New Policy: Fasilitas olahraga di kolong flyover Jaktim untuk ruang kreatif remaja

New Policy: Fasilitas Olahraga di Kolong Flyover Jaktim untuk Ruang Kreatif Remaja

New Policy – Kota Jakarta Timur kini menerapkan New Policy dengan mengubah area kolong flyover Pasar Rebo menjadi tempat aktivitas kreatif bagi remaja. Proyek ini bertujuan untuk memanfaatkan ruang yang sebelumnya sering dipakai sebagai lokasi tawuran menjadi sarana pembelajaran olahraga dan seni. Pemerintah Daerah (Pemda) Jakarta Timur menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan bermakna bagi generasi muda.

Warisan Tawuran sebagai Titik Perubahan

Sebagai bagian dari New Policy, Pemda Jakarta Timur memilih kolong flyover Pasar Rebo sebagai lokasi utama. Lokasi ini memiliki sejarah sebagai tempat konflik jalanan yang sering terjadi, khususnya di Jalan TB Simatupang. “Kita ingin menunjukkan bahwa ruang ini bisa diubah menjadi tempat kegiatan positif,” jelas Eka Darmawan, Sekretaris Kota Jakarta Timur. Proyek ini berharap mengurangi potensi konflik dan menumbuhkan minat remaja terhadap kegiatan sehat.

“Karena di sini ada momen bersejarah, tempat yang sering dijadikan lokasi tawuran. Kita ingin mengubahnya menjadi ruang yang bermanfaat,” kata Eka saat mengunjungi Pasar Rebo, Jumat lalu.

Kawasan ini menjadi fokus karena dampak konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun. Selain penataan fisik, New Policy juga mencakup pendekatan psikologis untuk remaja yang terlibat. “Kita memilih lokasi ini karena tawuran sering terjadi di sana. Dengan adanya ring tinju dan arena skateboard, kita harap mereka teringat bahwa tawuran itu menyakitkan,” tambahnya. Upaya ini diharapkan memberikan ruang bagi kegiatan kreatif yang lebih menginspirasi.

Program Kolaboratif dengan Sumber Dana Beragam

Pembangunan fasilitas olahraga di Pasar Rebo melibatkan kerja sama lintas instansi. Proyek ini didanai melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan serta dana non-APBD. “Alat-alat ini harus dirawat dan dijaga karena berasal dari CSR,” ujar Eka. Proyek ini juga melibatkan Kelurahan Susukan dalam pengelolaan dan pemantauan kegiatan di kawasan tersebut.

New Policy tidak hanya fokus pada tata ruang, tetapi juga menyisipkan elemen estetika dan pesan sosial. Misalnya, mural yang dipasang di area ini menjadi bagian dari strategi untuk menyampaikan nilai-nilai positif kepada masyarakat. “Progres penyelesaian sudah mencapai 90 persen, tinggal menambahkan hiasan serta mural yang menampilkan pesan dari program provinsi,” imbuh Eka. Ini adalah cara baru untuk menyatukan kegiatan kreatif dan peningkatan kualitas lingkungan.

Peran Remaja dalam Proses Pengembangan

Proyek ini dirancang dengan melibatkan remaja secara aktif. Sebelum memulai, Pemda melakukan sosialisasi dan dialog dengan sembilan geng lokal untuk memastikan mereka terlibat dalam New Policy. “Kita ingin mereka mengambil peran dalam pengelolaan ruang ini,” tambah Eka. Remaja yang sebelumnya sering berkonflik kini mulai tertarik untuk mengikuti latihan tinju dan menggunakannya sebagai tempat pertemuan kreatif.

“Dengan adanya ring tinju, kita harap remaja tidak lagi menghabiskan waktu di bawah flyover untuk tawuran. Mereka bisa menyalurkan bakat dan minat secara sehat,” kata Eka.

Dukungan dari pelatih profesional Pertina dan komunitas tinju lainnya membuat fasilitas ini lebih terstruktur. Selain itu, ruang ini diharapkan menjadi wadah bagi ekspresi kreatif dan peningkatan keterlibatan remaja dalam kegiatan produktif. “Ini adalah salah satu langkah untuk membentuk generasi muda yang lebih positif,” tambah Eka.

Pembangunan Fasilitas yang Berkelanjutan

Saat ini, penyelesaian proyek telah mencapai tahap akhir. “Sudah 90 persen selesai, tinggal menambahkan estetika dan mural,” kata Eka. Fasilitas yang diisi ring tinju dan arena skateboard akan menjadi pusat aktivitas remaja. “Dengan New Policy ini, kita bisa memastikan mereka memiliki tempat yang aman untuk berkumpul dan bermain,” ujarnya.

Proyek ini juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih harmonis. “Kita ingin menunjukkan bahwa ruang ini bisa diubah menjadi tempat yang bermanfaat, bukan hanya sebagai tempat konflik,” jelas Eka. Ia berharap New Policy ini bisa menjadi contoh sukses dalam mengganti ruang negatif dengan ruang kreatif yang bermakna.

Kelanjutan Program dan Dampak Sosial

Pembenahan di kolong flyover Pasar Rebo menjadi bagian dari New Policy yang lebih luas. Dengan adanya area olahraga dan seni, masyarakat diharapkan bisa melihat perubahan positif di kawasan tersebut. “Ini adalah bukti bahwa New Policy bisa memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup remaja,” tambah Eka. Proyek ini juga mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan ruang yang berkelanjutan.

Penataan kawasan ini sejalan dengan visi Pemda Jakarta Timur untuk membangun masyarakat yang lebih kreatif dan mandiri. “Kita ingin mereka memiliki tempat untuk berkumpul, belajar, dan berkreasi. New Policy ini menjadi bentuk komitmen kita terhadap hal tersebut,” pungkas Eka. Harapan besar ditempatkan pada transformasi yang telah dimulai di Pasar Rebo.