Visit Agenda: Rano Karno dorong Jakarta jadi kota kreatif global

Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Kota Kreatif Global

Sabtu malam, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka acara Jazz Goes to Campus (JGTC) bertajuk The City Series (TCS) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Rano menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi DKI untuk mengembangkan ruang-ruang kreatif di ibu kota, yang bertujuan memacu pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor seni dan budaya.

Pengembangan Ruang Kreatif untuk Masyarakat Berdaya

Rano Karno menekankan bahwa ruang kreatif di Jakarta perlu dimanfaatkan secara maksimal guna membangun masyarakat yang memiliki kemampuan inovatif dan produktif. “Kami ingin mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang kaya akan budaya sekaligus terus berkembang dengan menggabungkan kearifan lokal dan inovasi,” ujarnya.

“Kami ingin ruang-ruang kreatif di Jakarta dimanfaatkan secara optimal untuk membangun masyarakat yang kreatif dan berdaya,” kata Rano Karno saat membuka Jazz Goes to Campus (JGTC) bertajuk The City Series (TCS) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu malam.

Dalam upaya tersebut, Rano menyoroti revitalisasi Taman Ismail Marzuki sebagai pusat seni dan budaya yang dapat menjadi wadah kolaborasi, eksperimen, serta produksi karya berdampak. “Kawasan ini memiliki potensi untuk menciptakan ruang yang mendukung kreativitas dan pengembangan budaya,” tambahnya.

Pelaku Kreatif dan Budaya Betawi

Rano Karno berharap ekonomi kreatif Jakarta tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga memiliki identitas kuat yang didasari warisan budaya, khususnya budaya Betawi. “Kami mendorong generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan seni serta budaya lokal,” jelasnya.

“Kami mendorong generasi muda berani berkarya bagi perkembangan seni dan budaya di Jakarta,” kata dia.

Ia menilai JGTC menjadi platform yang mendorong kolaborasi dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif inklusif serta berkelanjutan. “Kegiatan ini tidak hanya merayakan keindahan musik jazz, tetapi juga menjadi wadah untuk bertukar ide dan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global berbudaya,” katanya.

Kolaborasi dan Inovasi dalam Seni

Rano Karno menyebut bahwa penyelenggaraan JGTC di lingkungan Universitas Indonesia (UI) turut memperkaya dinamika seni di Jakarta. Menurutnya, seni memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian. “Seni tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi,” ujarnya.

Dalam kesimpulannya, Rano Karno menekankan bahwa ruang kreatif berperan signifikan dalam menghadirkan akses yang lebih luas bagi pelaku seni untuk terus berkarya dan berinovasi. “Kami percaya bahwa berbagai ruang kreatif dapat menjadi fondasi ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tutupnya.