Rencana Khusus: Kemenperin terapkan strategi dekarbonisasi semen lewat lima pilar

Kemenperin Percepat Transisi Industri Semen Menuju Ramah Lingkungan

Jakarta, Rabu – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mendorong perubahan signifikan dalam sektor industri semen nasional untuk mencapai level keberlanjutan lingkungan. Menurut Emmy Suryandari, kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, inisiatif ini berfokus pada pengurangan emisi sebelum menuju fase netral karbon.

“Industri semen global saat ini menghadapi lingkungan bisnis yang dinamis, dipengaruhi oleh tiga arah utama: urbanisasi, dekarbonisasi, dan digitalisasi,” ujarnya.

Strategi yang diterapkan melibatkan lima pilar utama, diantaranya: – Pengoptimalan proses produksi untuk meningkatkan efisiensi energi dan material. – Penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa serta teknologi hidrogen. – Penggunaan perangkat produksi yang lebih modern untuk mengurangi dampak lingkungan. – Elektrifikasi pabrik dan integrasi sumber daya energi terbarukan. – Implementasi teknologi penangkapan karbon guna mengurangi emisi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Kinerja Sektor Semen dan Manfaat Ekonomi

Dalam acara Intercem Asia 2026 di Jakarta, Emmy menegaskan bahwa industri semen serta barang galian nonlogam memiliki peran penting dalam membangun infrastruktur, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan manufaktur. Tahun ini, sektor tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,16 persen, dengan nilai investasi mencapai 25 triliun rupiah, ekspor senilai 1,79 miliar dolar AS, serta menyerap lebih dari 900 ribu tenaga kerja.

Menurut data terbaru, Indonesia telah mengukuhkan posisi sebagai produsen semen terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas produksi mencapai 121,66 juta ton per tahun. Industri ini juga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri yang diproyeksikan mencapai 64 juta ton pada 2025, sementara ekspor semen dan klinker mencapai 443 juta dolar AS, naik 18,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian dalam Rangka Decarbonisasi

Pada 2010, industri semen memiliki clinker factor 81 persen, thermal substitution rate (TSR) 3 persen, serta emisi spesifik sebesar 724 kg CO2 per ton cement equivalent. Namun, berkat inovasi dan langkah efisiensi, capaian terkini sudah melebihi target 2025. Clinker factor turun ke 68,1 persen, TSR meningkat menjadi 12,58 persen, dan emisi spesifik menurun ke 566,3 kg CO2 per ton.

Kemenperin juga telah menyusun peta jalan untuk dekarbonisasi industri semen, yang berfungsi sebagai panduan strategis pengurangan emisi secara bertahap. Upaya ini bertujuan mengubah paradigma produksi agar lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan produktivitas.