Kebijakan Baru: Direktur Pengadaan Perum Bulog minta petani pertahankan kualitas gabah
Direktur Pengadaan Perum Bulog Ajak Petani Jaga Kualitas Gabah
Parigi, Sulteng (ANTARA) – Saat meninjau proses penyerapan gabah di wilayah Sulawesi Tengah, Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto mengajak para petani dan pengusaha penggilingan mempertahankan standar kualitas beras. Ia menekankan bahwa langkah ini penting untuk menjaga konsistensi dalam penyerapan bahan pangan di daerah tersebut.
Peran Strategis Petani dalam Swasembada Pangan
“Petani dan mitra penggilingan memiliki peran penting dalam mendorong penyerapan beras secara cepat, sehingga dapat mencapai tujuan swasembada pangan,” ujar Prihasto Setyanto pada Selasa.
Dalam kunjungannya ke Desa Sienjo, Kabupaten Parigi Moutong, ia berdiskusi langsung dengan sejumlah petani serta pemilik gilingan. Sambil menyampaikan arahan Presiden RI Prabowo tentang swasembada pangan yang berkelanjutan, Prihasto mengajak mereka untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hasil panen.
Peningkatan Metode Teknis untuk Kualitas Terbaik
Prihasto juga memuji kualitas gabah yang dihasilkan di Sienjo, namun menyoroti perlunya penggilingan padi menggunakan teknik lebih baik agar bisa menghasilkan produk yang lebih unggul. “Kami harap kunjungan ini dapat memotivasi para petani untuk meningkatkan produksi dan efisiensi,” tambahnya.
Perum Bulog berkomitmen untuk mempercepat penyerapan hasil panen petani dengan fokus pada daerah-daerah sentra produksi. Dalam skala nasional, Indonesia menargetkan serapan gabah sebanyak 4 juta ton setara beras pada tahun 2026. Untuk mewujudkan ini, Bulog meminta Kantor Wilayah (kanwil) di setiap provinsi bergerak cepat dalam penuisian target.
Regulasi untuk Menjaga Cadangan Beras
Dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2025, serapan gabah dengan kualitas terbaik diatur secara ketat. Regulasi ini bertujuan memastikan cadangan beras pemerintah tetap bisa digunakan dalam jangka waktu panjang. “Kualitas gabah tetap menjadi prioritas utama dalam pengadaan pangan. Kami juga minta Kanwil Sulteng memberikan edukasi kepada petani agar tanaman dipanen saat usia optimal,” tuturnya.
Strategi Bulog untuk Penyerapan Lokal
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog di Sulteng, Jusri, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan kunjungan strategis ke sentra-sentra penyerapan. “Serapan domestik kami kebutuhan utama. Dengan kunjungan ke area sentra, kami juga membangun hubungan erat antara petani dan Bulog,” katanya.

