil mengubah momentum permainan, yang sebelumnya mendominasi Djokovic di set pertama, menjadi kemenangan yang menggembirakan bagi dirinya.

Kehadiran Prizmic di babak ketiga membuka jalan bagi pemain muda lainnya yang berusaha menyaingi petenis senior. Ini menunjukkan bahwa kompetisi di level Masters 1000 semakin ketat, dengan banyak pemain berbakat mulai menunjukkan kemampuan yang bisa mengancam pelatih-pelatih besar. Djokovic, yang menghadapi kekalahan di laga pembuka, kini harus memperbaiki strategi dan kondisi fisiknya untuk menjaga kans meraih gelar ke-25.

Kemenangan Prizmic di Italian Open 2026 menjadi bukti bahwa perubahan dalam permainan dan kepercayaan diri bisa memicu kemenangan di level yang lebih tinggi. Meski belum menjadi ancaman langsung bagi Djokovic, pertandingan ini memperlihatkan potensi untuk menyaingi unggulan besar di masa depan. Djokovic, yang terkenal dengan stamina luar biasa, harus beradaptasi dengan kelelahan yang lebih cepat di Roma, yang mungkin menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya.

Kehadiran Prizmic di babak ketiga juga memberikan harapan baru bagi penggemar tenis yang memandang potensi pemain muda. Ia berharap bisa terus mengembangkan permainannya dan menjelma menjadi salah satu nama besar di rangking ATP. Dengan hasil ini, Prizmic telah membuktikan bahwa ia bisa menjadi lawan berat bagi pelatih-pelatih besar, termasuk Djokovic.

Kemenangan di laga pembuka menandai awal yang menggembirakan bagi Prizmic, yang sebelumnya hanya dianggap sebagai petenis dengan potensi. Kini, ia harus tetap waspada dan memperkuat mentalnya untuk menghadapi tantangan di babak berikutnya. Sementara Djokovic, meski mengalami kekalahan, tetap menunjukkan kemampuan untuk bangkit, terutama dalam pertandingan besar yang akan datang.

Dengan kekalahan ini, Djokovic harus mengakui bahwa pertandingan di Roma belum memberinya hasil maksimal. Namun