Pembahasan Penting: Wapres bahas peningkatan kesejahteraan guru madrasah dengan PGM

Wapres Diskusikan Peningkatan Kesejahteraan Guru Madrasah melalui Teknologi

Jakarta, Rabu – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan dengan pengurus Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) untuk membahas upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus kapasitas para guru madrasah. Dalam sesi ini, peran PGM dalam memperjuangkan kepentingan guru di seluruh Indonesia mendapat apresiasi khusus dari Wapres.

Audiensi yang berlangsung hari ini fokus pada penggunaan teknologi sebagai sarana peningkatan kualitas pendidikan. PGM menyampaikan beberapa isu strategis, termasuk tantangan regulasi yang dihadapi guru madrasah swasta dalam hal status kepegawaian dan kepastian pengangkatan. Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya pelatihan berbasis teknologi untuk distribusi yang merata.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Program Pelatihan AI dan Robotika Disampaikan sebagai Langkah Strategis

Ketua Umum PGM, Yaya Ropandi, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengusulkan perluasan program pelatihan teknologi, khususnya di bidang kecerdasan artifisial (AI) dan robotika. “Alhamdulillah, kami juga menjelaskan bagaimana peningkatan kompetensi guru madrasah terkait pelatihan AI dan robotika di sekolah,” ujarnya. Wapres Gibran menyetujui rencana ini, menyatakan bahwa program tersebut harus dilaksanakan di setiap provinsi.

“Pak Wapres sudah memberikan sinyal bahwa pelatihan ini perlu kita terapkan. Bahkan, saya mengusulkan agar kegiatan tersebut diadakan secara rutin di seluruh wilayah Indonesia,”

Undangan ke Acara PGM di Bandung

Pada kesempatan tersebut, PGM juga mengundang Wapres untuk menghadiri acara Hari Lahir ke-18 organisasi serta PGM Award 2026 yang akan dihelat di Bandung. Undangan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas perhatian dan dukungan Wapres terhadap penguatan peran guru madrasah.

Kesejahteraan guru tetap menjadi sorotan utama. Meski ada langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, PGM mengungkapkan bahwa regulasi yang memastikan pengangkatan guru swasta sebagai PPPK masih kurang memadai. Hal ini menjadi hambatan dalam upaya menciptakan pemerataan pelatihan berbasis teknologi yang efektif.