Kebijakan Baru: Menperin upayakan gangguan suplai plastik tak bebani IKM

Menperin Upayakan Gangguan Suplai Plastik Tidak Menghambat IKM

Jakarta – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan pemerintah aktif mengamati ketersediaan plastik agar tidak membebani industri kecil menengah (IKM) di tengah risiko kelangkaan bahan baku dari luar negeri. Pada hari Rabu, ia menegaskan bahwa tantangan utama terkait pasokan plastik melibatkan dua aspek: kuantitas dan harga. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah sedang merencanakan langkah-langkah yang bertujuan mengurangi beban biaya bagi IKM.

Menurut Agus, pemerintah juga berupaya memastikan produsen plastik menyesuaikan laba mereka, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri skala kecil. “Dengan mendekati produsen, kita bisa membantu IKM mengurangi margin keuntungan, sehingga harga plastik tidak memberatkan pertumbuhan industri kecil di Indonesia,” ujarnya.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Untuk berkaitan dengan plastik, saya akan melakukan pendekatan dengan para produsen, khususnya untuk kita melayani industri kecil-industri kecil, agar mereka bisa mengurangi margin. Sehingga berkaitan dengan pricing yang akan dikenakan pada industri kecil, itu tidak akan membebani dari jalan atau pengembangan industri kecil yang ada di Indonesia,”

Dalam upaya menjaga keberlanjutan produksi nasional, pemerintah terus mencari sumber substitusi plastik. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pemasok menjadi prioritas, sekaligus mengidentifikasi peluang pengurangan harga. “Jadi suplai, berkaitan dengan kuantitas, pemerintah akan terus-menerus mencari substitusinya seperti apa, tapi kami akan melakukan koordinasi kepada supplier dari plastik itu, khususnya untuk industri kecil dan industri-industri lain, kalau mungkin masih ada space-nya untuk mengurangi margin,”

Kelangkaan Nafta Jadi Fokus Pemerintah

Menperin menyoroti bahwa bahan baku plastik utama, yaitu nafta, kini bergantung pada impor dari Timur Tengah. Untuk mengurangi ketergantungan ini, pemerintah sedang mengeksplorasi kerja sama dengan negara-negara lain yang memiliki kapasitas pasokan. “Kita harus bisa memahami bahwa bukan hanya Indonesia yang menghadapi kelangkaan plastik dan nafta, tetapi seluruh dunia. Nah, itu membuat ada kompetisi antarnegara dalam mendapatkan pasokan,”

Ia menekankan perlunya adaptasi dari pelaku industri dalam mengatur strategi pengadaan. “Jadi perusahaan-perusahaan harus bisa merumuskan rencana kerja terkait plastik. Kalau ada ketersediaan plastik yang dijual di luar negeri, ambil aja,”

IKM Mulai Dapat Bantuan dari Malaysia

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, mengungkapkan bahwa beberapa pelaku usaha telah memperoleh pasokan dari Malaysia. “Dari anggota kita yang saya dengar, mereka sudah mendapatkan sebagian kecil dari Petronas, dari Malaysia,” ujarnya.